Wednesday, October 26, 2005

LUAPAN RASA JIWA

Ternyata memang benar sakit gigi lebih baik daripada sakit hati...Hati yang telah terluka sulit untuk kembali menjadi segar berseri...mengapa...???mengapa hal ini terjadi...?
Semua hal seakan menjadi hilang bak embun pagi terkena panas mentari...bak setitik nila yang merusak susu sebelanga...Kata hati ini ingin sudahi semua...tapi mengapa sulit untuk berkata IYA...!!!
Aku tak tahu apa yang telah terjadi.. ternyata rasa yang selama ini ada tak dapat perbaiki semua...aku ingin teriakan semua...ingin kumaki setiap makhluk di dunia..aku butuh pelampiasan. ternyata ini tak semudah yang terbayangkan...orang yang telah lama bersama seakan tak butuh lagi.
setiap orang punya lebih dan kurang masing-masing.. dan aku pun tak pernah ingin merusak ataupun mengacak-acak semua yang pernah tercipta...tapi apakah rasa ini tidak pantas untuk mendapat hak lebih...
AKU BUKAN DEWA...AKU BUKAN MALAIKAT...AKU BUKAN TUHAN... AKU JUGA MANUSIA BIASA YANG PENUH ALPHA DAN DOSA...
kata orang dalam suatu hubungan hanya butuh TOLERANSI...!!!dan begitu pun pikir ku...tapi ternyata ini tidak dapat menjadi modal yang cukup berarti. TOLERANSI tak dapat cairkan hati ini yang sudah terlanjur beku...tak dapat hangatkan dan jadikan ceria hidup yang penuh kelu....sungguh semua hal yang sudah terTOLERANSIkan runtuh akibat bom yang begitu dahsyatnya...runtuh dalam hitungan SATU...walau kucoba untuk berpikir dan merasa...diri ini lebih tinggi daripada hati...
kuakui sulit tuk lepas semua..apalagi dengan semua rencana yang telah terangkai...rasa ini...rasa sayang bercampur benci...
JAHATKAH AKU BILA TETAP BEGINI....LAKNATKAH AKU UNTUK TAK TERSENYUM KEMBALI...IBLISKAH AKU DENGAN SEMUA RASA INI....
KUAKUI SULIT UNTUK SEPERTI DULU...TERTAWA DAN MENANGIS BERSAMA...UNTUK MENGERTI DAN PAHAMI SEMUA...
TERSERAH...MAU BIACARA APA....TAPI WALAUPUN PANAS TELAH MUSNAHKAN SEGARNYA EMBUN...WALAUPUN BELANGA TAK DAPAT KEMBALIKAN RUSAKNYA SUSU...
DALAM HATIKU AKU TETAP SAYANG KAMU

Monday, June 20, 2005

Berjuang untuk Mengerti

Benci rasanya...saat harus selalu kompromi.
Apa ini benar2 rasa hatiku
Apa ini benar2 perasaanku
Apa benar2 kucinta dirinya

Rasanya sulit jalani semua
Penuh liku, rintang, dan ujian

Harus bagaimana lagi
Apakah dengan cara lalu dapat kuatasi semua

Kisruh di hati
Golak benar2 dahsyat
Malas hadapi semua
Harus berpikir
Harus rendahkan ego dan diri
Serendah-rendahnya!!!

Kutahu sulit lepaskanmu
Tapi tak kau pahamikah maksud ini
Kulakukan semua yang terbaik dariku
Agar bangga diri dan semua yang kucinta
Tapi...
Apa yang kudapat
Semuanya berusaha patahkan idealisme yang tercipta

Benarkah ini suka...
Benarkah ini cinta...
Benarkah ini sayang...

Aku tak tahu...
Yang kusadari kadang hati ini berontak dan katakan tidak
Lalu apa yang harus kulakukan
Rasa ini muncul begitu kuat
Dua kubu berseteru rebut sang hati

Say’...
Tahukah kamu...
Kuperjuangkan semua....
Agar kau mengerti...
Dan kuharap...
Engkau mau berjuang untuk mengerti...
Sayangku...

Suatu Persembahan Cinta

Chrisye feat ELEMENT
Jelas diriku
Tlah mencintaimu
Tak pernah kubiarkan
Apapun menyakiti hatimu
Cintaku....

Jelas hatiku
Tlah menyayangimu
Tak pernah ada rasa
Selain dirasakan
cintamu...
cintamu...

Reff:
Kau yang membuat diriku
Merasa berarti
Menjalani segalanya
Ku ingin bersamamu
Ku ingin cintamu
Untuk selamanya

Tulusnya cintamu
Tlah membuat hatiku
Mengerti slama ini
Yang kucari hanyalah
Dirimu.....
Kekasihku....

Bridge :
Tak akan kubiarkan
Kau jauh dari diriku
Hampa yang kurasa tanpamu
Dan tak akan kulepaskan
Semua tentang dirimu
Tak ingin kutanpa dirimu


......MANUSIA......

