Sunday, May 15, 2011

After Life


Sewaktu sekolah menengah atas, saya memiliki beberapa teman yang saat itu terkumpul dalam sebuah grup band beranggotakan 5 orang. Dengan alibi membangun keakraban antara personil yang satu dengan yang lainnya, berkumpul menjadi sebuah ritual bagi kami. Aktivitas berkumpul ini bisa kami lakukan di mana saja sesuai dengan ide yang muncul saat itu.

Suatu hari di malam minggu, kami memutuskan untuk mencari angin malam di sebuah pantai terkenal di Jakarta, Ancol. Di sana kami dengan perlengkapan seadanya, yaitu tikar, gitar, dan beberapa makan kecil mencoba mengisi malam kami itu dengan berbagai kegiatan tawa dan canda. Ada-ada saja ulah kami saat itu, dari bernyanyi setengah berteriak di tengah pantai, sampai mengintipi orang yang sedang asik memadu kasih di pantai itu (pantai ini memang terkenal dengan mobil goyang dan juga perahu goyang.. bahkan pohon dan motor pun ikut bergoyang. hihihihi).

Tanpa terasa, keasyikan kami berjalan sangat cepat sampai-sampai saat kami lihat jam tangan kami masing-masing, waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 (waktu Indonesia bagian barat, tentunya). Dan entah mengapa, waktu yang telah larut ini memberi kami inspirasi untuk menguji nyali muda kami saat itu. Kuat dalam ingatan kami, saat itu sedang tren beberapa film hantu lokal di beberapa bioskop (pada saat itu, film horor sedang jaya tanpa ada embel esek-eseknya).

Kebetulan, dalam area Ancol ada sebuah kuburan Belanda yang terkenal yaitu, Ereveld. Dan menjadi sangat kebetulan, pantai tempat kami bercanda tawa itu letaknya dekat dengan areal perkuburan tersebut. Entah ide gila apa yang ada saat itu, akhirnya kami semua sepakat untuk mengunjungi kuburan tua itu.

Dalam 5 menit saja, kami sampai di depan perkuburan tersebut. Kuburan itu terlihat terawat dengan baik. Kebetulan saat itu pintunya sedang tertutup, jadi kami hanya memandanginya dari balik pagar seakan-akan sedang ingin mencari teman untuk kami ajak bermain.. Tanpa diduga, saat itu seorang Bapak menghampiri kami. Bapak itu mengaku sebagai si penjaga pintu dan menawarkan kami masuk ke dalam areal perkuburan itu. Dengan sedikit ngeri, kami pun menerima tawaran sang bapak untuk masuk ke dalam areal perkuburan. Tentunya ajakan itu kami terima setelah memastikan bahwa kaki si Bapak penjaga pintu memang benar menginjak tanah. (hehehe...)

Karena areal perkuburan ini terawat dengan baik, kesan horor seperti adegan di film pun tidak begitu kental mengelilingi kami. Dan kami pun mengakhiri tour kuburan kami malam itu di Ancol dengan selamat dan tidak mengajak ’makhluk’ terbaring itu bersama kami pulang.

Ternyata pengalaman itu membuat kami ketagihan dan ingin mencoba dengan kuburan yang punya predikat ’Lebih Seram’ lainnya. Dan mulailah, setiap minggu nya kami berjalan-jalan malam mengelilingi ibukota seperti tim pencari hantu dalam film ’Jailangkung’ atau film-film horor lainnya. Namun, tetap dalam upaya uji nyali tersebut kami pun membawa atribut keagamaan, in case untuk menangkal ada makhluk yang ingin ikut dengan kami atau pun sekedar ingin berkenalan dengan masuk ke dalam tubuh dari salah satu di antara kami. (membayangkannya saja saya sudah merinding apalagi sampai kejadian.. Amit..amit...).

Dari kuburan Jeruk Purut sampai Rumah Kentang di Pondok Indah pun sudah kami sisir. Sederhana saja, kami hanya ingin merasakan kengerian yang terjadi dari setiap cerita misteri yang pernah kami dengar. Padahal, setelah kami semua beranjak dewasa kami baru sadar bahwa aktivitas kami ini bukanlah sebuah prestasi yang dapat dibanggakan. Karena toh, setiap kuburan yang kami datangi hanya berisi seonggok tanah yang di dalamnya hanyalah sebuah jasad terbaring yang tentunya sudah tak bernyawa lagi. Toh semua jasad terbaring itu dulunya pun sama seperti kami, yaitu manusia.

Mungkin yang membedakannya adalah cerita-cetia yang terbangun masyarakat tentang sepak terjang orang per orang yang sudah tanpa nyawa itu. Ada yang akhirnya dikenang sebagai orang yang memiliki banyak jasa dan kebaikan.. Mungkin juga ada yang lebih dikenal dengan sebagai sosok misteri yang mungkin dapat menumbuhkan rasa penasaran kepada setiap manusia yang masih hidup di dunia ini. Dan akhirnya, seperti apa kita nanti akan dikenang, semua itu kembali kepada masing-masing dari kita. Apakah akan dikenang sebagai seorang yang memberikan banyak kebaikan dan inspirasi. Ataukah kita akan dikenang dengan penuh kengerian dan misteri yang akan nembuat bergidik banyak manusia yang masih hidup di dunia ini setelah kita beristirahat dan masuk ke alam yang lain.

No comments: