Teganya kamu,
Biarkan sayap patah ini habis terkulai kupakai terbang menggapaimu.
Tapi..
Tak pernah kau raih aku dan biarkan aku jatuh telak tanpa sayapku.
*Summary / pesan singkat based on previous blog #random wokrs 5*
Tuesday, February 22, 2011
#Random Words 5
Saat sayap ini patah
Kupaksakan untuk terus terbang
Tak ingin kujatuh dan terluka parah
Karena ku yakin akan dapat terus terbang
Menuju bintang dan rembulan yang tawarkan rasa
Rasa sakit ini kubiarkan hilang tertiup angin
Rasa sakit ini kuyakin kan kering saat terbang lintasi hamparan samudra raya
Dinginnya malam, tak kuhiraukan
Ku hanya mau gapai indah rembulan dengan segala asa
Kubiarkan sayapku kebal akan luka
Kubiarkan ragaku mati rasa
Kubiarkan hatiku tetap berjuang demi indahnya sang rembulan
Namun, tak kusadari
Rasa sakit ini semakin menggerogoti
Sakit ini semakin membunuh raga
Sakit ini semakin melukai hati
Saat ini aku sadar, aku lelah......
Ku sadar ku tak akan sampai ke sana
Ku merasa ku tak akan gapai bintang dan rembulan
Karena semua itu hanya fatamorgana
Yang terlalu berlebih untuk kurasa
Kukira bintang dan rembulan inginkan aku ke sana
Ternyata mereka terlalu jauh untuk kugapai
Sekuat tenaga ini kuterus terbang hanyalah sia-sia
Yang ada, kukorbankan sayap patah ini
Yang sudah tak tersisa lagi
Kuputuskan untuk menyerah
Terbunuh malam
Dan jatuh dalam kubangan yang dalam
Kuharap sayapku tumbuh lagi
Sambil sendiri dalam perenungan,
Memandang bintang dan rembulan yang semakin redup
Yang tak akan berikan senyum itu lagi padaku
Tapi ku disini kan jadi sahabatmu paling setia
Temani engkau wahai bintang dan rembulan dalam kelamnya malam...
Got failed and fall in love in the same time made me so stupid.
Kupaksakan untuk terus terbang
Tak ingin kujatuh dan terluka parah
Karena ku yakin akan dapat terus terbang
Menuju bintang dan rembulan yang tawarkan rasa
Rasa sakit ini kubiarkan hilang tertiup angin
Rasa sakit ini kuyakin kan kering saat terbang lintasi hamparan samudra raya
Dinginnya malam, tak kuhiraukan
Ku hanya mau gapai indah rembulan dengan segala asa
Kubiarkan sayapku kebal akan luka
Kubiarkan ragaku mati rasa
Kubiarkan hatiku tetap berjuang demi indahnya sang rembulan
Namun, tak kusadari
Rasa sakit ini semakin menggerogoti
Sakit ini semakin membunuh raga
Sakit ini semakin melukai hati
Saat ini aku sadar, aku lelah......
Ku sadar ku tak akan sampai ke sana
Ku merasa ku tak akan gapai bintang dan rembulan
Karena semua itu hanya fatamorgana
Yang terlalu berlebih untuk kurasa
Kukira bintang dan rembulan inginkan aku ke sana
Ternyata mereka terlalu jauh untuk kugapai
Sekuat tenaga ini kuterus terbang hanyalah sia-sia
Yang ada, kukorbankan sayap patah ini
Yang sudah tak tersisa lagi
Kuputuskan untuk menyerah
Terbunuh malam
Dan jatuh dalam kubangan yang dalam
Kuharap sayapku tumbuh lagi
Sambil sendiri dalam perenungan,
Memandang bintang dan rembulan yang semakin redup
Yang tak akan berikan senyum itu lagi padaku
Tapi ku disini kan jadi sahabatmu paling setia
Temani engkau wahai bintang dan rembulan dalam kelamnya malam...
Got failed and fall in love in the same time made me so stupid.
Wednesday, February 16, 2011
#Random Words 4
When we spent times together, I feel so damn happy...
When we seperated, I feel so damn bad...
They say, it will be temporary illusion of love
But, why it takes so long time for me missing you everyday?
Is it called Love..?
Just feel it and go with no expect to any....
*Inspiring from 'Hello Stranger'
When we seperated, I feel so damn bad...
They say, it will be temporary illusion of love
But, why it takes so long time for me missing you everyday?
Is it called Love..?
Just feel it and go with no expect to any....
*Inspiring from 'Hello Stranger'
Tuesday, February 15, 2011
Curhat Sahabat : Masa Depan Cinta
Di sebuah pagi, dalam sebuah ruangan 3x5 m
Saat itu matahari masih menyelinap masuk melalui jendela yang ada dalam ruang itu..
Dimulai dengan sebuah cerita dari serangkaian mawar putih dan pink yang diberikan semalam kepada teman saya oleh seorang laki-laki..
Tentu saja rasa penasaran yang tinggi menghinggap untuk tahu bagaimana buket mawar itu diberikan dalam kepada teman saya ini..
Dalam rangkaian kata-kata, teman saya menceritakan bagaimana sang pemuda yang selama ini memberi perhatian kepadanya memberikan kejutan manis, semanis cerita dalam dongeng putri dan pangeran berkuda putih..
Rangkaian mawar itu diberikan untuk memulai rangkaian kejutan manis yang lainnya.
Hamparan bunga sepanjang jalan menuju balkon untuk mereka makan malam..
Keromantisan yang semakin lengkap dengan iringan lagu cinta yang dimainkan dengan seorang pianis handal..
Namun, semua kejadian manis dan romantis itu menimbulkan sebuah kebimbangan baru yang menjalar dalam hati teman saya ini..
Bagaimana tidak, saat ini dia sudah bersama dengan orang lain..
Walaupun, sudah hampir 5 atau 6 bulan ini hubungan mereka merenggang akibat kekecewaan yang pernah ditorehkan oleh laki-laki itu ke dalam hati teman saya ini..
Bagaimana setelah hampir 5 tahun mereka bersama, ternyata banyak hal dan nilai hidup yang berbeda di antara mereka berdua..
Bagaimana ekspektasi di antara mereka berdua dalam melihat masa depan sudah berbeda arah pandangan..
Lalu, bagaimana dengan laki-laki bak pangeran berkuda putih yang memberikan serangkaian keromantisan dalam hati teman saya ini..?
Mulailah dia bercerita, bagaimana selama ini laki-laki itu datang dalam hidupnya..
Awalnya, teman saya merasa dia bukan orang yang akan diberikan kesempatan untuk masuk dalam hidupnya
Namun, ada sesuatu yang berbeda ditawarkan oleh laki-laki ini kepada dia.
Bukan semata-mata menjual dan mengumbar keromantisan..
Namun, laki-laki itu datang dengan sejuta harapan untuk masa depan cinta yang lebih baik.
Sejuta harapan yang didasari oleh nilai-nilai hidup yang akan memampukan sebuah kehidupan cinta yang penuh dengan ketulusan, kejujuran, dan rasa aman..
Mulailah dari sana, saya dan dia mulai menyimpulkan bagaimana seharusnya masa depan cinta
Bagaimana hidup ini akan lebih indah dan sempurna bila seseorang mencintai kita apa adanya
Bagaimana hidup percintaan kadang harus berakhir dengan sebuah logika..
Sebuah logika.. bukan karena ada yang salah dengan cinta yang telah terbangun selama ini..
Namun, logika tentang harapan akan sebuah kehidupan cinta di masa depan..
Yang menyadarkan bahwa tidak semata-mata cinta yang lama telah terjalin selalu berakhir hingga ke
jenjang yang lebih sempurna lagi, yaitu sebuah perkawinan..
Selintas, masih jelas dalam ingatan saya, seorang rekan kerja yang suatu hari memberikan kabar,
"Girls.. Gue mau dilamar nih.."
"Wuahhh... selamat yah... Akhirnya yahh setelah 7 tahun pacaran, dilamar juga loe sama orang ini"
"Ehh.. ehh.. bukan sama dia gue bakal married.. Sama anaknya temen nyokap gue"
"Haaahhh !!! kok bisa.. Gilakkk loe.. Emang gak cinta loe sama pacar loe yang 7 tahun niihh?"
"Cinta lah.. gilak apah udah 7 tahun.. Tapi dia ternyata bukan orang yang gue cari.. Belum dewasa.. Dia bukan buat gue deh kayaknya.. Kalau sama anaknya temen nyokap yang dijodohin ke gue.. orangnya dewasa.. dan bisa kasih hubungan yang nyaman buat gue.. Dan point yang lebih penting adalah, dia bisa jadi sosok suami yang akan ngemong dan mengarahkan gue sebagai istri.."
"Hmmm.. yah.. yah... Tapi gilak ahhh loe.. coba dipikir lagih.. Emang cinta 7 tahun gak cukup.. Kasihan kaleee tuh orang.. Udah spend time lama sama elo, terus loe tinggalin gituh ajah"
"Lebih kasihan lagih, kalau ternyata pas gue kawin sama dia, kita gak cocok dan dia tersiksa kawin sama gue."
Dari pengalaman teman saya ini, mulailah kami membuka paradigma baru akan sebuah masa depan cinta.
Untuk sebuah masa depan cinta harus dengan dimulai dengan sebuah keberanian yang luar biasa..
Keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri dan keberanian untuk mengungkapkan segala logika
Logika yang mungkin akhirnya harus dimenangkan untuk memberikan ruang kepada hati ini untuk tidak terlampau jauh untuk sakit hati dan akhirnya menyesal telah salah melangkah..
Logika, untuk mengakui ketidakcocokan fundamental yang akan menyebabkan hubungan penuh kompromi karena sebuah keterpaksaan..
Toh.. kita semua tentunya ingin yang terbaik untuk diri kita..
Terbaik bukan semata-mata secara lahiriah..
Namun, lebih penting lagi mendapat yang terbaik dalam kecocokan jiwa dan rasa..
Rasa akan nilai hidup..
Karena dengan nilai-nilai inilah sebuah hidup akan menjadi lebih hidup dengan saling melengkapi.
Saat itu matahari masih menyelinap masuk melalui jendela yang ada dalam ruang itu..
Dimulai dengan sebuah cerita dari serangkaian mawar putih dan pink yang diberikan semalam kepada teman saya oleh seorang laki-laki..
Tentu saja rasa penasaran yang tinggi menghinggap untuk tahu bagaimana buket mawar itu diberikan dalam kepada teman saya ini..
Dalam rangkaian kata-kata, teman saya menceritakan bagaimana sang pemuda yang selama ini memberi perhatian kepadanya memberikan kejutan manis, semanis cerita dalam dongeng putri dan pangeran berkuda putih..
Rangkaian mawar itu diberikan untuk memulai rangkaian kejutan manis yang lainnya.
Hamparan bunga sepanjang jalan menuju balkon untuk mereka makan malam..
Keromantisan yang semakin lengkap dengan iringan lagu cinta yang dimainkan dengan seorang pianis handal..
Namun, semua kejadian manis dan romantis itu menimbulkan sebuah kebimbangan baru yang menjalar dalam hati teman saya ini..
Bagaimana tidak, saat ini dia sudah bersama dengan orang lain..
Walaupun, sudah hampir 5 atau 6 bulan ini hubungan mereka merenggang akibat kekecewaan yang pernah ditorehkan oleh laki-laki itu ke dalam hati teman saya ini..
Bagaimana setelah hampir 5 tahun mereka bersama, ternyata banyak hal dan nilai hidup yang berbeda di antara mereka berdua..
Bagaimana ekspektasi di antara mereka berdua dalam melihat masa depan sudah berbeda arah pandangan..
Lalu, bagaimana dengan laki-laki bak pangeran berkuda putih yang memberikan serangkaian keromantisan dalam hati teman saya ini..?
Mulailah dia bercerita, bagaimana selama ini laki-laki itu datang dalam hidupnya..
Awalnya, teman saya merasa dia bukan orang yang akan diberikan kesempatan untuk masuk dalam hidupnya
Namun, ada sesuatu yang berbeda ditawarkan oleh laki-laki ini kepada dia.
Bukan semata-mata menjual dan mengumbar keromantisan..
Namun, laki-laki itu datang dengan sejuta harapan untuk masa depan cinta yang lebih baik.
Sejuta harapan yang didasari oleh nilai-nilai hidup yang akan memampukan sebuah kehidupan cinta yang penuh dengan ketulusan, kejujuran, dan rasa aman..
Mulailah dari sana, saya dan dia mulai menyimpulkan bagaimana seharusnya masa depan cinta
Bagaimana hidup ini akan lebih indah dan sempurna bila seseorang mencintai kita apa adanya
Bagaimana hidup percintaan kadang harus berakhir dengan sebuah logika..
Sebuah logika.. bukan karena ada yang salah dengan cinta yang telah terbangun selama ini..
Namun, logika tentang harapan akan sebuah kehidupan cinta di masa depan..
Yang menyadarkan bahwa tidak semata-mata cinta yang lama telah terjalin selalu berakhir hingga ke
jenjang yang lebih sempurna lagi, yaitu sebuah perkawinan..
Selintas, masih jelas dalam ingatan saya, seorang rekan kerja yang suatu hari memberikan kabar,
"Girls.. Gue mau dilamar nih.."
"Wuahhh... selamat yah... Akhirnya yahh setelah 7 tahun pacaran, dilamar juga loe sama orang ini"
"Ehh.. ehh.. bukan sama dia gue bakal married.. Sama anaknya temen nyokap gue"
"Haaahhh !!! kok bisa.. Gilakkk loe.. Emang gak cinta loe sama pacar loe yang 7 tahun niihh?"