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Dengan segala kemampuan plus hati nurani yang diberikan-Nya, manusia dapat berbuat apa saja sesuai dengan ingin dan rasanya.
Tapi egois dan sombong diri manusia membuat semua itu terlihat penuh arogansi yang tinggi. Entah mengapa, ketika seorang manusia merasa memiliki kemampuan jauh di atas sesamanya, seakan – akan dia dapat meremehkan semua makhluk di sekitarnya. Sampai – sampai lupa akan siapa Penciptanya...
Pernahkah kita melihat dan merefleksikan semua perbuatan yang kita lakukan. Apakah itu menoreh sebuah sakit hati pada sekitar kita? Apakah itu memang yang terbaik untuk kita dan sesama? Atau malah perbuatan kita bersifat necrophili, yang dapat menghancurkan hal di sekitar kita?
Suatu ketika dalam keseharian saya, seperti biasanya saya membuka mailling list yang merupakan media bagi anggota fakultas saya. Ketika asyik membaca messages yang baru di-post oleh teman – teman saya, perhatian saya tertuju pada satu message yang pemiliknya ridak saya kenal. Dalam isii pesan itu ternyata anak ini merupakan salah satu calon aggota fakultas kami di tahun ajran yang baru nanti. Dengan kata lain, dia adalah calon mahasiswa yang baru lulus dari SMU tentunya.
Si calon ini ternyata cukup berani “nyemplung” dalam media komunikasi maya kami. Beberapa artikel yang dia post ada yang cukup berbobot ada juga yang sekedar memberi komentar dan perkenalan diri. Tak disangka, tak dinanya, anak ini yang awalnya hanya memberi artikel yang berisi hal – hal tidak jelas, ikut mengomentari hal yang seharusnya belum pantas dia komentari. Tentu saja komentar – komentar yang dilancarkannya itu seketika menimbulkan reaksi yang sangat dahsyat dari kami para penghuni group ini.
Satu per satu dari kami pun berusaha untuk mengkomunikasikan kepada “si calon” untuk berhati-hati bila berbicara. Tanpa mengurangi rasa keterkejutan kami akan perbuatan anak ini, dia malahan menambah panas situasi dengan membalas sikap kami ini dengan sok tahu yang kadarnya lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan sungguh amat percaya diri, anak ini malah berusaha menjual dirinya yang nota bene katanya memiliki kemampuan di bidang supranatural.
Hmmm....hari gini masih ada aja loh yang percaya dengan hal – hal gaib seperti jin, ramalan, dukun, dll. Dan yang membuat kami bertambah sengit adalah “si calon” yang merasa lebih dari kami bukannya merasa insyaf dengan perbuatannya, malahan dia mulai mengancam kami. Berusaha menempatkan dirinya lebih di atas kami.
Sejak kapankah derajat manusia berbeda-beda? Saya rasa manusia diciptakan sama dan setara di mata Tuhan. Dari kejadian yang saya alami itu, saya semakin berpikir dan merefleksikan diri saya. Manusia pasti memiliki kemampuan yang berbeda sesuai dengan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada tiap individu. Tapi apakah karena perbedaan karunia ini manusia dapat semena-mena terhadap orang di sekitarnya?
Jadikanlah kelebihan dan kekurangan kita sebagai sarana saling melengkapi satu sama lain... Agar jadi indahlah dunia ini...

Jujur TANPA PURA-PURA

(Semua usaha untuk jujur dengan DIRI telah kulakukan semua)

Terkadang sulit untuk dapatkan kejujuran diri
Yang sungguh jujur dari hati nurani
Ketika tahu akan mau sendiri
Belum tentu dapat dorong hati nurani tuk akui

Ternyata...
Jujur terhadap diri lebih sulit daripada terhadap sesama
Saat itu nurani benar-benar dipertaruhkan
Untuk lihat maksud terdalam
Kesampingan egois diri dan sombong hati

Lega rasa saat temukan beraninya rasa
Tuk runtuhkan ego akui semua

Fiuhhh....
Ini loh rasanya kejujuran
Ini loh rasanya bebas pura-pura
Ini loh rasanya ambil konsekuensi

Jujur...
Tidak bohong....
Tanpa pura-pura....
Mengerti semua....
Pahami semua....
Apa adanya....

Selami jiwa dan nurani
Tuk dapatkan indahnya....

Monday, June 13, 2005

TERSERAH...!!!

Kesel...sebel...
Rasanya sulit hidup ini
Saat harus berbagi
Saat harus berkompromi
Saat harus tentukan pilihan

Entah apa rasa di hati
Marah
Benci
Kesal
Jadi satu

Mengapa harus kulalui ini
Tidak bisakah gunakan otak sendiri untuk tentukan tujuan!
Apa yang jadi prioritas!

Aku...
Benci saat harus memilih
Penuh tanggung jawab
Apalagi menyangkut orang lain dan di luar kehendakku
Apa kata orang saat pilihan itu malah menjerumuskan

Marah
Benci
Kesal

Entah harus kutujukan pada siapa?
Diri sendiri...?
Ini BUKAN masalahku..!!!
Dia...?
Apalagi....!
Wong aku yang tentukan pilihan...

Kisruh di hati
Malas lagi keluarkan kata-kata

TERSERAH...