"Cinta lah.. gilak apah udah 7 tahun.. Tapi dia ternyata bukan orang yang gue cari.. Belum dewasa.. Dia bukan buat gue deh kayaknya.. Kalau sama anaknya temen nyokap yang dijodohin ke gue.. orangnya dewasa.. dan bisa kasih hubungan yang nyaman buat gue.. Dan point yang lebih penting adalah, dia bisa jadi sosok suami yang akan ngemong dan mengarahkan gue sebagai istri.."
"Hmmm.. yah.. yah... Tapi gilak ahhh loe.. coba dipikir lagih.. Emang cinta 7 tahun gak cukup.. Kasihan kaleee tuh orang.. Udah spend time lama sama elo, terus loe tinggalin gituh ajah"
"Lebih kasihan lagih, kalau ternyata pas gue kawin sama dia, kita gak cocok dan dia tersiksa kawin sama gue."
Dari pengalaman teman saya ini, mulailah kami membuka paradigma baru akan sebuah masa depan cinta.
Untuk sebuah masa depan cinta harus dengan dimulai dengan sebuah keberanian yang luar biasa..
Keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri dan keberanian untuk mengungkapkan segala logika
Logika yang mungkin akhirnya harus dimenangkan untuk memberikan ruang kepada hati ini untuk tidak terlampau jauh untuk sakit hati dan akhirnya menyesal telah salah melangkah..
Logika, untuk mengakui ketidakcocokan fundamental yang akan menyebabkan hubungan penuh kompromi karena sebuah keterpaksaan..
Toh.. kita semua tentunya ingin yang terbaik untuk diri kita..
Terbaik bukan semata-mata secara lahiriah..
Namun, lebih penting lagi mendapat yang terbaik dalam kecocokan jiwa dan rasa..
Rasa akan nilai hidup..
Karena dengan nilai-nilai inilah sebuah hidup akan menjadi lebih hidup dengan saling melengkapi.
Surat Cinta Untukmu
'Pagiii... apa kabar?
Lagi apa di sana?
Have a nice day yah....
Udah makan kan...
Udah pulang..?
Hari ini pasti capek banget yah...
Tapi hari ini lancar kan kerjaannya..?
Yau dah.. sekarang istirahat yahh...
Nite...'
'Pagi... Semangat yahhh..
Hari ini gue pulang dulu.. Makasi udah ditemenin jalan-jalan..
Gonna miss this city... and gonna miss you...'
Barisan kata membentuk dialog yang muncul setelah moment itu hadir dalam hidupku..
Sebenarnya, tak pernah ku duga akan jadi begini..
benar-benar tak pernah terbayangkan.. aku jadi tergila akan sikapmu dan selalu penasaran akan hatimu..
Masih jelas dalam ingatanku, saat kamu sapa aku dengan senyum termanismu..
Kamu tanya kapan kita bisa bertemu... Untuk sekedar memberikan buah tangan untukku..
Aku tak tahu apa maksud mu saat itu... Saat kamu menghampiriku, menjadikan banyak kata sebagai dialog antara aku dan kamu.. Saat kamu menyebut hal itu sebagai sebuah tindakan yang terlalu agresif..
Nope.. I just like you treat me like this..
Datang dalam hidupku.. Penuhi hidupku dengan senyummu yang selalu penuh semangat dan optimisme..
Saat bola mata itu isyaratkan sesuatu yang indah...
Saat kamu perhatikan aku dari jauh.. dan diam-diam beri perhatian lewat pesan singkat melalui BBM..
Kamu mulai sapa hatiku...
Buat jantung ini bergelora saat dekat denganmu..
Kamu beri aku senyum itu..
Kamu beri perhatian itu..
Kamu beri rasa nyaman itu..
Namun.. entah mengapa sekarang kamu lebih banyak diam.. seribu kata..
Namun gesture tubuh itu tak ingin isyaratkan diam..
Entah apa yang ada dalam pikiranmu...
Apakah ada hal yang salah dalam kata atau sikapku..
Kau buat hati ini naik dan jatuh begitu drastis..
Please.. say something to make me knowing better about you..
Saat ini, aku hanya berharap mengenal kamu dan hatimu lebih dalam lagi
Saat ini, aku hanya berharap bisa bicara banyak dengan mu, tentang banyak hal..
Tentang hidupmu.. tentang dirimu.. tentang kesukaanmu.. tentang aktivitasmu.. tentang harapanmu..
Namun.. bila memang kamu tak ingin bicara tentang itu semua dengan ku, katakan saja..
Bila kamu tak ingin aku mengenalmu lebih jauh ungkapkan saja..
Aku tak akan kecewa dengan itu..
Karena 2 bulan ini mengenalmu telah membuat hidupku penuh warna
Buat aku bersabar dan belajar mengertimu apa adanya..
Walaupun, sekarang.. di sini.. Aku selalu menunggu kata darimu..
Menunggu jawaban darimu..
Apakah kita akan mulai mengenal satu sama lain..?
Kisah dalam sebuah penggalan lagu, yang kamu nyanyikan dengan penuh penghayatan saat itu di sampingku..
"Apa salahku
Kau buat begini
Kau tarik ulur hatiku
Hingga sakit yang ku rasa
Apa memang ini yang kamu inginkan
Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku
Katakan yang sebenarnya
Jangan mau tak mau seperti ini"
My Life Character
Kata orang, gue tuh anaknya serius banget..
Padahal, muka gue nih serius gini, cuma dibuat untuk projek pencitraan hidup gue..
Bak Pak Beye yang menggunakan trik pencitraan dalam strategi politiknya, begitu pun gue yang menggunakan trik muka serius dalam stratgei kehidupan gue..
Entah disengaja atau tidak, Tuhan memang membuat segala sesuatu yang ada di dunia ini seimbang..
Muka serius gue diciptakan seimbang dengan proses otak gue yang kadang-kadang lebih banyak output konyolnya dibandingkan dengan seriusnya..
Sebenernya sih dulu cita-cita pengen jadi pelawak macem Nicta Gina alias Jeng Kelin, atau gak Fitri Tropica dengan gaya kejut seluruh tubuh..
Tapi apa daya, gak pernah lolos casting, karena cetakan muka gue lebih pas kalo jadi peran antagonis macem pembunuh berdarah dingin atau gak jadi tokoh teroris di pedalaman afrika yang siap melakukan bom bunuh diri.
Gue sendiri juga bingung yah dengan hidup gue yang tergolong gak pernah serius.. *menurut gue lohh yahhh
Selain itu juga, dengan kapasitas CPU (otak) gue yang kadang lebih banyak lemotnya dibandingin normal, somehow gue berusaha dengan sangat keras untuk menyimbangkan cetakan muka gue yang udah terlanjur diciptakan serius oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Gue kadang membayangkan dunia gue nih, sebagai dunia dengan banyak karaktek animasi dan kartun.. Macem Power Ranger, Cibhi Maruko Chan, Satria Baja Hitam, Saint Seiya, Dragon Ball, Candy-Candy, Totally Spies, dan banyak karakter animasi lainnya.
Kalau gue mengidentikan diri gue sendiri lebih dekat dengan Candy-candy..
Yah.. candy-candy dengan semua karakternya : clumsy, tomboy, ceria, konyol, ugal-ugalan, dan terkadang melowwww bgt....
Tapi di satu sisi, sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan automotif besar di Indonesia, pencitraan menjadi sosok yang serius kerap gue pergunakan untuk menjaga profesionalitas..
Sometimes, I missed to be me as Candy-candy character..
Feel free.. can do what I want..
Daaarrrr.. udah jam 3 sore ajah...
Asyik bengong dan utak atik blog.. Sampe lupa deyhh punya janji deadline sama bos....
Kerjaan belom kepegang sama sekali.. Mood beloman ngumpul nihhhh... Ampyuuunnn deyhhhh..
Oke.. It's time for being serious person againnnn....
huuuuffhhhhh...
Padahal, muka gue nih serius gini, cuma dibuat untuk projek pencitraan hidup gue..
Bak Pak Beye yang menggunakan trik pencitraan dalam strategi politiknya, begitu pun gue yang menggunakan trik muka serius dalam stratgei kehidupan gue..
Entah disengaja atau tidak, Tuhan memang membuat segala sesuatu yang ada di dunia ini seimbang..
Muka serius gue diciptakan seimbang dengan proses otak gue yang kadang-kadang lebih banyak output konyolnya dibandingkan dengan seriusnya..
Sebenernya sih dulu cita-cita pengen jadi pelawak macem Nicta Gina alias Jeng Kelin, atau gak Fitri Tropica dengan gaya kejut seluruh tubuh..
Tapi apa daya, gak pernah lolos casting, karena cetakan muka gue lebih pas kalo jadi peran antagonis macem pembunuh berdarah dingin atau gak jadi tokoh teroris di pedalaman afrika yang siap melakukan bom bunuh diri.
Gue sendiri juga bingung yah dengan hidup gue yang tergolong gak pernah serius.. *menurut gue lohh yahhh
Selain itu juga, dengan kapasitas CPU (otak) gue yang kadang lebih banyak lemotnya dibandingin normal, somehow gue berusaha dengan sangat keras untuk menyimbangkan cetakan muka gue yang udah terlanjur diciptakan serius oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Gue kadang membayangkan dunia gue nih, sebagai dunia dengan banyak karaktek animasi dan kartun.. Macem Power Ranger, Cibhi Maruko Chan, Satria Baja Hitam, Saint Seiya, Dragon Ball, Candy-Candy, Totally Spies, dan banyak karakter animasi lainnya.
Kalau gue mengidentikan diri gue sendiri lebih dekat dengan Candy-candy..
Yah.. candy-candy dengan semua karakternya : clumsy, tomboy, ceria, konyol, ugal-ugalan, dan terkadang melowwww bgt....
Tapi di satu sisi, sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan automotif besar di Indonesia, pencitraan menjadi sosok yang serius kerap gue pergunakan untuk menjaga profesionalitas..
Sometimes, I missed to be me as Candy-candy character..
Feel free.. can do what I want..
Daaarrrr.. udah jam 3 sore ajah...
Asyik bengong dan utak atik blog.. Sampe lupa deyhh punya janji deadline sama bos....
Kerjaan belom kepegang sama sekali.. Mood beloman ngumpul nihhhh... Ampyuuunnn deyhhhh..
Oke.. It's time for being serious person againnnn....
huuuuffhhhhh...
Untuk Kamu yang Ada di Sana
Hai kamu di sana..
Aku curiga deh, kayaknya sedari kecil kamu banyak main petak umpet yah..
Dan aku tau, tempat favorit kamu untuk sembunyi..
Kamu suka sembunyi di lemari es kannn..? (a.k.a Kulkas bahasa kerennya)
Atau sedari masa puber, kamu suka bergaul sama tukang es puter dan sempet kepeleset jatuh masuk gentong es nya yah...
Atau waktu mulai kuliah, kamu pasti terobsesi jadi penemu TV Flat yah..
Entah bagaimana sih proses persepsi yang ada di kepala kamu..
Setiap jokes yang aku lontarkan cuman dijawab maksimal 6 kali "HA" sama kamu..
Mungkin lain kali aku main sama kamu, aku bakal ajak kamu berjemur di pantai dehh..
Biat hati kamu tuh encer kayak sop buah...
Atau gak, aku bakalan kasih sunburn cream ke kamu supaya kamu mencair gak jadi patung es lagi disebelah aku.
Ayooo duooonnkkkk ngomong atuh..
Sariawan kang..? atau lagi sakit perut jadi gak bisa ngomong..?
Hahahahahahaha...
Tapi, aku janji akan jadi seorang penemu decoder tv langganan yang isinya channel humor.
Biar bisa di stel di TV Flat mu dan bikin kamu ceria terus sepanjang waktu..
Am I weird??? Bodo amat deyhh..
Daripada kamu, patung es yang doyannya koleksi TV flat...
TV Flat Screen emang keren... tapi manusia flat emotion.. huhuhuhuhuhuh... Bikin gemesss deyhhhhh
Aku curiga deh, kayaknya sedari kecil kamu banyak main petak umpet yah..
Dan aku tau, tempat favorit kamu untuk sembunyi..
Kamu suka sembunyi di lemari es kannn..? (a.k.a Kulkas bahasa kerennya)
Atau sedari masa puber, kamu suka bergaul sama tukang es puter dan sempet kepeleset jatuh masuk gentong es nya yah...
Atau waktu mulai kuliah, kamu pasti terobsesi jadi penemu TV Flat yah..
Entah bagaimana sih proses persepsi yang ada di kepala kamu..
Setiap jokes yang aku lontarkan cuman dijawab maksimal 6 kali "HA" sama kamu..
Mungkin lain kali aku main sama kamu, aku bakal ajak kamu berjemur di pantai dehh..
Biat hati kamu tuh encer kayak sop buah...
Atau gak, aku bakalan kasih sunburn cream ke kamu supaya kamu mencair gak jadi patung es lagi disebelah aku.
Ayooo duooonnkkkk ngomong atuh..
Sariawan kang..? atau lagi sakit perut jadi gak bisa ngomong..?
Hahahahahahaha...
Tapi, aku janji akan jadi seorang penemu decoder tv langganan yang isinya channel humor.
Biar bisa di stel di TV Flat mu dan bikin kamu ceria terus sepanjang waktu..
Am I weird??? Bodo amat deyhh..
Daripada kamu, patung es yang doyannya koleksi TV flat...
TV Flat Screen emang keren... tapi manusia flat emotion.. huhuhuhuhuhuh... Bikin gemesss deyhhhhh
Monday, February 07, 2011
Cinta dalam Pluralisme
Saya biru dia merah..
Dia hitam saya putih..
Kaya.. miskin.. cantik.. buruk.. jawa.. papua..
Mengapa terlalu terpaku akan banyaknya identitas itu?
Identitas diciptakan untuk mempermudah orang mengenali sesuatu..
Mereka diciptakan untuk mempermudah kita menyebutkan sesuatu..
Namun seringkali si identitas lebih banyak disudutkan dan dimasukkan dalam kotak untuk akhirnya malah membedakan.
Kalau saya merah..berarti saya bukan biru dan tidak akan berubah menjadi biru.. Padahal bila biru dan merah bersatu, dapat menjadi sebuah warna baru yang indah, yaitu ungu dan semakin menambah keragaman yang ada..
Entah apa yang telintas di dalam pikiranmu, saat kau ingin membunuh sang biru, agar dunia hanya berwarna merah..
Apa wujudnya dunia ini bila semua makhluk dan benda di dunia ini hanya memiliki satu warna..
Mungkin tak akan pernah ada matahari dengan sinar keemasannya..
Mungkin tak akan pernah ada rerumputan hijau yang menyapa segar di pagi hari..
Mungkin tak akan pernah ada pelangi dengan senyum me ji ku hi bi ni u-nya..
Mungkin tak akan pernah ada CINTA yang membuat hidup ini bergejolak dan penuh dengan warna..
Padahal.. Tuhan selalu mencipta dengan banyak keragaman..
Laki-laki diciptakan dengan perempuan, makhluk yang sungguh berbeda, untuk dapat memenuhi dunia ini dengan cinta dan keturunan..
Berbagai ras dengan beragam nilai rasa ada agar kebudayaan terus berkembang dipelajari oleh manusia, dan dapat belajar untuk saling bertoleransi
Sekilas, ingatanku melayang ke waktu 6 tahun lalu, di mana ada seorang laki-laki muslim yang menaruh rasa sayangnya terhadap diriku yang seorang nasrani ini..
Ingat jelas dalam ingatanku, bagaimana asyiknya kami saling memahami budaya dan tradisi masing-masing dalam merayakan beberapa hari raya yang kami masing-masing jalani..
Saling mengucap selamat atas hari raya dan ikut serta dalam perayaannya..
Sekilas pun aku teringat betapa senangnya teman-teman keturunan Tionghoa, bahwa mereka sekarang boleh merayakan Imlek dengan tenang dan penuh sukacita..
Dan tentunya.. kami pun yang tidak berdarah Tionghoa ikut senang, karena tentunya kami pun bisa menikmati libur tambahan disela-sela kesibukan pekerjaan kami.. Yahh.. karena Imlek sekarang menjadi salah satu hari libur nasional negara tercinta kami...
Dan bangganya saya menjadi warga Indonesia.. Kami di sini merayakan banyak Hari Raya Tahun Baru, yaitu Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Islam, dan Tahun Baru Imlek.. yang tentunya saja semakin menambah angka berwarna merah dalam kalender kerja kami..
Jadi.. tidak bisakah kita berpikir simple dan mensyukuri keberagaman yang ada di sekeliling kita
Dengan saling menghargai.. menghormati.. dan juga mencintai...
Karena dengan CINTA lah.. semua keberagaman itu akan terasa indah sebagai anugrah dari yang Ilahi...
Tulisan atas keprihatinan matinya Pluralisme di negara Indonesia tercinta ini..
Matinya rasa solidaritas dan tenggang rasa atas saudara sebangga dan setanah air
Khusus didesikasikan untuk teman-teman yang berjuang demi Cinta dalam keberbedaan. :)
Dia hitam saya putih..
Kaya.. miskin.. cantik.. buruk.. jawa.. papua..
Mengapa terlalu terpaku akan banyaknya identitas itu?
Identitas diciptakan untuk mempermudah orang mengenali sesuatu..
Mereka diciptakan untuk mempermudah kita menyebutkan sesuatu..
Namun seringkali si identitas lebih banyak disudutkan dan dimasukkan dalam kotak untuk akhirnya malah membedakan.
Kalau saya merah..berarti saya bukan biru dan tidak akan berubah menjadi biru.. Padahal bila biru dan merah bersatu, dapat menjadi sebuah warna baru yang indah, yaitu ungu dan semakin menambah keragaman yang ada..
Entah apa yang telintas di dalam pikiranmu, saat kau ingin membunuh sang biru, agar dunia hanya berwarna merah..
Apa wujudnya dunia ini bila semua makhluk dan benda di dunia ini hanya memiliki satu warna..
Mungkin tak akan pernah ada matahari dengan sinar keemasannya..
Mungkin tak akan pernah ada rerumputan hijau yang menyapa segar di pagi hari..
Mungkin tak akan pernah ada pelangi dengan senyum me ji ku hi bi ni u-nya..
Mungkin tak akan pernah ada CINTA yang membuat hidup ini bergejolak dan penuh dengan warna..
Padahal.. Tuhan selalu mencipta dengan banyak keragaman..
Laki-laki diciptakan dengan perempuan, makhluk yang sungguh berbeda, untuk dapat memenuhi dunia ini dengan cinta dan keturunan..
Berbagai ras dengan beragam nilai rasa ada agar kebudayaan terus berkembang dipelajari oleh manusia, dan dapat belajar untuk saling bertoleransi
Sekilas, ingatanku melayang ke waktu 6 tahun lalu, di mana ada seorang laki-laki muslim yang menaruh rasa sayangnya terhadap diriku yang seorang nasrani ini..
Ingat jelas dalam ingatanku, bagaimana asyiknya kami saling memahami budaya dan tradisi masing-masing dalam merayakan beberapa hari raya yang kami masing-masing jalani..
Saling mengucap selamat atas hari raya dan ikut serta dalam perayaannya..
Sekilas pun aku teringat betapa senangnya teman-teman keturunan Tionghoa, bahwa mereka sekarang boleh merayakan Imlek dengan tenang dan penuh sukacita..
Dan tentunya.. kami pun yang tidak berdarah Tionghoa ikut senang, karena tentunya kami pun bisa menikmati libur tambahan disela-sela kesibukan pekerjaan kami.. Yahh.. karena Imlek sekarang menjadi salah satu hari libur nasional negara tercinta kami...
Dan bangganya saya menjadi warga Indonesia.. Kami di sini merayakan banyak Hari Raya Tahun Baru, yaitu Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Islam, dan Tahun Baru Imlek.. yang tentunya saja semakin menambah angka berwarna merah dalam kalender kerja kami..
Jadi.. tidak bisakah kita berpikir simple dan mensyukuri keberagaman yang ada di sekeliling kita
Dengan saling menghargai.. menghormati.. dan juga mencintai...
Karena dengan CINTA lah.. semua keberagaman itu akan terasa indah sebagai anugrah dari yang Ilahi...
Tulisan atas keprihatinan matinya Pluralisme di negara Indonesia tercinta ini..
Matinya rasa solidaritas dan tenggang rasa atas saudara sebangga dan setanah air
Khusus didesikasikan untuk teman-teman yang berjuang demi Cinta dalam keberbedaan. :)
Saturday, February 05, 2011
#Random Words 3
Aku...
Kamu...
Dia...
Kalian...
Kita...
Mereka...
Terlalu banyak kata yang terbuai
Ceritamu..
Ceritaku..
Tak pernah putus rasanya bila bicara denganmu
Ada ceria, sedih, konyol, marah, manja,dan cemburu
Semua tumpah jadi satu
Bahkan kadang tak ingat bagaimana mulainya dialog itu
Kamu...
Dia...
Kalian...
Kita...
Mereka...
Terlalu banyak kata yang terbuai
Ceritamu..
Ceritaku..
Tak pernah putus rasanya bila bicara denganmu
Ada ceria, sedih, konyol, marah, manja,dan cemburu
Semua tumpah jadi satu
Bahkan kadang tak ingat bagaimana mulainya dialog itu
Thursday, February 03, 2011
#Random Words 2
Senyum itu..
Tatap itu...
Hal yang tidak bisa kutolak..
Buat hati ini meleleh dan gemetar gak karuan
Membuat bibir ini kaku tanpa kata
Membuat otak ini mendadak bodoh akan ide
Ku tak tahu.. Rasa apa ini?
Tak ingin menduga apalagi mencoba berharap.
Hanya menikmati rasa ini.. sendiri...
Yakkk.. Anda mulai memasuki waktu Indonesia bagian Galau...
Tatap itu...
Hal yang tidak bisa kutolak..
Buat hati ini meleleh dan gemetar gak karuan
Membuat bibir ini kaku tanpa kata
Membuat otak ini mendadak bodoh akan ide
Ku tak tahu.. Rasa apa ini?
Tak ingin menduga apalagi mencoba berharap.
Hanya menikmati rasa ini.. sendiri...
Yakkk.. Anda mulai memasuki waktu Indonesia bagian Galau...
#Random Perception 1
"Mau dijemput?"
"Gak deh.. Bisa sendiri kok."
"Dijemput aja yah.."
"Beneran bisa kok pulang sendiri.. Gak usah repot."
"R u sure?"
"Yup.. I'm sure.."
*Pas pulang..
"Anjrit.. Mendung nehh.. Buru2 jalan dehh.. Tadi kenapa nolak dijemput yah?
Masa sekarang minta jemput sih. Mau ditaroh kemana muke gue?"
*tiba-tiba bbm masuk..
"Udah di jalan?"
"Udah nih.. Baru naik angkot.. Macet plus ujan."
"Dapet tempat duduk gak?"
"Gak nih.. Kaki udah mulai gemeteran lagih."
"Hmmm.. Mau dijemput gak?"
*mikir....
"Gak dehh.. Dilanjutin ngangkot ajah.."
"R u sure?"
"Yup.. try my best.."
"Ya udah kalau udah sampai, kabarin yah.."
*mikir lagih...
Kenapa gue tolak sihh.. Udah ujan.. macet2an.. gak dapet duduk.. kaki gemeteran.. Dan sekarang nyesel.. Kerepotan sendiri dalem angkot..
Dialog absurd ditengah kegalauan...
5 Januari 2011
"Gak deh.. Bisa sendiri kok."
"Dijemput aja yah.."
"Beneran bisa kok pulang sendiri.. Gak usah repot."
"R u sure?"
"Yup.. I'm sure.."
*Pas pulang..
"Anjrit.. Mendung nehh.. Buru2 jalan dehh.. Tadi kenapa nolak dijemput yah?
Masa sekarang minta jemput sih. Mau ditaroh kemana muke gue?"
*tiba-tiba bbm masuk..
"Udah di jalan?"
"Udah nih.. Baru naik angkot.. Macet plus ujan."
"Dapet tempat duduk gak?"
"Gak nih.. Kaki udah mulai gemeteran lagih."
"Hmmm.. Mau dijemput gak?"
*mikir....
"Gak dehh.. Dilanjutin ngangkot ajah.."
"R u sure?"
"Yup.. try my best.."
"Ya udah kalau udah sampai, kabarin yah.."
*mikir lagih...
Kenapa gue tolak sihh.. Udah ujan.. macet2an.. gak dapet duduk.. kaki gemeteran.. Dan sekarang nyesel.. Kerepotan sendiri dalem angkot..
Dialog absurd ditengah kegalauan...
5 Januari 2011
Tolonglah Cinta
Apa rasanya jatuh cinta (lagi)?
Bagaimana memulai untuk merasa jatuh cinta (lagi)?
Sepertinya dulu, gak perlu usaha keras deh untuk bisa jatuh cinta.
Mengapa sekarang jatuh cinta menjadi suatu hal yang sulit untuk dicerna.
Apakah, karena aku sudah terlalu lama untuk tidak merasakan cinta itu jatuh di depan ku?
Jujur, teman-teman.. aku sungguh bingung.
Benarkah aku sedang jatuh cinta?
Atau... Masih bolehkah aku merasakan jatuh cinta (lagi)?
Sungguh.. aku tak ingin sendiri..
Ingin kurasakan dijatuhi rasa cinta lagi..
Sebuah rasa cinta yang penuh kejujuran dan apa adanya..
Sebuah rasa cinta yang dapat menjagaku..
Hingga hati ini tak kurasakan beku..
Tolong Cinta... Jatuhlah dihadapanku..
Bagaimana memulai untuk merasa jatuh cinta (lagi)?
Sepertinya dulu, gak perlu usaha keras deh untuk bisa jatuh cinta.
Mengapa sekarang jatuh cinta menjadi suatu hal yang sulit untuk dicerna.
Apakah, karena aku sudah terlalu lama untuk tidak merasakan cinta itu jatuh di depan ku?
Jujur, teman-teman.. aku sungguh bingung.
Benarkah aku sedang jatuh cinta?
Atau... Masih bolehkah aku merasakan jatuh cinta (lagi)?
Sungguh.. aku tak ingin sendiri..
Ingin kurasakan dijatuhi rasa cinta lagi..
Sebuah rasa cinta yang penuh kejujuran dan apa adanya..
Sebuah rasa cinta yang dapat menjagaku..
Hingga hati ini tak kurasakan beku..
Tolong Cinta... Jatuhlah dihadapanku..
I.L.U
'Disampingmu.. temani dirimu
Demi cintanya, serahkan jiwaku..
Meski tiada banyak waktu, tersisa untuk cinta
Tetap aku...'
Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Afgan, seorang penyanyi pop jazz yang punya mata sayu dan suara yang aduhai.. Lagu yang jarang Sissy dengar, dibawakan oleh penyanyinya.. Padahal punya makna yang dalem banget..
Dalam status menjomblo sekarang.. Sissy begitu menikmati lagu ini.. sambil menumbuhkan rasa kangen dengan Ranto orang yang sekarang selalu dia rindu siang dan malam... Sesekali muncul rasa pesimis dalam diri Sissy.. Mungkin gak sih dia bisa bersama Ranto.. Duduk disampingnya dan menghabiskan sisa hidupnya.. Apalagi ditengah kesibukan pekerjaan yang tengah melanda... Yah.. Meski tiada banyak waktu untuk menumbuhkan cinta di antara mereka berdua.. Berbeda saat masih kuliah atau sekolah dulu.. Begitu banyak waktu yang tercipta untuk saling menumbuhkan cinta dengan orang yang Sissy sayangi...