Tuesday, May 17, 2005

Puisi Tentang Rasa

Rasa....
Datang dan pergi dalam hidupku
Rasa....
Beri arti setiap jejak langkahku
Rasa...
Buat ku tahu akan tiap makna

Ku pikir dapat taklukkan rasa
Lampaui kehendak seluruh rasa
Tutupi semua agar jadi sempurna
Pendam semua agar tak jadi derita

Nyatanya...
Kini kurasa semua
Semua yang dahulu dianggap tak bermakna
Semua yang dahulu terlihat mudah saja
Semua yang wakili egoisnya rasa

Saat cintaimu
Saat sayangimu
Saat rasa kecup indahmu
Saat rasa peluk hangatmu

Kumasuki dunia
Tinggalkan hal maya
Yang telah mengukung rasa hati
Menjadi tinggi diri

Kulihat indahnya dunia
Yang penuh liku dan problematika
Yang penuh dusta Tapi tanpa pura-pura

Sunday, May 15, 2005

MenCINTAi dan diCINTAi orang lain

Satu hal yang tidak dapat kita pungkiri adalah ketika kita telah mulai merasa jatuh cinta pada orang lain. Cinta sejuta maknanya...sejuta rasanya...itu yang dikatakan oleh kebanyakan orang.
Entah kenapa akhir – akhir ini saya semakin menyadari rasanya dicintai dan menyintai. Pengalaman akan dicintai dan mencintai orang lain secara tulus membuat saya belajar untuk mau jujur dan semakin memahami serta mengerti tentang perasaan yang ada di hati saya. Pengalaman dan sensasi ini membuat saya masuk dalam suatu dunia di mana tanpa kepura-puraan. Dunia di mana semua jujur dan saling terbuka satu sama lain agar mudahlah proses pengenalan masing – masing pribadi.
Dalam proses pengenalan pribadi oleh dua insan saling mencintai, yang lazim disebut pacaran ini, pasti akan terjadi macam – macam liku dan dilema. Di artikel saya yang berjudul “...Suka...Cinta...Sayang...”, diungkapkan bahwa pada tahap seseorang mencintai orang lain pasti dia akan mulai merasa untuk tidak mau kehilangan orang lain sebagai ungkapan rasa cintanya. Dengan berbagai usaha orang akan berjuang mati-matian agar dia tidak kehilangan orang yang dicintainya. Salah satunya adalah dengan membiarkan orang lain itu tahu pribadi dan besarnya perasaan pada orang itu. Dan hal tersebut akan dapat terjadi bila ada kejujuran terhadap perasaan dan hati nurani terdalam.
Saya sekarang memiliki seorang teman dekat. Hubungan kami sudah lima bulan berjalan dari 25 November 2004 yang lalu. Tentunya dalam lima bulan ini saya mencoba untuk terbuka dan jujur akan diri saya serta perasaan ini terhadap pacar saya itu. Baru – baru ini secara tidak sengaja saya mengungkap suatu hal yang mungkin menurut orang kebanyakan tidak masuk akal di depannya. Dan seperti kebanyakan orang lainnya, pacar saya terkejut mendengar kenyataan yang saya utarakan itu. Hari itu pun berakhir dengan tidak mengenakkan.
Saya sungguh sangat amat menyesal telah mengungkap hal yang seharusnya tidak perlu dia ketahui, karena hal ini merupakan suatu dari pribadi diri saya yang saya tutupi agar orang dapat memandang saya sebagai seorang manusia biasa seperti pada ukuran normalnya.
Semalaman saya memutar otak dan begitu menyesali kenyataan akan keadaan yang baru menimpa saya. Dan sampailah pada kesimpulan bahwa saya harus menyaring untuk menceritakan siapa saya seperti yang selama ini telah saya lakukan terhadap teman – teman saya.
Keesokan harinya, dengan segala kekalutan hati ini saya curhat pada sahabat saya. Dengan semua uneg – uneg di hati, saya menceritakan hal yang menimpa hubungan saya. Sebelum sahabat saya mengatakan kesimpulan atas masalah saya, saya mendahului dengan mengatakan kesimpulan yang sudah saya rumuskan sepanjang waktu istirahat malam saya. Sahabat saya pun langsung mengiyakan pendapat saya itu. Tapi setelah itu ada satu hal dari pendapat sahabat saya itu yang membuat saya terkejut. Dia mengatakan bahwa dia memang setuju pendapat saya, bila memang masalah itu bukan menimpa pada hubungan saya dan pacar saya, tapi bila saya berhubungan dengan orang lain di sekitar saya. Tapi ini berbeda, saya harus tetap jujur apapun kenyataannya terhadap orang yang menjalin hubungan khusus dengan saya. Ini merupakan proses pengenalan pribadi. Kalau memang ternyata pacar saya tidak dapat menerima kenyataan akan diri saya, berarti memang dia bukanlah orang yang tepat untuk saya.
Karena dalam suatu hubungan antar dua insan yang saling terikat dalam rasa cinta diperlukan kejujuran dan keterbukaan satu sama lain. Sehingga hal ini dapat saling memperkaya satu sama lain.

Dedicated to Hendro Ardianto...you know that i love you much...