Yahh... berbeda dengan cinta masa remaja dulu.. dimana cinta harus saling memiliki... Dalam cinta versi orang dewasa.. Setiap orang bebas menumbuhkan cinta dalam hatinya.. Entah akan berkembang atau tidak ke arah yang serius.. Yang lebih penting adalah menikmati rasanya cinta itu tumbuh dan bergelora dalam jiwa... Memberikan pengharapan tanpa sebuah penilaian dan ingin memiliki lebih satu sama lain.. Walaupun toh akhirnya bisa saling memiliki.. Tentunya, itu adalah sebuah bonus dari suburnya rasa cinta dalam hati..
'Disini ku memelukmu..
Hingga tiba akhir masa
menjemputmu..'
Dalam sebuah lagu I.L.U oleh Afgan
#Random Words 1
Indahnya ratusan kembang api di sini..
Namun lebih indah sebuah senyum mu yang tertuju padaku..
Jujur.. benar-benar indah...
Dalam peringatan old-new 2010-2011..
Namun lebih indah sebuah senyum mu yang tertuju padaku..
Jujur.. benar-benar indah...
Dalam peringatan old-new 2010-2011..
Sunday, December 19, 2010
Tidak Ada yang Pernah Sia-sia...
Dari semua pengalaman hidup yang pernah saya jalani, banyak hal yang terjadi dan tidak berjalan dengan semestinya.. Semua kejadian baik dan buruk pasti membawa sebuah hikmah yang khusus diberikan oleh Sang Pencipta agar kita dapat terus bertumbuh dan menjadi dewasa.
Saya percaya bahwa proses hidup yang saat ini sedang dijalani merupakan cara Tuhan untuk terus membuat saya menjadi makin bersinar layaknya sebuah berlian yang harus diasah agar menjadi murni dan indah.
Yang pasti saya tidak akan pernah menyesal atas apa yang saya alami kemarin, hari ini, ataupun bespk. Karena saya yakin, tidak ada yang pernah sia-sia di mata Tuhan..
Setiap kegagalan yang dihadapi merupakan sebuah anugrah untuk kita menatap masa depan lebih baik..
Saya percaya bahwa proses hidup yang saat ini sedang dijalani merupakan cara Tuhan untuk terus membuat saya menjadi makin bersinar layaknya sebuah berlian yang harus diasah agar menjadi murni dan indah.
Yang pasti saya tidak akan pernah menyesal atas apa yang saya alami kemarin, hari ini, ataupun bespk. Karena saya yakin, tidak ada yang pernah sia-sia di mata Tuhan..
Setiap kegagalan yang dihadapi merupakan sebuah anugrah untuk kita menatap masa depan lebih baik..
Bukan Akhir Penantian
Tidak terasa, ternyata hubungan yang selama ini diharapkan akan menjadi yang terakhir ternyata bukanlah sebuah akhir penantian.
Tanggal 13, kami merayakan kebersamaan selama 4 tahun dengan sebuah perpisahan. Yah.. perpisahan dan hujan air mata. Somehow, aku berpikir, apakah tepat untuk hubungan ini diakhiri.
4 hari berlalu tanpa canda dan tawa kebersamaan. Tiba-tiba muncul sebuah email yang masuk melalui account Facebook. Seperti telah menjadi sebuah pertanda, email itu menjawab dan menunjukkan bahwa keputusan perpisahan kami benar adanya.
Melalui email yang masuk, mulailah saya melakukan pencarian dari apa yang sebenarnya terjadi. Dari email itulah, saya tau siapa perempuan yang telah secara bodoh memberikan petunjuk ini kepada saya.
Saat itu tanggal 18, saat aku mendapatkan pembuktian kuat atas penyakit yang selama ini diidapnya. Yah.. penyakit mental, yang aku tau dari awal tidak akan pernah sembuh oleh apapun. Penyakit yang dulu pernah membuatku teramat kecewa, namun sekaligus membuat aku bodoh untuk menerimanya kembali.
Harusnya saat pertama kali aku tahu penyakit itu, aku langsung menyudahinya.. Namun, dulu aku masih bodoh dan lugu dan tetap percaya bahwa dia bisa berubah dan sembuh dari penyakit mentalnya. Namun, aku baru tersadar bahwa ini merupakan penyakit kambuhan yang akan terus terjadi sepanjang hidupnya.
So, for now.. I just tired to be a hero for others life.. I need someone who could be my hero.. Ease my pain and get me trust back to others..
I just wanna be an ordinary girl... Just simple ordinary girl, who need pure love in my life.
But, I have never regretted falling in love with anyone.. I have lived and learned from everyone I know, and loved.. I would not change a thing..
Tanggal 13, kami merayakan kebersamaan selama 4 tahun dengan sebuah perpisahan. Yah.. perpisahan dan hujan air mata. Somehow, aku berpikir, apakah tepat untuk hubungan ini diakhiri.
4 hari berlalu tanpa canda dan tawa kebersamaan. Tiba-tiba muncul sebuah email yang masuk melalui account Facebook. Seperti telah menjadi sebuah pertanda, email itu menjawab dan menunjukkan bahwa keputusan perpisahan kami benar adanya.
Melalui email yang masuk, mulailah saya melakukan pencarian dari apa yang sebenarnya terjadi. Dari email itulah, saya tau siapa perempuan yang telah secara bodoh memberikan petunjuk ini kepada saya.
Saat itu tanggal 18, saat aku mendapatkan pembuktian kuat atas penyakit yang selama ini diidapnya. Yah.. penyakit mental, yang aku tau dari awal tidak akan pernah sembuh oleh apapun. Penyakit yang dulu pernah membuatku teramat kecewa, namun sekaligus membuat aku bodoh untuk menerimanya kembali.
Harusnya saat pertama kali aku tahu penyakit itu, aku langsung menyudahinya.. Namun, dulu aku masih bodoh dan lugu dan tetap percaya bahwa dia bisa berubah dan sembuh dari penyakit mentalnya. Namun, aku baru tersadar bahwa ini merupakan penyakit kambuhan yang akan terus terjadi sepanjang hidupnya.
So, for now.. I just tired to be a hero for others life.. I need someone who could be my hero.. Ease my pain and get me trust back to others..
I just wanna be an ordinary girl... Just simple ordinary girl, who need pure love in my life.
But, I have never regretted falling in love with anyone.. I have lived and learned from everyone I know, and loved.. I would not change a thing..
Sunday, December 05, 2010
Random Imagination #2
Setelah perjumpaannya dengan Toni, tumbuh getar dalam hati Sissy.. Getar yang begitu menggoda dan rasa ingin kembali bertemu dengan Toni. Sembari melihat pesan-pesan singkat yang mereka lakukan dalam 2 minggu terakhir ini membuat rasa itu tumbuh semakin subur dalam hati Sissy. Entah apa yang dipikirkannya, sampai membiarkan rasa itu tumbuh semakin besar dan subur dalam hatinya.
Dengan iringan lagu-lagu yang mengalun lembut dari IPod nya, Sissy kembali tersenyum mengingat senyum dan canda Toni yang mengisi hari-harinya belakangan ini.
Tiba-tiba muncul pesan singkat melalui ponselnya.
Si... Besok kamu mau kemana?
Uhmmmm... besok aku mau cari buku di toko buku pusat kota.
Ohhhh.. Mau aku antar?
Boleh, kalau memang kamu ada waktu luang besok. Thanks yah
With my pleasure, Sis..
Deg... tiba-tiba hati Sissy berdetak kencang tak sabar menunggu hari esok yang pastinya akan penuh dengan keceriaan berdua bersama Toni.
Betul saja, saat mengantarku ke toko buku menjadi saat penuh keceriaan dan canda tawa bersama dengan Toni. Dalam situasi penuh ceria dan canda itu, tiba-tiba Toni meraih tangan Sissy serta digandeng erat. Diberikan senyum manisnya kepada Sissy.
Aku gandeng yah.. biar kamu gak ilang...
Hahahaha.. kamu nih. Emang aku anak kecil apa?
Iyah, gak papa biar makin kompak aja kita.
Iyahh...
Selesai mencari beberapa buku, mereka pun beranjak ke sebuah toko kopi favorit mereka. Beberapa cerita lucu mengisi waktu yang mereka habiskan. Tak terasa, salju pun turun diluar jendela menambah rasa yang makin menggelora dalam hati Sissy.
Si...
Yah...
Kamu tau gak, semenjak aku kenal kamu 6 tahun lalu, aku selalu suka senyum kamu
Uhmmm.. emang kenapa dengan senyum aku?
Iyah, senyum mu yang selalu lepas ceria. Boleh gak kalau senyum itu buat aku?
Degggg..... Keheningan menghiasi pertanyaan Toni yang hanya dijawab senyum manis Sissy.
Ehhh Ton... diluar salju turun tuh.. Aku selalu suka salju.. Dingin.. tapi membawa kebahagiaan setiap dia muncul... Kayak kamu... Hmmm jadi dingin deh yah.. untung selalu ada kopi yang menyelamatkan kita..
Sini kalau kamu dingin...
Tetiba saja.. tangan Toni meraih bahu Sissy dan mendekapnya ke pundak Toni yang langsung saja tercium aroma khas tubuhnya yang begitu hangat... Entah apa yang ada dalam pikiran Sissy.. Dia begitu menikmati dekapan hangat Toni seakan tak mau lepas dari dekapan itu.
Dalam kenyamanan itu, Toni lalu mengecup kening Sissy sambil berucap
Sy.. Aku sayang kamu.. Kita jalanin waktu kita bersama yahh... I Love You...
Entah apa yang ada dalam pikiran Sissy.. Yang pasti tiba-tiba tubuhnya kaku dan jantungnya berdegup kencang..
Hanya satu yang dia lakukan saat itu.. Kembali tersenyum dan memberikan anggukan manisnya kepada Toni...
Dengan iringan lagu-lagu yang mengalun lembut dari IPod nya, Sissy kembali tersenyum mengingat senyum dan canda Toni yang mengisi hari-harinya belakangan ini.
Tiba-tiba muncul pesan singkat melalui ponselnya.
Si... Besok kamu mau kemana?
Uhmmmm... besok aku mau cari buku di toko buku pusat kota.
Ohhhh.. Mau aku antar?
Boleh, kalau memang kamu ada waktu luang besok. Thanks yah
With my pleasure, Sis..
Deg... tiba-tiba hati Sissy berdetak kencang tak sabar menunggu hari esok yang pastinya akan penuh dengan keceriaan berdua bersama Toni.
Betul saja, saat mengantarku ke toko buku menjadi saat penuh keceriaan dan canda tawa bersama dengan Toni. Dalam situasi penuh ceria dan canda itu, tiba-tiba Toni meraih tangan Sissy serta digandeng erat. Diberikan senyum manisnya kepada Sissy.
Aku gandeng yah.. biar kamu gak ilang...
Hahahaha.. kamu nih. Emang aku anak kecil apa?
Iyah, gak papa biar makin kompak aja kita.
Iyahh...
Selesai mencari beberapa buku, mereka pun beranjak ke sebuah toko kopi favorit mereka. Beberapa cerita lucu mengisi waktu yang mereka habiskan. Tak terasa, salju pun turun diluar jendela menambah rasa yang makin menggelora dalam hati Sissy.
Si...
Yah...
Kamu tau gak, semenjak aku kenal kamu 6 tahun lalu, aku selalu suka senyum kamu
Uhmmm.. emang kenapa dengan senyum aku?
Iyah, senyum mu yang selalu lepas ceria. Boleh gak kalau senyum itu buat aku?
Degggg..... Keheningan menghiasi pertanyaan Toni yang hanya dijawab senyum manis Sissy.
Ehhh Ton... diluar salju turun tuh.. Aku selalu suka salju.. Dingin.. tapi membawa kebahagiaan setiap dia muncul... Kayak kamu... Hmmm jadi dingin deh yah.. untung selalu ada kopi yang menyelamatkan kita..
Sini kalau kamu dingin...
Tetiba saja.. tangan Toni meraih bahu Sissy dan mendekapnya ke pundak Toni yang langsung saja tercium aroma khas tubuhnya yang begitu hangat... Entah apa yang ada dalam pikiran Sissy.. Dia begitu menikmati dekapan hangat Toni seakan tak mau lepas dari dekapan itu.
Dalam kenyamanan itu, Toni lalu mengecup kening Sissy sambil berucap
Sy.. Aku sayang kamu.. Kita jalanin waktu kita bersama yahh... I Love You...
Entah apa yang ada dalam pikiran Sissy.. Yang pasti tiba-tiba tubuhnya kaku dan jantungnya berdegup kencang..
Hanya satu yang dia lakukan saat itu.. Kembali tersenyum dan memberikan anggukan manisnya kepada Toni...
Saturday, October 09, 2010
Today Joke #1
Dalam sebuah perbincangan perkenalan di sebuah Pelatihan :
A : Pendidikan sarjananya apa mas?
B : Oh, saya ambil Matematika di ITB
A : Wooww.. Keren yah.. Dream University tuh yah.
B : Ahh.. Biasa ajah kok mba. Aku ambil matemetika karena gak suka tuh pelajaran sosial yang hapalan. Aku tuh sukanya yang logika-logika gituh..
A : Sama dong kayak saya, juga gak suka tuh yang hapalan.
B : Iyah mba. Aku tuh pusing banget deh kalau yang hapalan.. Nih misalnya yah. Masih inget kan pelajaran sejarah jaman sekolah dulu. Contohnya ajah, tentang Cut Nyak Dien yah.. Masa sih disuruh ngapalin kapan Cut Nyak Dien lahir, kapan di meninggal, kapan dan sama siapa dia kawin, kapan cerainya.. Ehhh please dech.. Emang dikata kita infotainment kaleeee...
A : winkkk...silent.... (duarrrrrrr... Rempong bener deh nih mas-mas.. Cuappeeeee Deeeehhhh *tepokjidat* Makanya pas belajar sejarah sambil nonton insert donk.. hahahaha.)
A : Pendidikan sarjananya apa mas?
B : Oh, saya ambil Matematika di ITB
A : Wooww.. Keren yah.. Dream University tuh yah.
B : Ahh.. Biasa ajah kok mba. Aku ambil matemetika karena gak suka tuh pelajaran sosial yang hapalan. Aku tuh sukanya yang logika-logika gituh..
A : Sama dong kayak saya, juga gak suka tuh yang hapalan.
B : Iyah mba. Aku tuh pusing banget deh kalau yang hapalan.. Nih misalnya yah. Masih inget kan pelajaran sejarah jaman sekolah dulu. Contohnya ajah, tentang Cut Nyak Dien yah.. Masa sih disuruh ngapalin kapan Cut Nyak Dien lahir, kapan di meninggal, kapan dan sama siapa dia kawin, kapan cerainya.. Ehhh please dech.. Emang dikata kita infotainment kaleeee...
A : winkkk...silent.... (duarrrrrrr... Rempong bener deh nih mas-mas.. Cuappeeeee Deeeehhhh *tepokjidat* Makanya pas belajar sejarah sambil nonton insert donk.. hahahaha.)
Monday, October 04, 2010
Random Imagination #1
A : Laki-laki
B : Perempuan
A : Hai, apa kabar?
B : Baik (pura-pura tidak tertarik dengan permulaan pembicaraan)
A : Oh iyah, aku sempat lihat kamu deh di pusat perbelanjaan kota.
B : Oh yah, kapan yah? (Masih dengan muka datar, dan pura-pura tidak tertarik)
A : Uhmm.. kurang lebih 2 minggu lalu di toko kopi. Kamu suka ngopi juga yah?
B : Oh gitu? Dua minggu yang lalu yah di depan toko kopi? Saya sih memang suka ke toko kopi tapi untuk minum teh sambil baca buku koleksi baru.
A : Loh, kok ngeteh di toko kopi?
B : Iya, kan memang di pusat perbelanjaan gak ada toko spesial jual teh? Memang kamu sering ke pusat perbelanjaan?
A : Uhmmm… Yah, Aku kalau ke pusat perbelanjaan sendirian. Nyari CD lagu atau Games terbaru.
B : (uhmmm penting banget yah nih laki info ke gue kalau ke pusat perbelanjaan sendirian? Hahhh??? Maksudnya pengen ngajak jalan ke mall berdua gituh? Hahaha.. GR bgt deh gue!!!) Silent….
A : Kamu emang kalau ke pusat perbelanjaan suka ngapain ajah?
B : Uhmmm.. Oh... Saya sih suka nonton di bioskop atau gak ke toko buku.
A : Oh, kamu suka nonton yah. Emang lagi ada film bagus apa?
B : Yah lumayan suka nonton. Seminggu bisa nonton 2-3 film berturut-turut
A : Woooowww!! Gak pegel tuh mata?
B : Hahahahaha.. biasa aja sih. Oh iyah, sekarang lagi ada film bagus, itu ’Switch’. Sama film tentang burung hantu gituh. Sama itu , Resident Evil.
A : Ohhhh, kamu udah nonton semuanya ?
B : Udah. (Kenapa emang kalau belom nonton? Situ mau ngajak nonton? Hahahaha GR nomer 2)
A : Lagi ada film kartun bagus gak di bioskop?
B : Kartun? Blom ada. Paling film yang burung hantu itu kan dia animasi. Bagus kok filmnya, nonton ajah.
A : Uhmmm.. Aku kalau nonton di bioskop nontonya cuma film Action atau Kartun. Kalau drama mending beli, terus nonton sendiri deh di rumah.
B : Oh, kalau sekarang, film action cuman Resident Evil ajah, sama ada film kungfu chinese gituh. Jet Lee kali yah yang main
A : Ohh.. kungfu gitu yah.. Iya kalau Jet Lee terlalu serius, paling saya suka film kungfu kayak ‘Red Cliff” gituh. Serrruuuuu !!!
B : Oh, ‘Red Cliff’. Itu film kolosal yah. (untung nih orang gak suka Jet Lee. Kalau iyah, nih orang ABGnya bareng bokap gue kali yah. Hahahahahahaha)
A : Eh... beneran nih sekarang lagi gak ada film kartun bagus? Aku suka banget loh nonton kartun.
B : Belum ada.. Sepertinya 2 bulan lagih. (Kenapa sih? Mau ngajakin nonton Kartun? Di Nickelodeon ajah, tiap hari ada)
A : Kalau kamu, film korea juga nonton?
B : Nonton juga.. Memangnya kamu ngikutin film korea juga? (Loh kok nyambungnya ke film Korea? Melow juga nih laki. Atau dia laki-laki semacam Lee Min Ho.. Ouw..ouww. so sweet)
A : Oh, gak sih. Kalau aku cuma taunya Wondergirls.
B : Hahaha.. Iyah, itu lagi happening banget (Wondergirls... Yeah.. Every men in this world like that sexy group. Standard).
A : Ehh…. Ehhh.. sini deh, liat di tivi ada kungfu panda. Aku suka banget sama kungfu panda. Oke banget tuh filmnya.
B : Iya sih keren. Saya nonton sampe 4 kali di bioskop.
A : (Silent.....) Nah.. nah.. ini UP juga lucu yah.. kamu udah nonton belum?
B : Udah juga. Seru dan sedih.
A : Sedih...? Masa sih?
B : Iyah sedikit bikin terharu.
A : Ehh.. jadi gak ada film kartun baru lagi yah di bioskop?
B : Belum (Ngarepp bgt gue, kalau ada film baru diajak nonton bareng.. Hahahaha GR nomer 3. Masa harus gue jawab “Oke deh, nanti kalau ada film baru, saya info, siapa tau situ mau ajak saya nonton. Hahahaahahahahahahaha GR nomer 4)
Dan pembicaraan itu tetap berakhir menggantung, tanpa ada yang memulai untuk masuk dalam langkah selanjutnya yang memungkinkan mereka berdua membagi waktu bersama. Just Random Feeling of You..
B : Perempuan
A : Hai, apa kabar?
B : Baik (pura-pura tidak tertarik dengan permulaan pembicaraan)
A : Oh iyah, aku sempat lihat kamu deh di pusat perbelanjaan kota.
B : Oh yah, kapan yah? (Masih dengan muka datar, dan pura-pura tidak tertarik)
A : Uhmm.. kurang lebih 2 minggu lalu di toko kopi. Kamu suka ngopi juga yah?
B : Oh gitu? Dua minggu yang lalu yah di depan toko kopi? Saya sih memang suka ke toko kopi tapi untuk minum teh sambil baca buku koleksi baru.
A : Loh, kok ngeteh di toko kopi?
B : Iya, kan memang di pusat perbelanjaan gak ada toko spesial jual teh? Memang kamu sering ke pusat perbelanjaan?
A : Uhmmm… Yah, Aku kalau ke pusat perbelanjaan sendirian. Nyari CD lagu atau Games terbaru.
B : (uhmmm penting banget yah nih laki info ke gue kalau ke pusat perbelanjaan sendirian? Hahhh??? Maksudnya pengen ngajak jalan ke mall berdua gituh? Hahaha.. GR bgt deh gue!!!) Silent….
A : Kamu emang kalau ke pusat perbelanjaan suka ngapain ajah?
B : Uhmmm.. Oh... Saya sih suka nonton di bioskop atau gak ke toko buku.
A : Oh, kamu suka nonton yah. Emang lagi ada film bagus apa?
B : Yah lumayan suka nonton. Seminggu bisa nonton 2-3 film berturut-turut
A : Woooowww!! Gak pegel tuh mata?
B : Hahahahaha.. biasa aja sih. Oh iyah, sekarang lagi ada film bagus, itu ’Switch’. Sama film tentang burung hantu gituh. Sama itu , Resident Evil.
A : Ohhhh, kamu udah nonton semuanya ?
B : Udah. (Kenapa emang kalau belom nonton? Situ mau ngajak nonton? Hahahaha GR nomer 2)
A : Lagi ada film kartun bagus gak di bioskop?
B : Kartun? Blom ada. Paling film yang burung hantu itu kan dia animasi. Bagus kok filmnya, nonton ajah.
A : Uhmmm.. Aku kalau nonton di bioskop nontonya cuma film Action atau Kartun. Kalau drama mending beli, terus nonton sendiri deh di rumah.
B : Oh, kalau sekarang, film action cuman Resident Evil ajah, sama ada film kungfu chinese gituh. Jet Lee kali yah yang main
A : Ohh.. kungfu gitu yah.. Iya kalau Jet Lee terlalu serius, paling saya suka film kungfu kayak ‘Red Cliff” gituh. Serrruuuuu !!!
B : Oh, ‘Red Cliff’. Itu film kolosal yah. (untung nih orang gak suka Jet Lee. Kalau iyah, nih orang ABGnya bareng bokap gue kali yah. Hahahahahahaha)
A : Eh... beneran nih sekarang lagi gak ada film kartun bagus? Aku suka banget loh nonton kartun.
B : Belum ada.. Sepertinya 2 bulan lagih. (Kenapa sih? Mau ngajakin nonton Kartun? Di Nickelodeon ajah, tiap hari ada)
A : Kalau kamu, film korea juga nonton?
B : Nonton juga.. Memangnya kamu ngikutin film korea juga? (Loh kok nyambungnya ke film Korea? Melow juga nih laki. Atau dia laki-laki semacam Lee Min Ho.. Ouw..ouww. so sweet)
A : Oh, gak sih. Kalau aku cuma taunya Wondergirls.
B : Hahaha.. Iyah, itu lagi happening banget (Wondergirls... Yeah.. Every men in this world like that sexy group. Standard).
A : Ehh…. Ehhh.. sini deh, liat di tivi ada kungfu panda. Aku suka banget sama kungfu panda. Oke banget tuh filmnya.
B : Iya sih keren. Saya nonton sampe 4 kali di bioskop.
A : (Silent.....) Nah.. nah.. ini UP juga lucu yah.. kamu udah nonton belum?
B : Udah juga. Seru dan sedih.
A : Sedih...? Masa sih?
B : Iyah sedikit bikin terharu.
A : Ehh.. jadi gak ada film kartun baru lagi yah di bioskop?
B : Belum (Ngarepp bgt gue, kalau ada film baru diajak nonton bareng.. Hahahaha GR nomer 3. Masa harus gue jawab “Oke deh, nanti kalau ada film baru, saya info, siapa tau situ mau ajak saya nonton. Hahahaahahahahahahaha GR nomer 4)
Dan pembicaraan itu tetap berakhir menggantung, tanpa ada yang memulai untuk masuk dalam langkah selanjutnya yang memungkinkan mereka berdua membagi waktu bersama. Just Random Feeling of You..
Monday, February 22, 2010
Cinta Terakhir Sissy
Saat sedang membereskan buku-buku di gudang, tak sengaja Sissy menemukan diary saat dia kuliah dulu. Saat Sissy membuka setiap helai halaman diary nya,tak sengaja dia membaca sebuah lirik lagu :
"Dan kumengerti sekarang ternyata kita menyatu di dalam kasih nan suci, kuakui kamulah cinta sejati.. Ku akui kamulah cintaku.."
.
Kalimat itu ditulis dan dihias begitu indah dalam diary itu, plus tulisan,"Untuk Sissy yang akan selalu di hati.. Lagu favorit yang akan terkenang sepanjang masa"
Membaca tulisan itu membuat Sissy merasa tersanjung. Namun entah kenapa berkali-kali membaca lirik itu, tak sekalipun Sissy ingat nada lagu itu dan kapan dia pernah menemukan lagu itu.. Yang dia ingat lagu itu pernah diberikan seseorang melalui cd lagu, namun entah siapa yang pernah memberikannya...
Sampai 5 tahun pun berlalu dan Sissy tidak pernah ingat lagi akan lagu itu... Di sabtu sore sambil menikmati secangkir kopi hangat di tengah derasnya hujan bulan februari, Sissy asik membaca sebuah buku sambil mendengarkan lagu-lagu romantis di siaran radio favoritnya..
Tiba-tiba, dari kejauhan dia melihat seorang sosok yang dikenalnya.. Laki-laki yang pernah mengisi relung hatinya dengan cinta. Laki-laki yang pernah membuatnya tertawa sekaligus menangis.. Laki-laki yang membuatnya mencinta sekaligus membencinya teramat dalam.. Laki-laki yang selalu membuatnya merindu.. Setelah sekian lama tak melihat keberadaannya, rasa rindu itu pun muncul.. Masih jelas diingatan Sissy bagaimana laki-laki itu pernah melamarnya namun hilang begitu saja bak ditelan bumi.. Dengan keinginan bulat, Sissy pun ingin menghampiri laki-laki itu. Dia ingin sekedar menyapanya, membangun kembali hubungan dengannya.. Baru saja akan beranjak dari tempat duduknya, seorang perempuan cantik dengan wajah keibuan menghampiri laki-laki iti dengan seorang anak laki-laki yang lucu..
Degggg... Jantung hati Sissy pun seakan berhenti tak percaya atas apa yang dilihat mata kepala nya itu.. Ingin rasanya menghilangkan diri dari tempat itu. Dan tak tersadarkan air mata turun diwajahnya sambil sayup-sayup terdengar kembali lagu kenangan itu di radio menemani rasa sakitnya..
"Tak semestinya ku merasa sedih, kau dan aku di tempat berbeda.
Seribu satu alasan melemahkan tubuh ini..
Aku di sini mengingat dirimu, kumenangis tanpa air mata..
Bagai bintang tak bersinar, redup hati ini. " -Cinta Terakhir, Gigi-
"Dan kumengerti sekarang ternyata kita menyatu di dalam kasih nan suci, kuakui kamulah cinta sejati.. Ku akui kamulah cintaku.."
.