Sepenggal Rasa Untuk Sahabat

(dedicated to Olivia Sulistyo, Marsela Lestari, dan Yohanes Rafael Kristanto)

Pada teorinya manusia adalah makhluk sosial yang mau ga mau harus bisa bersosialisasi dan hidup bersama dengan orang lain. Hmmm...memang kadang kita ga bisa langsung menerima atau langsung dekat dengan orang yang baru kita kenal. Dan ga setiap orang bisa dekat dengan kita.
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan pengalaman saya hidup dengan orang lain. Seumur hidup saya, saya bukanlah orang yang cepat dekat dengan orang lain. Emang sih untuk bergaul dan kenal dengan orang lain bukanlah merupakan hal yang sulit untuk saya. Tapi untuk berhubungan dekat dengan orang lain, baik itu perempuan maupun laik – laki, merupakan hal yang sulit untuk saya. Entah kenapa, sepertinya saya merasa memiliki dunia sendiri.
Untuk kenal dan berbicara dengan orang lain, merupakan hal yang menyenangkan untuk saya. Saya suka mendengarkan orang berbicara tentang mereka, saya suka ber-Sharing tentang pengalaman – pengalaman saya kepada orang lain. Banyak orang yang menganggap saya supel, mudah bergaul, ramah, dan ceria. Tapi sejujurnya saya bukanlah orang yang mudah untuk “ngomong” tentang diri saya. Saya bukanlah tipe peng-OBRAL yang dengan mudahnya bercerita dan curhat ke semua orang.
Saya adalah orang yang mengandalkan intuisi saya dalam berhubungan dengan orang di sekitar saya. Dalam hidup saya sedikit sekali orang yang benar – benar mengenal pribadi saya, selain keluarga saya tentunya. Betapa senangnya saya ketika bertemu orang yang memang mau dekat dengan saya apa adanya tanpa kepur-puraan. Saat saya sedih, dia tanpa basa-basi sepertinya tahu bagaimana membuat saya untuk mengeluarkan serta mengekpresikan perasaan saya. Saat saya merasa jatuh, dia dapat dengan menyenangkannya membangkitkan kembali semangat saya.
Sobat atau sahabat merupakan orang yang sangat berarti dalam hidup saya. Sahabat tahu kapan pasang dan surut hidup saya. Sahabat memberikan banyak inspirasi bagi hidup saya. Terima kasih pada Tuhan yang telah memberikan hidup yang indah dengan mengenal sahabat yang menemani perjalan hidup saya... Saya selalu berdoa pada yang Di Atas agar selalu menlindungi dan menjagamu dalam perjalanan hidupmu...

Dengar

Sutt...!!!Sutt...!!!Dengar...
Aku mau curhat...curhat...
Sutt...!!!
Hmm...
Gelegar rintih mengaduh menyayat hati,meninggalkan tanda tanya besar akan sebuah kejujuran.
Erangan penderitaan dan kecemasan begitu lirih seolah lembu yang siap dijagal.

Gemuruhnya pesta pora kota metropolitan di tengah alunan nada kemerdekaan
Seakan-akan menyumbat dan menulikan telinga hati yang terlalu sibuk mendengarkan hal-hal yang menguntungkan diri,sampai-sampai tak ada waktu untuk mendengarkan bisik rintihan si kaum rendahan.

Adapun di sisi lain, telinga ini terlalu sibuk menyimak dan menanggapi kabar-kabar burung yang menceritakan borok-borok orang lain tanpa mau melihat dan menyadari borok dan luka sendiri yang kadang lebih lebar menganga dan berbau busuk.

Entah kapan telinga ini mampu mendengar jeritan pedih tanah air Indonesia karena melihat anak-anaknya menjadi budak keegoisan dan ketamakan.
Ya... keegoisan dan ketamakan yang justru membawa kita kepada jurang kehancuran. Kehancuran kita bersama. Inikah cita-cita dan harapan kita akan negeri ini...?

Monday, May 09, 2005

ALAMAK...!!!

Satu kata yang merupakan suatu asimilai yang berarti “allah”-nya “emak”. Kata yang begitu populer di tahun 60-an ini berasal dari bahasa Melayu. Ketika orang mengucapkan “ALAMAK…!!!”, biasanya ini berarti semacam ungkapan keterkejutan akan sesuatu.
Suatu hari, saya berjalan ke sebuah toko buku terkenal di Jakarta. Sesampainya di sana, saya langsung menuju jejeran rak buku yang memuat banyak buku – buku yang mengusung nama fakultas sya, yaitu Psikologi. Setelah puas melihat serta membahas bersama dengan seorang teman baik, kami pun berpindah tempat untuk memuaskan keinginan teman saya mencari rak – rak buku yang berisi karya – karya sastra.
Hmmm….mulailah pencarian kami. Awalnya kami begitu kecewa ketika mengira di toko buku yang terkenal itu tidak kami temukan satu pun karya – karya penulis favorit, yaitu Seno Gumira Ajidarma. Tapi sekelebat, gembiralah hati kami, dari kejauhan melihat sebuah papan tergantung bertuliskan “SASTRA”.
Langsung saja kami bergegas menuju rak buku. Ketika sesampainya di san, saya melihat ada buku – buku karya salah satu penulis favorit saya, Fira Basuki. Dari sekumpulan bukunya, ada satu buku yang menarik perhatian saya. Buku yang tidak terlalu tebal dengan cover gambar sebuah stilleto modis, berjudul “ALAMAK!”
Judul yang begitu singkat itu begitu memikat saya untuk membacanya. Langsung saja saya ambil dan melihat apaka harga sesuai dengan isi kocek saya. Fiuhh..ternyata isi kocek pun mendukung.sehinghga tanpa ragu, saya langsung mengambil dan menunggu teman saya memilih buku yang ingin dibelinya.
Sesampainya di rumah, langsung saja saya buka segel dengan penuh semangat. Saya sudah membayangkan bahwa pasti isi buku ini seperti karya- karay Fira sebelumnya, yang menggambarkan sesuatu lewat hal – hal yang indah tidak seperti penulis favorit teman saya, SGA, yang pesimistis.
Di awal cerita, saya masih menangkap kesan awal say. Tapi…ketika masuk di cerita – cerita selanjutnya, saya benar – benar TERKEJUT..!!!
ALAMAK..!!!Fira berubah drastis! Tapi sungguh amat mendalam rasanya. Dengan gaya baru, dia mengungkap berbagai realita dengan gamblang. Alamak..!!! Ini sungguh karya yang mengagumkan. Dan saya tidak akan pernah menyesal telah membeli buku ini…

Wednesday, April 27, 2005

... 21 April 2005 ...

Air jatuh dengan bebas di atas busa empuk
Lampiaskan perasaan yang campur jadi satu

Kau tahu...
Betapa aku takut kehilanganmu...

Entah beban apa di hati
Intuisi ini begitu hebat memaparkan semua...

Tuhan tahu segala
Apa daya manusia tak punya kuasa...

Gunung begitu luas sampai yangan ini tak kuasa melampauinya

Monday, April 04, 2005

NAFAS HIDUP

Sumber inspirasi hidup
Tak pernah lelah untuk berhembus
Terus berjuang
Agar hidup tetap hidup

Selalu mencari dan menyerap semua
Tak kenal henti
Agar hidup tetap hidup

Jadikan aku indah
Dengan tahu dunia
Hingga hidup lebih hidup

Monday, March 14, 2005

Perasaan Saja...!!!

Ada apa...
Kenapa...
Saat stabil tak di jiwa
2 kubu saling berontak
Jiwa inginkan DIAM
Hati maksudkan BICARA
Entah apa sebabnya
Rasanya...
Hilang separuh nafas
Patah sebelah sayap
Mungkin ini perasaanku saja...

...Rasanya Benci...

Benci rasanya
Lewati saat ini
Ketika ingingkan kau hadir
Sapa jiwa ini
Tapi tak kudapatkan kau
Entah di mana
Entah mengapa

Benci rasanya
Saat rindu meraja
Tapi tak kudapatkan kau
Entah di mana
Entah mengapa

Benci rasanya
Saat mulut ingin bicara
Tapi hati tak izinkannya
Hampa kurasa
Tempat ramai
Bak kuburan
Sepi...
Mati...

Jika Anak “Menyerang” Balik

Anda boleh terbengong – bengong melihat dan mendengar si kecil menyerang balik omongan Anda. Tapi memang begitulah adanya. Jelas, sebagai orang tua kita harus tetap bertindak bijaksana. Berikut cara yang harus dilakukan.

Anda bicara pada si kecil tapi apa yang terjadi kemudian? Bukannya mendengarkan perkataan anda, eh si kecil malah menyerang balik semua perkataan Anda.sehingga rumah menjadi medan peperangan orang tua vs anak.
Mengapa anak bersikap seperti itu? Pada anak usia satu sampai tiga tahun, anak mulai mengenal dunia secara lebih mendalam dan menyerap apa saja yang ada disekitarnya. Pada masa toddler inilah, anak juga mengalami awal perkembangan psikososialnya. Biasanya pada tahap ini anak cenderung bertambah percaya diri dan memiliki keinginan untuk menunjukkan siapa dirinya, juga memiliki keinginan yang tinggi untuk diperhatikan. Jadi terkadang, kita sebagai orang dewasa melihat hal seperti ini sebagai sikap yang egois atau mau menang sendiri.
Lantas bagaimana sebaiknya orang tua menghadapi hal ini? Langkah pertama, selama tiga hari berturut – turut, catat perkataan anak, lengkap dengan situasi dan bagaimana reaksi Anda terhadap peristiwa tersebut. Ingat baik – baik apa omongan balik anak Anda. Sebab itulah petunjuk mengenai apa yang sebenarnya terpendam dalam benak si kecil. Tujuan tindakan Anda adalah membantu anak mengekspresikan perasaannya secara konstruktif.
Misalnya saja, ketika Anak Anda ingin bermain sesuatu yang menurut Anda berbahaya atau tidak baik untuk mereka, tiba – tiba mereka balik menjawab: “Enggak!” atau “Memangnya kenapa?”
Sebaiknya kita merespon dengann memberi tekanan pada anak dengan mengatakan, “Bukannya lebih baik jika kita tidak melakukannya?” Jangan berteriak apalagi bertindak kasar. Sebab, reaksi Anda menentukan apa yang terjadi kemudian. Orang tua tidak akan bisa sepenuhnya mengontrol anak – anak. Satu – satunya yang dapat Anda kontrol adalah diri Anda sendiri. Jika Anda memberi teladan penguasaan diri, maka anak – anak akan menguasai diri mereka.
Penting untuk diingat, jangan menyerang atau menyalahkan. Jagalah agar komunikasi tetap terbuka dan senantiasa bicara dengan lembut dan ramah. Karena pada masa – masa inilah terbentuk rasa percaya pada anak serta terjadi perkembangan emosi awal anak. Pendekatan personal yang hangat sangat penting. Maka, begitu Anda berteriak atau memaki, mereka akan melakukan hal yang sama.