Kalimat itu ditulis dan dihias begitu indah dalam diary itu, plus tulisan,"Untuk Sissy yang akan selalu di hati.. Lagu favorit yang akan terkenang sepanjang masa"
Membaca tulisan itu membuat Sissy merasa tersanjung. Namun entah kenapa berkali-kali membaca lirik itu, tak sekalipun Sissy ingat nada lagu itu dan kapan dia pernah menemukan lagu itu.. Yang dia ingat lagu itu pernah diberikan seseorang melalui cd lagu, namun entah siapa yang pernah memberikannya...
Sampai 5 tahun pun berlalu dan Sissy tidak pernah ingat lagi akan lagu itu... Di sabtu sore sambil menikmati secangkir kopi hangat di tengah derasnya hujan bulan februari, Sissy asik membaca sebuah buku sambil mendengarkan lagu-lagu romantis di siaran radio favoritnya..
Tiba-tiba, dari kejauhan dia melihat seorang sosok yang dikenalnya.. Laki-laki yang pernah mengisi relung hatinya dengan cinta. Laki-laki yang pernah membuatnya tertawa sekaligus menangis.. Laki-laki yang membuatnya mencinta sekaligus membencinya teramat dalam.. Laki-laki yang selalu membuatnya merindu.. Setelah sekian lama tak melihat keberadaannya, rasa rindu itu pun muncul.. Masih jelas diingatan Sissy bagaimana laki-laki itu pernah melamarnya namun hilang begitu saja bak ditelan bumi.. Dengan keinginan bulat, Sissy pun ingin menghampiri laki-laki itu. Dia ingin sekedar menyapanya, membangun kembali hubungan dengannya.. Baru saja akan beranjak dari tempat duduknya, seorang perempuan cantik dengan wajah keibuan menghampiri laki-laki iti dengan seorang anak laki-laki yang lucu..
Degggg... Jantung hati Sissy pun seakan berhenti tak percaya atas apa yang dilihat mata kepala nya itu.. Ingin rasanya menghilangkan diri dari tempat itu. Dan tak tersadarkan air mata turun diwajahnya sambil sayup-sayup terdengar kembali lagu kenangan itu di radio menemani rasa sakitnya..
"Tak semestinya ku merasa sedih, kau dan aku di tempat berbeda.
Seribu satu alasan melemahkan tubuh ini..
Aku di sini mengingat dirimu, kumenangis tanpa air mata..
Bagai bintang tak bersinar, redup hati ini. " -Cinta Terakhir, Gigi-
Friday, February 05, 2010
TAKEN
“When they take his daughter, He’ll take their life”
Sebuah karya besutan Pierre Morel ini benar-benar sebuah maestro. Film bergenre drama – action – crime ini mengangkat betapa mengharukannya perjuangan seorang ayah yang ingin membebaskan putrinya dari jeratan jaringan bisnis prostitusi anak di bawah umur.
Cerita berawal saat Bryan (Liam Neeson) ingin membina kembali hubungannya dengan Kim (Maggie Grace), putrinya yang lama tidak dia temui akibat perceraian dengan istrinya. Bryan yang adalah seorang pensiunan agen rahasia pemerintah Amerika merupakan orang yang sangat peka bahkan cenderung paranoid di mata anak dan mantan istrinya.
Cerita berlanjut, saat Kim yang baru berusia 17 tahun ingin pegi ke Paris bersama dengan Amanda, temannya. Mereka berencana untuk mengikuti konser band yang terkenal di Paris. Untuk dapat pergi ke sana, Bryan diminta untuk menandatangi surat keterangan setuju agar anaknya mendapatkan visa untuk pergi ke Paris. Awalnya Bryan tidak setuju Kim pergi karena merasa bahwa Paris bukanlah tempat yang aman untuknya berpergian tanpa dampingan orang tuanya. Namun atas desakan mantan istrinya, Bryan akhirnya menandatangani surat persetujuan untuk anaknya.
Cerita semakin menegangkan saat Kim dan temannya menjadi korban penculikan dari jaringan perdagangan perempuan di sana. Mereka menarik perhatian para gadis amerika dengan cara menawarkan sharing taksi, karena tarif taksi Paris sangat mahal. Dengan begitu, mereka mengetahui alamat para gadis itu selama tinggal di Paris dan akan membawa paksa mereka untuk dijual.
Bryan sedang terhubung dengan Kim melalui telepon seluler saat penculikan terjadi. Mengetahui anaknya menjadi korban penculikkan, Bryan pun tidak tinggal diam. Segera Bryan menghubungi anak buahnya saat menjadi agen rahasia dan mencari tahu tentang jaringan yang menculik putrinya. Mereka ternyata adalah kelompok yang berasal dari Albania. Mereka merupakan kelompok kuat yang memiliki banyak jaringan di Paris serta kelompok yang dilindungi oleh polisi lokal. Setiap gadis yang mereka culik akan disuntikkan narkotika hingga ketergantungan dan dijual menjadi pekerja seks komersil. Bryan hanya memiliki waktu 96 jam untuk menemukan dan membebaskan putrinya atau dia tidak akan bertemu dengan Kim selamanya.
Dengan gigih, Bryan berusaha menemukan putrinya sampai-sampai dia harus menantang maut karena harus masuk ke dalam sarang kelompok tersebut. Dengan kekuatan dan keberaian serta kemampuannya sebagai seorang pensiunan agen rahasia pemerintah, Bryan akhirnya berhasil menyelamatkan putrinya dari praktek perdagangan manusia ini.
Keberanian dan kegigihan Bryan sangat mengharukan. Selama ini Bryan dianggap sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab kepada keluarga, karena lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga. Namun, naluri kebapakannya tidak pernah hilang. Rasa sayang kepada putri tercintanya dia tunjukkan dengan menemukan dan menyelamatkannya dari jeratan jaringan perdagangan manusia dan narkotika.
Dedicated to my lovely Mom and Dad, that give me their life to give me a better life. I Love You both… ^.^
Tuesday, January 19, 2010
Bravo Sherlock Holmes !!
Setelah menunggu seminggu tanpa aktivitas menonton bioskop akibat sakit mata, akhirnya sahabatku nekat mengajakku pergi untuk menonton Mr. Holmes. Ternyata pamor sang detektif sangat bersinar, sampai-sampai aku hampir saja tidak mendapatkan tiket untuk melihat aksinya.
Siapa yang tak kenal tokoh khayalan Conan Doyle ini? Dalam setiap novelnya, Holmes digambarkan sebagai seorang detektif yang pintar dan selalu dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Tentu saja Sang Detektif selalu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan cara yang unik. Dan tentunya semua orang ingin melihat bagaimana aksi sang detektif dalam menyelesaikan masalah.
Tadinya saya agak kaget, saat dalam film ini Holmes digambarkan sebagai seorang yang senang mengurung diri dengan ekperimen-ekperimen aneh yang dilakukannya. Sungguh berbeda dengan apa yang saya bayangkan, bahwa Holmes adalah seorang yang berdandan necis dan rapi dan senang bergaul dengan lingkungannya. Tapi tak apa, karena dalam film ini, Warner Bross mampu membuat sosok peneliti yang terkesan “nerd” ini menjadi sangat unik dan mengesankan.
Film ini diawali dengan adegan Holmes dan Watson, sahabatnya, yang berusaha untuk menggagalkan ritual sebuah sekte yang dipimpin oleh Lord Blackwood. Holmes dan Watson berhasil menggagalkan upaya Lord Blackwood yang akan membunuh korban wanita ke-lima untuk ritualnya. Keberhasilan Holmes dan Watson kontan menjadi buah bibir warga Inggris. Belum lagi, ternyata Lord Blackwood yang dianggap sebagai dalangnya pun dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Namun ternyata, cerita tidak berakhir sampai di sini.
Beberapa hari setelah hukuman dilaksanakan, diberitakan bahwa Lord Blackwood bangkit dari kubur yang disaksikan oleh penjaga makam. Jadilah Holmes dan Watson dimintakan pertanggungjawabannya atas kejadian ini. Reputasi mereka berdua pun dipertanyakan. Apalagi Watson yang seorang dokter yang memeriksa keadaan lord Blackwood yang setelah hukuman gantung dinyatakan telah mati. Namun, bukan Holmes namanya kalau tidak bisa menguak misteri tersebut.
Dari awal sampai akhir film, semua adegan sangat menarik dan penuh ketegangan. Yang paling menarik dari film ini, Holmes tak segan-segan untuk menjelaskan serangkaian cara berpikirnya yang sistematis dalam menghadapi lawannya. Contohnya saja, saat dia harus melumpuhkan penjaga gedung yang dipakai oleh Lord Blackwood untuk ritualnya. Holmes selalu memperkirakan dengan rinci apa saja yang akan dilakukannya dan apa akibatnya bagi sang lawan. Sungguh pola berpikir seorang peneliti sejati.
Selain itu, yang membuat film ini sangat menarik adalah, persepsi penonton terhadap batas ilmu pasti dan ilmu hitam. Dari awal film digambarkan bahwa Lord Blackwood adalah seorang “dukun” yang dengan ilmu hitamnya mampu berbuat apa saja. Namun, di akhir film, ternyata dia tak berbeda dengan Holmes yang juga seorang peneliti dalam bidang ilmu pasti. Bahwa semua keajaiban yang dilakukannya adalah hasil dari ekperimen yang dilakukannya.
Dalam film ini, penonton juga diajak seakan-akan menjadi seorang detektif yang dapat mengidentifikasi semua hal-hal yang muncul dalam film. Di film ini, sutradara tak segan-segan membocorkan sedikit rahasia atau petunjuk-petunjuk dalam kasus ini dan membuat penonton seolah tahu apa yang akan terjadi. Saat menonton film ini, indra dan persepsi saya benar-benar “digempur” oleh serangkaian petunjuk. Seolah-olah saya adalah Holmes yang mampu memperkirakan apa yang dilakukan oleh lawan selanjutnya. Sungguh sangat menarik dan penuh ketegangan tentunya.
Dan yang seru adalah kepekaan Holmes akan segala sesuatu. Menjadi menarik saat Holmes dibawa kepada ketua sekte Lord Blackwood, yang ternyata adalah ayah dari Lord Blackwood. Untuk menemui sang ketua, mata Holmes harus ditutup agar tidak mengetahui ke mana dia akan dibawa. And guess what ???? Holmes exactly know where did they go. Menjadi sebuah ironi yang sangat menggelikan untuk kelompok yang menculiknya bahwa apa yang mereka lakukan untuk mengelabui Holmes sia-sia…
Bravo Sherlock Holmes !!!
Sunday, January 17, 2010
Sang Pemimpi – Menginspirasi Dunia
Tepat seminggu lalu akhirnya saya memutuskan untuk mengejar Sang Pemimpi di bioskop-bioskop yang ada di Jakarta . Tadinya niat ini sempat urung akibat seorang sahabat yang biasa menemaniku nonton bioskop harus beristirahat di rumah akibat terserang virus mata.
Dengan penuh semangat, akhirnya saya berangkat dengan taksi ke mall terdekat dengan rumah saya yang sebelumnya sudah saya ketahui dari internet bahwa mereka masih memutar film ini di salah satu studio mereka..
Sesaat sampai di loket, sayai langsung membeli tiket untuk satu tempat duduk. Tak lama kemudian pintu bioskop pun terbuka dan saya tidak sabar untuk menyaksikan film lanjutan Laskar Pelangi ini.
Adegan pengejaran Arai, Ikal, dan Jimbron menjadi opening yang sangat menarik untuk film ini. Selanjutnya adegan dilanjutkan dengan riwayat bagaimana Ikal bisa bertemu dengan 2 sahabat remajanya yang akhirnya mewarnai hidupnya dengan penuh mimpi. Yang paling bagus dalam film ini adalah sosok Arai, sepupu Ikal, yang penuh ide gila dalam mewujudkan mimpi yang terkesan muluk menjadi sangat realistis untuk diwujudkan.
Ada satu adegan di awal film yang membuat saya begitu haru dan terenyuh. Adegan saat Arai kecil memaksa Ikal untuk menyerahkan seluruh tabungan setahun mereka untuk membantu seorang janda satu anak yang miskin dan sering meminta beras kepada ibu Ikal. Jumlah uang tabungan Ikal dan Arai dalam setahun mereka korbankan untuk memberikan modal usaha berjualan kue kepada janda miskin tersebut. Sungguh sebuah perbuatan penuh inspirasi, di mana di jaman sekarang ini banyak orang yang nyaman dengan predikat miskin mereka dan menjadikan status mereka sebagai alat untuk menuai sedekah dari orang lain tanpa mau berusaha. Berbeda dengan 3 Pelopor ini, bagi mereka status miskin mereka memacu mereka untuk semakin berusaha mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka. Tidak ada sedikit pun dalam film terlihat mereka mengeluh dengan status mereka dan terkukung dengan predikat miskin yang mereka miliki. Status miskin inilah yang menjadi pembetulan bagi mereka bahwa mereka harus berusaha tanpa putus asa mengejar mimpi mereka karena butuh modal untuk mewujudkannya.
Selain itu semangat masa muda Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh pengorbanan untuk tetap bisa bersekolah betul-betul memberikan inspirasi luar biasa kepada saya. Betapa saya ingat, saat-saat saya bersekolah dulu. Memang saat seumuran mereka, saya bukanlah besar di lingkungan keluarga kaya raya. Keluarga saya merupakan keluarga sederhana yang memiliki orang tua penuh dengan pengorbanan untuk tetap membiayai saya bersekolah di salah satu sekolah favorit di Jakarta. Betapa saya ingat, Ayah saya sampai menimbun banyak hutang demi tetap membiayai anaknya bersekolah. Masih juga hangat di ingatan saya, betapa banyak ancaman yang datang kepada ayah saya saat dia tidak bisa dengan tepat waktu membayar hutangnya untuk biaya sekolah saya. Dan betapa saya ingat berapa kali saya berhutang uang sekolah karena Ayah belum mendapatkan gajinya di bulan itu. Memang saat itu, dalam hati saya tertanam bahwa saya tidak akan mengecewakan Ayah dengan memberikannya nilai-nilai terbaik saya. Tapi saat melihat perjuangan Arai, Ikal, dan Jimbron yang rela mengorbankan waktu dan tenaga mereka bekerja di pasar ikan untuk modal mereka melanjutkan sekolah. Saya menjadi sadar, bahwa keadaan saya pada masa itu bukan apa-apa dibandingkan mereka. Dan saya juga turut bersyukur bahwa saya juga memiliki Ayah dan Ibu Juara Nomor Satu di Dunia.
Sampai saya menjadi sarjana, saya masih bisa belajar dengan tenang sementara semua biaya ditanggung oleh Ayah sepenuhnya. Tidak kurang beliau pun tetap memberikan saya bekal uang yang mungkin saya simpan untuk kebutuhan konsumtif saya, seperti makan dengan teman-teman dan membeli baju baru. Berbeda dengan 3 Sang Pemimpi ini yang rela makan sederhana dan rela berpakaian seadanya untuk menabung demi cita-cita mereka. Sungguh inspirasi yang sangat menarik, ”Semua Keinginan dan Cita-cita Besar akan Ada Jalan Keluarnya. Namun bukan berarti Jalan Keluar Bebas Dari Pengorbanan.”
NO PAIN NO GAIN... Semangat ini semakin kuat menancap dalam diri saya setelah menonton film ini..
Satu hal yang saya sangat suka dari film ini adalah, moto ”Masa Muda Masa yang Berapi-api”.. Salah satu lirik dari lagu Haji Roma Irama yang bila didengar kemudian begitu memicu saya untuk tetap bersemangat dalam menjalankan aktivitas. Di saat saya sedang lelah dan turun semangat., kalimat ini bagaikan mantra bagi saya untuk tetap bersemangat dan terus berprestasi dalam hidup ini.
Terima kasih Para Pelopor, kau tumbuhkan inspirasi untuk ku dan kuyakin juga untuk dunia.
Terima kasih Boii.. !!
"Pelan-Pelan Saja" by Kotak Band
[intro] C F
C Em F G
ku tahu kamu pasti rasa
C F G
apa yang ku rasa
C Em F G
ku tahu cepat atau lambat
Am Dm G
kamu kan mengerti
C Em F G
hati bila dipaksakan
C F G
pasti takkan baik
C Em F G
pantasnya kamu mencintai
Am Dm E Am
yang juga cintai dirimu
F G
cinta kamu
[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku
F Dm C
pelan-pelan saja
C Em F G
tak ada niat menyakiti
C F G
inilah hatiku
C Em F G
pantasnya kamu mencintai
Am Dm E Am
yang juga cintai dirimu
F G
cinta kamu
[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku
F Dm C
pelan-pelan saja
[solo] Am G F E
Am G F E
Am G F
Dm G C
pelan-pelan saja
[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku
Dm Em F
pelan-pelan saja
Dm G C
pelan-pelan saja
[ending] C F C
F C
pelan-pelan saja
Friday, February 27, 2009
Kalau Aku Donald..berarti kamu Deasy'nya..
Suatu malam di tengah perbincangan bersama dengan teman-temanku, seorang cowok yang adalah sahabat karibku mendatangi kami.
"Hai..lagi pada makan yah...?", katanya
"Yup..iya nih..ayo kita makan bareng yuk. Dirimu sudah makan belum...Udah malam loh..", kataku berusaha ramah padnya
"Ga' ahh..ga' lapar", katanya
"Ok..no problemo.. Baru pulang kantor yah mas..?", kataku berusaha mencari bahan pembicaraan.
"He eh niy... Oh iyah..kenalin, namaku Donald loh..", katanya kepada teman-temanku
"Hahaha...Sok gaya kamu mas...Wong punya nama asli kok diganti Donald", sahutku.
"Iyah..Aku kan donald..kamu deasy'nya...", katanya melanjutkan sambil memberikan senyum manisnya kepadaku.
"WHATTT...!!! Apa kataya...?? Wuah gawat nih kalau temanku tahu orang ini berusaha merayuku bisa gawat aku", pikirku dalam hati
"Uhmmm..ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya yah...", gumamku.
Tak kusangka setelah kurang lebih 5 tahun aku tak bersama dia, ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya.. Antara senang..tapi kok janggal juga yah rasanya...
Jujur saja..dulu aku memang sempat kagum kepadanya. Kami pun sempat jalan bersama beberapa waktu. Namun, manuvernya yang kurang smooth dan terkesan labil, membuat hubungan kami yang dulu sebenarnya tinggal diperjelas statusnya berakhir menggantung.
Aku masih ingat satu adeganku bersama dengan dia.
Saat itu, lima tahun yang lalu,dia mengantarku pulang setelah menonton bioskop bersama. Saat aku akan keluar dari mobil, dia sempat meraih tanganku dan menggemgamnya erat.
"Sy (panggilannya untuk ku)...aku pengen bilang sesuatu..", katanya
"Iyah apa...?" tanyaku menunggu
"Uhmmmm...Uhmmmmmm...Uhmmmm....gimana yah..?", lanjutnya
"Iyah..ada apa..?", tanyaku lagi
"Uhmmm...tidak jadi deh..Lain kali saja", katanya.
Aku tahu pada saat itu dia ingin mengucap suatu hal untukku. Dan aku hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari dia yang sampai sekarang rasa itu tidak pernah ada jawabnya.
"Hai..lagi pada makan yah...?", katanya
"Yup..iya nih..ayo kita makan bareng yuk. Dirimu sudah makan belum...Udah malam loh..", kataku berusaha ramah padnya
"Ga' ahh..ga' lapar", katanya
"Ok..no problemo.. Baru pulang kantor yah mas..?", kataku berusaha mencari bahan pembicaraan.
"He eh niy... Oh iyah..kenalin, namaku Donald loh..", katanya kepada teman-temanku
"Hahaha...Sok gaya kamu mas...Wong punya nama asli kok diganti Donald", sahutku.
"Iyah..Aku kan donald..kamu deasy'nya...", katanya melanjutkan sambil memberikan senyum manisnya kepadaku.
"WHATTT...!!! Apa kataya...?? Wuah gawat nih kalau temanku tahu orang ini berusaha merayuku bisa gawat aku", pikirku dalam hati
"Uhmmm..ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya yah...", gumamku.
Tak kusangka setelah kurang lebih 5 tahun aku tak bersama dia, ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya.. Antara senang..tapi kok janggal juga yah rasanya...
Jujur saja..dulu aku memang sempat kagum kepadanya. Kami pun sempat jalan bersama beberapa waktu. Namun, manuvernya yang kurang smooth dan terkesan labil, membuat hubungan kami yang dulu sebenarnya tinggal diperjelas statusnya berakhir menggantung.
Aku masih ingat satu adeganku bersama dengan dia.
Saat itu, lima tahun yang lalu,dia mengantarku pulang setelah menonton bioskop bersama. Saat aku akan keluar dari mobil, dia sempat meraih tanganku dan menggemgamnya erat.
"Sy (panggilannya untuk ku)...aku pengen bilang sesuatu..", katanya
"Iyah apa...?" tanyaku menunggu
"Uhmmmm...Uhmmmmmm...Uhmmmm....gimana yah..?", lanjutnya
"Iyah..ada apa..?", tanyaku lagi
"Uhmmm...tidak jadi deh..Lain kali saja", katanya.
Aku tahu pada saat itu dia ingin mengucap suatu hal untukku. Dan aku hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari dia yang sampai sekarang rasa itu tidak pernah ada jawabnya.
Monday, February 23, 2009
Valkyrie on Valentine's Day
Seperti pasangan yang lain merayakan valentine day. Aku dan dia mencoba bergembira merayakan hari kasih sayang ini dengan pergi nonton bersama. (sebenarnya siyh...minggu yang lain kami juga pergi nonton di bioskop..hehehehe).
Tapi kali ini ada yang berbeda, dari nonton di minggu-minggu biasanya.. Setelah research film yang sedang "In" di internet, kami pun memutuskan pergi nonton film Valkyrie yang banyak direkomendasikan untuk ditonton...
Nah...kami cepat-cepat berangkat di salah satu bioskop favorite kami berdua untuk mengejar jadwal film pukul 21.00.
Sesampainya di sana, kami langsung buru-buru menuju meja kasir untuk medapatkan tiket kami.
"Valkyrie, mba untuk 2 orang..", katanya dia
"Wuah, mas sudah agak penuh nih..tinggal 2 layer di depan."
"Yahhhhh.... gimana nih.." spontan kataku
"uhm...di deret ke empat dari bawah ada tempat tuh mba...masih 3 lagi...", kata dia berusaha mengusahakan agar kami tidak duduk mendongak
"Yah mas..ini untuk tiga orang. Kalo mas beli dua, nanti tinggal satu, tidak ada yang beli..Filmnya sedang banyak ditonton orang nih..Yang di depan aja yah untuk berdua.."
"Ini jarak dengan layar berapa meter mba..?", kataku berusaha mencari informasi yang logis untuk meyakinkan diri sendiri.
"6 meter siy mba...Yah, mendongak siy nontonnya, bagaimana jadi gak?"
"Yah..mba..ngga enak kalo nontonnya mendongak.."kata dia.
"Uhm..mba...boleh yah kalo yang di baris empat ini...Pleassseeee.." kata dia melanjutkan (sambil sedikit memelas dan melemparkan senyuman mautnya)
Melihatnya, aku terkejut..Tak biasanya dia begitu memohon dan memelas kepada orang lain...yang belom dikenal lagi...Aku pun ikut-ikutan dia, "iya yah mba..Pleassssseeeee..."
Melihat itu semua si mba berkata..."Uhm yau dah deh..Untuk mba dan mas, saya kasih di baris empat, dua orang yah.."
"Yesss...berhasil rayuan kami...", pikirku dalam hati..
Heheheh..ami pun berhasil mengantongi 2 tiket film itu.. lalu si dia mulai berkata...
"Untung, mbanya kasih niy baris ke 4 nya. Coba kalo gak... aku bakal bilang...Mba..Ini kan malam valentine.. yang dateng pasti pasangan-pasangan. Jadi nda mungkin ada yang dateng bertiga.."
"Kalu Mba-nya tetep nggak mau kasih gimana?"
'Yah, aku beli tiga-tiganya aja deh.."katanya
hihihihihi...geli aku mendengarnya...
Uhmmm...malam ini menjadi cukup berkesan dengan kejadian tadi... Baru kali ini aku melihatnya begitu memelasa dan memohon kepada orang lain untuk mendapatkan sesuatu untuk kami berdua...
Uhmmm..akhirnya benar..Film Valkyrie di Valentine day ini menjadi suatu pengalaman berkesan bagi kami..
Karena tak hanya filmnya yang memang bagus..namun..kejadian di balik itu semua yang membuatnya semakin berkesan...
Tapi kali ini ada yang berbeda, dari nonton di minggu-minggu biasanya.. Setelah research film yang sedang "In" di internet, kami pun memutuskan pergi nonton film Valkyrie yang banyak direkomendasikan untuk ditonton...
Nah...kami cepat-cepat berangkat di salah satu bioskop favorite kami berdua untuk mengejar jadwal film pukul 21.00.
Sesampainya di sana, kami langsung buru-buru menuju meja kasir untuk medapatkan tiket kami.
"Valkyrie, mba untuk 2 orang..", katanya dia
"Wuah, mas sudah agak penuh nih..tinggal 2 layer di depan."
"Yahhhhh.... gimana nih.." spontan kataku
"uhm...di deret ke empat dari bawah ada tempat tuh mba...masih 3 lagi...", kata dia berusaha mengusahakan agar kami tidak duduk mendongak
"Yah mas..ini untuk tiga orang. Kalo mas beli dua, nanti tinggal satu, tidak ada yang beli..Filmnya sedang banyak ditonton orang nih..Yang di depan aja yah untuk berdua.."
"Ini jarak dengan layar berapa meter mba..?", kataku berusaha mencari informasi yang logis untuk meyakinkan diri sendiri.
"6 meter siy mba...Yah, mendongak siy nontonnya, bagaimana jadi gak?"
"Yah..mba..ngga enak kalo nontonnya mendongak.."kata dia.
"Uhm..mba...boleh yah kalo yang di baris empat ini...Pleassseeee.." kata dia melanjutkan (sambil sedikit memelas dan melemparkan senyuman mautnya)
Melihatnya, aku terkejut..Tak biasanya dia begitu memohon dan memelas kepada orang lain...yang belom dikenal lagi...Aku pun ikut-ikutan dia, "iya yah mba..Pleassssseeeee..."
Melihat itu semua si mba berkata..."Uhm yau dah deh..Untuk mba dan mas, saya kasih di baris empat, dua orang yah.."
"Yesss...berhasil rayuan kami...", pikirku dalam hati..
Heheheh..ami pun berhasil mengantongi 2 tiket film itu.. lalu si dia mulai berkata...
"Untung, mbanya kasih niy baris ke 4 nya. Coba kalo gak... aku bakal bilang...Mba..Ini kan malam valentine.. yang dateng pasti pasangan-pasangan. Jadi nda mungkin ada yang dateng bertiga.."
"Kalu Mba-nya tetep nggak mau kasih gimana?"
'Yah, aku beli tiga-tiganya aja deh.."katanya
hihihihihi...geli aku mendengarnya...
Uhmmm...malam ini menjadi cukup berkesan dengan kejadian tadi... Baru kali ini aku melihatnya begitu memelasa dan memohon kepada orang lain untuk mendapatkan sesuatu untuk kami berdua...
Uhmmm..akhirnya benar..Film Valkyrie di Valentine day ini menjadi suatu pengalaman berkesan bagi kami..
Karena tak hanya filmnya yang memang bagus..namun..kejadian di balik itu semua yang membuatnya semakin berkesan...