Sunday, February 27, 2005

Beda itu Indah

Mayoritas dari masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa beda itu merupakan hal yang dianggap tabu atau malahan buruk. Entah apapun itu bentuknya.
Seperti yang mau saya ungkapkan sebagai bagi – bagi pengalaman bagi para pembaca.
Saya adalah seorang cewek yang masih terbilang bau kencur. Untuk saya, jatuh cinta itu sudah lazim terjadi dalam hati. Baik model jatuh cinta yang berlanjut ke jenjang pacaran maupun model jatuh cinta yang hanya sekedar seneng – seneng cari pengalaman atau dalam bahasa anak muda zaman sekarang, HTS atawa Hubungan Tanpa Status.
Awalnya saya terkadang begitu percaya dirinya bahwa salah satu kriteria cowok yang bisa jadi pacar saya adalah yang sama agamanya dengan saya. Satu demi satu pengalaman terus berlanjut, kalau ada cowok yang suka walaupun secakep apa tapi kalau beda agama tetap aja saya tolak. Prinsip saya, mending korbanin perasaan untuk cari aman dari pandangan masyarakat daripada harus bersusah payah mengalah pada hati dan melawan arus pandangan masyarakat yang terlalu chauvinis.Hal itu pun terus berlangsung sampai – sampai saya selalu menasehati teman - teman saya untuk cari aman aja deh pacaran dengan cowok yang seagama dengan kita.
Entah gimana awalnya, prinsip saya itu diuji. Waktu masuk ke atmosfer baru dari lingkungan berseragam putih abu – abu ke baju bebas saya benar – benar dihadapkan pada banyak pilihan di depan mata. Awalnya, saya bertekad untuk ngga pacaran dulu dan memilih berkonsen untuk beradaptasi dalam lingkungan baru ini. Tapi entah gimana, tiba – tiba ada seorang cowok dari sekian cowok lainnya maju dengan segala kenekatannya mencoba mengajukan “proposal” untuk masuk dalam kandidat pacar dan mengenal saya lebih dekat. Dan awalnya juga, ya saya mencoba welcome. Tapi setelah tahu bahwa cowok itu beda dengan saya, seperti biasa saya langsung memberi label bahwa sebisa mungkin saya menolak proposalnya secara halus.
Ternyata di luar dugaan saya, si cowok ini lebih keukeh dibanding yang saya perkirain. Tanpa mencolok, dia mencoba meyakinkan saya bahwa beda ngga jadi masalah kok dalam memulai suatu hubungan. Selain itu, cowok itu juga nunjukin usahanya yang keras untuk ngedapetin hati saya.Dan entah gimana, mata saya mulai terbuka. Memang untuk membuat suatu keputusan sulit banget, apalagi kalau kita tahu yang menjadi pilihan kita adalah hal yang bakal ditentang oleh masyarakat.
Pasti kamu – kamu semua bisa bayangin gimana kalutnya perasaan hati ini harus ingkarin prinsip yang dulu pernah digembar – gemborkan ke orang – orang bahwa walaupun ngga ekstrim saya juga setuju dengan pandangan masyarakat yang chauvinis.
Waktu hati saya dalam kekalutan yang mendalam, kakak saya dengan tenangnya menyingkapi masalah ini dengan sedikit kata tapi dalem menurut saya, “ Dari dulu ampe sekarang loe slalu cari aman dengan ngikutin pandangan orang. Kalau emang suka dan sesuai dengan perasaan loe, kenapa ngga.”
Sumpah deh, waktu denger kalimat itu rasanya prinsip saya langsung runtuh seketika aja loh... di benak saya langsung tergambar gimana kerasnya usaha cowok itu buat ngeluluhin hati saya. Tapi saya damn begitu aja karena dia BEDA!
Makin lama saya pikirin, makin sadar saya bahwa selama ini saya kurang adil.
Emang saya tahu ini sulit banget. Tapi mungkin satu hal yang temen – temen semua bisa renungin di rumah. Dalam suatu hubungan emang kita harus pikir mateng – mateng semuanya. Tapi apakah cukup adil dengan membunuh perasaan kita sendiri, apalagi perasaan orang lain karena di beda sama kita. Sampai kapan kita mau terus terkurung dalam pandangan masyarakat dan bersikap tidak dewasa dengan tidak mau mengakui bahwa kita semua sama - sama ciptaan Tuhan yang dibedain dengan identitas dan hal - hal artificial lainnya.
Coba bayangin kalau aja Tuhan menciptakan semua manusia itu sama....
Dalam perbedaan kita malahan akan jadi kaya dan tambah wawasan. Dengan berani memutusakan bahwa kita bergaul dengan orang lain, itu berarti mengandung konsekuensi bahwa kita juga akan berani menerima orang lain apa adanya secara utuh, bukan dari identitasnya saja. Kalau memang orang itu sesuai dengan perasaan kita dan bisa terima kita apa adanya, kenapa ngga...??

Sunday, February 20, 2005

sAtU hArI pEnUh CINTA

VALENTINE...pasti satu hari yang sangat familiar buat kita2 sebagai orang muda...
kata orang sih hari ini merupakan hari dimana kita bia mengekspresikan rasa cinta kita kepada orang yang kita sayangi...terutama untuk PACAR atau PASANGAN kita...
hmmm...kalu hari itu cuman buat PACAR...b'arti kasian dunkz temen2 kita yang mang lagih b'nasib JOMBLO..!!!
makanya gw cuman mau bagi2 tips buat loe2 smua biar 14 FEBRUARI tetep jadi hari yang mang oks walaupun lagih VACANT alias JOMBLO...!!!
1. jgn pernah berpikir bahwa valentine bakal jadi basi tanpa PACAR.kita bisa kok tetep seneng
dengan cara perhatiin temen2 kita lebih dari biasanya.
2.jgn pernah mencoba berpikir n nunggu n b'fantasi bakal dapet surprise dari orang laen
(berupa penembakan ato semacamnya).kalu bisa malahan kita buat surprise buat
ortu...temen...ato mungkin ajak bae-an musuh kita.
3.hitung dan berterima kasih ma TUHAN kalu ada temen kita yang kasih kita cokelat...ingat dan
tanam dalam hati bahwa ternyata masih banyak orang yang perhatian ma kita...
kalu diliat n dibaca tips di atas seh kedengarnya mang clishe n naif bgt...tapi boleh percaya boleh ngga...gw secara pribadi pernah praktekin tips ini ke diri gw...dan ternyata gw malahan jd bersyukur ma TUHAN, ternyata selama bbrapa tahun gw melewati Valentine yang suram.ini karena gw terlalu sibuk berpikir siapa sih kira2 yg bakal bikin surprise buat gw dan nunggu datengnya Prince Charming ke depan gw...tapi itu ngga pernah kejadian n berbuntut kekesalan yang begitu mendalam sama hari kasih sayang ini...tapi tahun kmaren mata hati gw bener2 dibuka bahwa ternyata surprise ngga cuman dateng dr Prince Charming ajah, tapi juga dari keluarga, temen, dan semua hal - hal kecil yang tadinya cuman kita anggep sepele...
moga dgn pengalaman n tips dari gw untuk temen2 skalian bisa menggugah n se-engga-nya bisa bikin Valentine jadi lebih b'arti dan membuat temen2 smakin kenal n sayang sama sekitar temen2...ciayooo...!!!

Tuesday, February 08, 2005

Semester Baru Semangat Baru



Mulai besok saya akan memasuki babak baru dari lanjutan semester satu yang telah saya lalui. Hmmm... masuk dalam Komunitas Fakultas Psikologi Atmajaya Jakarta merupakan suatu tantangan yang luar biasa. Setiap mahasiswa yang masuk dalam fakultas ini dituntut untuk dapat serius tapi santai...

Awalnya ketika pertama kali saya diterima di fakultas ini, terbayang perasaan yang menghantui bahwa Fakultas Psikologi Atmajaya ini merupakan sekumpulan calon – calon ilmuwan yang kerjanya memperhatikan dan menganalisa setiap orang yang ditemui oleh mereka. Ada kesan bahwa seorang Psikolog atau Sarjana Psikologi adalah orang yang mengetahui seluk beluk manusia sampai bagian terdalam dari hati dan pikiran manusia. Bahkan kadang kelompok ini dicap sebagai “PARANORMAL” yang tahu segala sesuatu tentang manusia. Di awal tahun akademik saya, masih terbayang bahwa akan masuk dalam suasana kelas yang kaku dan dingin... Tapi ternyata Fakultas ini malahan tergolong Fakultas yang “apa adanya”. Para mahasiswanya pun cenderung nda neko – neko baik dalam hal berpakaian maupun sikap. Apalagi melihat sikap para Dosen yang cenderung memandang mahasiswa selayaknya teman mereka. Wuih...senag rasanya mendapat sambutan yang begitu hangat dari para dosen dan senior bak keluarga sendiri...

Semester kemarin, diawali dengan kesuksesanku mendapatkan hasil yang lewat dari target Indeks Prestasi (IP) awal. Tadinya aku berpikir dengan mata kuliah yang menurutku tergolong abstrak ini aku akan mendapatkan IP max 3.0. Ternyata aku dapat mengukir prestasi lebih dari itu, yaitu 3.47. Begitu senang dan bahagianya hatiku ketika melihat hasil studiku itu, bak menerima surat cinta dari kekasih...

Besok waktuku untuk kembali berjuang menghadapi segala tugas dan padatnya jadwal mata kuliah. Semoga hasil prestasiku kemarin dapat menjadi penyemangatku untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi... SEMANGAT...!!!

...entah apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu...

Untuk seseorang yang aku sayang, yang membuat hidupku penuh warna, HENDRO ARDIANTO...


...entah apa yang membuatku jatuh cinta padamu...


Tiba – tiba kau datang dalam hidupku
tawarkan rasa yang sudah lama kuredam

Kau mampu buatku mengerti
Kau mampu buatku merindu
Kau mampu buatku mencinta
Dan kau mampu buatku butuhkanmu

Kau isi dan warnai hidupku dengan cinta
Cinta...
Hal yang sudah lama kulupa
Hal yang sudah lama tak ingin kucicip rasanya
yang lama tak ingin kurasa pahit dan manisnya

Tapi dengan lembut dan sabar
Kau kobarkan semangat dalam hati
Kau cairkan angkuh diri
yang slama ini bekukan nurani
Hingga tak sadarkan ku tlah mencinta

Ku tlah menCINTA dan SAYANGi dirimu

Tuesday, January 11, 2005

Suka...Cinta...Sayang

Setelah kita melewati bulan - bulan penuh libur, sebentar lagi kita akan memasuki bulan penuh CINTA...wuihh ketika denger kata yang hanya terdiri dari 5 huruf ini aja kita seringkali dibuat bingung...bahkan terkadang jantung kita mau copot rasanya...Apa sih sebenernya CINTA itu...???
Kalo menurut gw sih ada 3 tahapan seseorang menjalin suatu hubungan spesial dengan orang lain :
... SUKA ...
... CINTA ...
... SAYANG ...
hmmm...mungkin loe smua masi bingung apa maksudnya...
Menurut gw suatu hubungan dimulai dari perasaan tertarik n akhirnya SUKA sama seseorang...pastinya ini gampang bgt dunk buat dipahami.Truzz...ketika seseorang dah mulai suka dan berminat untuk mengenal orang yang dia suka lebih jauh muncul deh rasa yang namanya CINTA...Kalo menurut gw, cinta adalah suatu tahapan lebih dari suka dan ketika seseorang ingin memiliki orang lain untuk jadi orang yang "lebih" dan spesial dalam hidupnya.Dalam tahap ini ada kecenderungan untuk memiliki yang besar banget dan orang nggak mau kehilangan orang yang dicintainya... Dan...tahap akhir adalah SAYANG....Dalam kondisi atau tahap ini seseorang udah bisa menerima apa adanya orang yang diSAYANGinya, baik itu positif maupun negatif. Dia akan memberikan kebebasan untuk berkembang. Dia sudah nggak mikirin lagi orang yang dia sayangi udah melakukan apa untuk dia. Kalo dalam bahasa gw, “SAYANG itu kerasa lebih tulus dan dalem banget”. Dalam rasa sayang udah ngga ada lagi tuntutan bahwa "loe musti begini... loe musti begitu...".Tapi yang ada adalah rasa PERCAYA dan SALING MENGHORMATI yang bukan didasarkan atas rasa takut kehilangan, tapi karena memang dia ingin seseorang yang disayanginya meraih kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam tahap ini orang sudah mulai berpikir untuk menjaga RELASI yang spesial itu agar tetap utuh dengan menerima segala kekurangan dan kelebihan orang yang diSAYANGinya...

Ada satu kalimat yang bikin gw jadi berpikir lebih mendalam ke dalam diri gw ndiri.
“ Sebelum kamu berpikir untuk dicintai, belajarlah untuk mencintai dan bersikap pantas untuk dicintai ”
Waktu pertama kali gw denger kata – kata ini, gw biasa aja dan nggak berasa ada yang spesial. Ini merupakan sepenggal kalimat yang sering banget kita denger. Tapi kalau diperhatiin lebih lanjut disana dikatakan bahwa kita nggak hanya sekedar belajar untuk mencintai orang lain sebelum kita dicintai, tetapi kita juga harus bersikap PANTAS untuk dicintai.
Terkadang ketika kita belajar untuk mencintai orang lain, kadang kita nggak pernah berpikir apakah sikap kita itu bisa diterima atau nggak sama orang yang kita cintai. Terkadang kita terlalu egois dan memaksakan kehendak kita untuk dapat mencintai orang lain. Dan ternyata hal itu mungkin malah membuat orang yang kita cintai menjadi terkekang hidupnya dan merasa bahwa kita tidak mencintai dia tapi malah mengikat erat dia sehingga nggak bisa berkembang. Atau karena kita merasa mencintai seseorang, kita malahan mejadi sewenang – wenang terhadap orang tersebut.
Semoga hidup kita selalu diwarnai oleh cinta dan hidup ini pun jadi indah...
HIDUP CINTA...!!!

Thursday, January 06, 2005

hari pertamukuw...

hari ini pertamaku lho nulis2 di blog tersayang...
moga dengan adanya bolg ini gw bisa mencurahkan seluruh isi hati dan karya2 serrta curhatan tentang gw...
hmmm...untuk hari pertama segini dulu yupzz...kita lanjuyakan di laen kesempatan ...yukkzz ddada buabuaiii....mmmwwuuuaahhhhh.... ^Pa'ul^