Friday, February 13, 2009
Sentuhan Kasih di Tengah Dinginnya Malam
Semenjak bekerja di sebuah kantor konsultan, menjadi suatu rutinitas di mana aku pulang larut malam akibat pekerjaan yang tak kunjung selesai. Namun, di bulan-bulan terakhir ini, menjadi satu hal yang tidak menyenangkan karena hampir setiap malam hujan membasahi ibu kota. Dan tentu saja, hujan juga diiringi oleh dinginnya angin malam yang cukup menusuk tulang yang ada di tubuhku ini.
Di tengah gelap dan dinginnya malam itu, aku berjalan sambil berusaha menyembunyikan tubuhku serapat mungkin dalam balutan jaket tebal dan syalku yang kupikir dapat sedikit menghangatkan tubuhku ini.
Lalu dalam sebuah persimpangan jalan, aku menunggu sebuah angkutan hijau yang biasa membawaku dalam hitungan detik..menit..bahkan jam...Malam itu, memang masih terlihat ramai dan bus yang kutumpangi pun masih ramai dibanjiri penumpang. Tak terasa menit berlalu, dan kami pun sampai di persimpangan Megaria dan busku pun melaju ke arah sebuah rumah sakit yang namanya dijadikan sebuah lagu " Saint Carolus"
Di tengah padatnya jalan malam itu, naik seorang gadis yang aku rasa berumur 13-15 tahun naik ke dalam bus kami dengan membawa sebuah gitar kecil.
"Uhmm..Gadis yang kemarin lagi", kataku dalam hati.
Yah...kemarin persis saat aku naik bus yang sama, aku melihat gadis ini bersenandung satu lagu yang menurutku agak kurang sopan diperdengarkan di depan umum.
"Satu pasangan tak cukup..
Dua simpanan juga tak cukup..
memang dasar..Emang dasar...
Dasar Eh Kamu BAJINGAN.."
"Kamu mau apa lagi..
kamu mau yang gimana lagi..
Memang dasar..emang dasar..
Dasar eh kamu BAJINGAN.."
Dari segi suara, memang gadis ini bisa dibilang bagus dengan teknik cengkok dangdutnya yang lumayan dibandingkan dengan artis-artis ibukota, namun aku agak kurang setuju bila diumurnya yang masih bau kencur itu, dia sudah berani menyanyikan lagu-lagu yang isinya sangat kasar menurutku.
Maka, aku pun memutuskan untuk hanya memberikan senyuman saat dia sampai di depanku dan mencoba mengumpulkan uang dariku.Uhhmmm...oke then...Gadis itu turun dari Bus kami.
Dinginnya angin malam membuatku sedikit mengantuk...dan aku berusaha memejamkan mataku untuk mengistirahatkan sebentar tubuhku yang cukup lelah ini.
Tak lama aku mengistirahatkan mata dan pikiranku, naiklah 4 orang anak laki-laki yang masih semangat di tengah dinginnya malam.
"Uhmm..Pengamen lain lagi" pikirku.
Dua dari mereka membawa gitar kecil dan sebuah jembe kecil..Wow..walau masih kecil mereka cukup punya modal menjalani kegiatan ini.
Dengan Penuh semangat mereka menyanyikan dua buah lagi dengan penuh semangat. Dari segi kualitas suara tentunya Gadis sebelumnya lebih berbobot, namun dari segi usaha menarik perhatian penumpang, mereka memang jagonya.
Bagaimana tidak, mereka masih kecil..yah, berumur sekita 6-8 tahun dan dari tingkah polahnya mereka sangat atraktif. Yah..ini terlihat dari para penumpang yang memasang wajah simpati kepada anak-anak itu.
Namu, saat itu aku pun memutuskan untuk tidak memberikan sepeser pun kepada mereka. Karena menurutku akan menjadi suatu tindak pembodohan bagi mereka. Bagaimana tidak, dari segi penampilan, mereka masih bisa memakai baju dengan gambar karakter-karakter kartun yang sekarang ini sedang terkenal ditambah dengan kepemilikan gitar dan jembe kecil yang aku rasa harganya tidaklah murah.
Setelah anak-anak itu turun dari bus kami, baru seratus meter sudah naik lagi pengamen yang ketiga. Dan kali ini makin membuatku tecengang. Bagaimana tidak, yang naik adalah seorang pria yang aku rasa berumur 35 tahun, berpostur kurus tinggi, berkulit putih bersih dan berkaca mata.
"Wuah..keterlaluan sekali"kataku dalam hati.
Laki-laki itu atau lebih tepatnya bapak itu memulai aksinya dalam menyanyi. Namun, suranya sangat kecil dan terdengar seperti berbisik. Dia bernyanyi sambil bertepuk tangan. Itu pun tepukan tangannya sangat lemah dan tak terdengar sama sekali.
Wuah, aku pesimis sekali pengamen yang satu ini akan dapat merebut perhatian dan belas kasih para penumpang. Bagaimana tidak, dia terlihat kurang berusaha dengan suaranya yang sangat lirih dan lemas.
Aku mencoba memperhatikan pengamen itu dan mencoba menebak apa yang membuat dia mengamen. Bukankah dia masih sehat dan bisa mencari pekerjaan lain yang lebih menghasilkan uang.
Dalam diamku memperhatikannya, tiba-tiba aku lihat matanya berkaca dan terlihat menahan tangis dalam hati. Yah.. aku bisa merasakan kesedihan dalam matanya yang sedang menerawang langit-langit bus kami.
Lalu, kuperhatikan lebih lekat lagi, tubuhnya sangat kurus dan terlihat tulang-tulangnya deangn jelas. Bibirnya pun pucat seperti belum makan seharian ini. Lalu kulihat kantung celananya tipis tak berisikan uang receh hasil mengamen.
Aku benar-benar bisa melihat kelelahan dan kesedihan di matanya. Aku membayangkan dia adalah salah satu korban PHk yang sedang marak terjadi dan harus tetap bertahan hidup dengan mengamen walaupun harus menurunkan harga dirinya.
Terlihat benar, bahwa dia tidak biasa mengamen dan sangat lapar malam itu.
Pikiranku langsung melayang membayangkan bagaimana bila ayahku yang berada dalam posisi laki-laki itu. Dan melihat matanya, tiba-tiba aku pun ikut sedih dan ingin menangis. Sungguh sangat menyakitkan hati melihatnya.
Lalu benar saja, para penumpang tak terlihat antusias dan tertarik dengan aksinya malam itu. Namun, perasaan kasih dalam hatiku sangat dalam melihat kesedihan di matanya. Untuk itu, ku coba sedikit membantunya dengan memberikan selembar uang seribu yang mungkin dapat membantunya untuk membeli sedikit makanan di malam yang dingin ini.
Di tengah gelap dan dinginnya malam itu, aku berjalan sambil berusaha menyembunyikan tubuhku serapat mungkin dalam balutan jaket tebal dan syalku yang kupikir dapat sedikit menghangatkan tubuhku ini.
Lalu dalam sebuah persimpangan jalan, aku menunggu sebuah angkutan hijau yang biasa membawaku dalam hitungan detik..menit..bahkan jam...Malam itu, memang masih terlihat ramai dan bus yang kutumpangi pun masih ramai dibanjiri penumpang. Tak terasa menit berlalu, dan kami pun sampai di persimpangan Megaria dan busku pun melaju ke arah sebuah rumah sakit yang namanya dijadikan sebuah lagu " Saint Carolus"
Di tengah padatnya jalan malam itu, naik seorang gadis yang aku rasa berumur 13-15 tahun naik ke dalam bus kami dengan membawa sebuah gitar kecil.
"Uhmm..Gadis yang kemarin lagi", kataku dalam hati.
Yah...kemarin persis saat aku naik bus yang sama, aku melihat gadis ini bersenandung satu lagu yang menurutku agak kurang sopan diperdengarkan di depan umum.
"Satu pasangan tak cukup..
Dua simpanan juga tak cukup..
memang dasar..Emang dasar...
Dasar Eh Kamu BAJINGAN.."
"Kamu mau apa lagi..
kamu mau yang gimana lagi..
Memang dasar..emang dasar..
Dasar eh kamu BAJINGAN.."
Dari segi suara, memang gadis ini bisa dibilang bagus dengan teknik cengkok dangdutnya yang lumayan dibandingkan dengan artis-artis ibukota, namun aku agak kurang setuju bila diumurnya yang masih bau kencur itu, dia sudah berani menyanyikan lagu-lagu yang isinya sangat kasar menurutku.
Maka, aku pun memutuskan untuk hanya memberikan senyuman saat dia sampai di depanku dan mencoba mengumpulkan uang dariku.Uhhmmm...oke then...Gadis itu turun dari Bus kami.
Dinginnya angin malam membuatku sedikit mengantuk...dan aku berusaha memejamkan mataku untuk mengistirahatkan sebentar tubuhku yang cukup lelah ini.
Tak lama aku mengistirahatkan mata dan pikiranku, naiklah 4 orang anak laki-laki yang masih semangat di tengah dinginnya malam.
"Uhmm..Pengamen lain lagi" pikirku.
Dua dari mereka membawa gitar kecil dan sebuah jembe kecil..Wow..walau masih kecil mereka cukup punya modal menjalani kegiatan ini.
Dengan Penuh semangat mereka menyanyikan dua buah lagi dengan penuh semangat. Dari segi kualitas suara tentunya Gadis sebelumnya lebih berbobot, namun dari segi usaha menarik perhatian penumpang, mereka memang jagonya.
Bagaimana tidak, mereka masih kecil..yah, berumur sekita 6-8 tahun dan dari tingkah polahnya mereka sangat atraktif. Yah..ini terlihat dari para penumpang yang memasang wajah simpati kepada anak-anak itu.
Namu, saat itu aku pun memutuskan untuk tidak memberikan sepeser pun kepada mereka. Karena menurutku akan menjadi suatu tindak pembodohan bagi mereka. Bagaimana tidak, dari segi penampilan, mereka masih bisa memakai baju dengan gambar karakter-karakter kartun yang sekarang ini sedang terkenal ditambah dengan kepemilikan gitar dan jembe kecil yang aku rasa harganya tidaklah murah.
Setelah anak-anak itu turun dari bus kami, baru seratus meter sudah naik lagi pengamen yang ketiga. Dan kali ini makin membuatku tecengang. Bagaimana tidak, yang naik adalah seorang pria yang aku rasa berumur 35 tahun, berpostur kurus tinggi, berkulit putih bersih dan berkaca mata.
"Wuah..keterlaluan sekali"kataku dalam hati.
Laki-laki itu atau lebih tepatnya bapak itu memulai aksinya dalam menyanyi. Namun, suranya sangat kecil dan terdengar seperti berbisik. Dia bernyanyi sambil bertepuk tangan. Itu pun tepukan tangannya sangat lemah dan tak terdengar sama sekali.
Wuah, aku pesimis sekali pengamen yang satu ini akan dapat merebut perhatian dan belas kasih para penumpang. Bagaimana tidak, dia terlihat kurang berusaha dengan suaranya yang sangat lirih dan lemas.
Aku mencoba memperhatikan pengamen itu dan mencoba menebak apa yang membuat dia mengamen. Bukankah dia masih sehat dan bisa mencari pekerjaan lain yang lebih menghasilkan uang.
Dalam diamku memperhatikannya, tiba-tiba aku lihat matanya berkaca dan terlihat menahan tangis dalam hati. Yah.. aku bisa merasakan kesedihan dalam matanya yang sedang menerawang langit-langit bus kami.
Lalu, kuperhatikan lebih lekat lagi, tubuhnya sangat kurus dan terlihat tulang-tulangnya deangn jelas. Bibirnya pun pucat seperti belum makan seharian ini. Lalu kulihat kantung celananya tipis tak berisikan uang receh hasil mengamen.
Aku benar-benar bisa melihat kelelahan dan kesedihan di matanya. Aku membayangkan dia adalah salah satu korban PHk yang sedang marak terjadi dan harus tetap bertahan hidup dengan mengamen walaupun harus menurunkan harga dirinya.
Terlihat benar, bahwa dia tidak biasa mengamen dan sangat lapar malam itu.
Pikiranku langsung melayang membayangkan bagaimana bila ayahku yang berada dalam posisi laki-laki itu. Dan melihat matanya, tiba-tiba aku pun ikut sedih dan ingin menangis. Sungguh sangat menyakitkan hati melihatnya.
Lalu benar saja, para penumpang tak terlihat antusias dan tertarik dengan aksinya malam itu. Namun, perasaan kasih dalam hatiku sangat dalam melihat kesedihan di matanya. Untuk itu, ku coba sedikit membantunya dengan memberikan selembar uang seribu yang mungkin dapat membantunya untuk membeli sedikit makanan di malam yang dingin ini.
Sunday, February 08, 2009
Bertahan
Aku Bertahan
- Rio Febrian -
Sedih…
Ku tahu kini perasaanmu…
kepadaku..
Sedih..
Saat engkau tak yakin kepadaku..
akan cintaku..
Jalan Berliku takkan membuatku..
Menyerah akan cinta kita..
Tatap mataku dan kau akan tahu..
semuanya yang kurasakan..
Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..
aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…
Tatap mataku dan kau akan tahu…
Semuanya yang kurasakan….
Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…
Masih Cinta
Masih Cinta
- Kotak -
Intro : A E F#m 2x
E C#m
Tik,.,tik,.,.tik
F#m B
Waktu berdetik
G#m C#m A B
Tak mungkin bisa ku hentikan
E C#m F#m B
Maumu jadi mauku
G#m C#m A B
Pahitpun itu ku tersenyum
A B G#m C#
Kamu tak tahu rasanya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu
E C#m
Tik,.,tik,.,.tik,.,.
F#m B
Air mataku
G#m C#m A B
Biar terjatuh dalam hati
E C#m F#m B
Mau ku tak penting lagi
G#m C#m A B
Biar ku buat bahagiamu
A B G#m C#
Kamu tak tahu rasanya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu
A B G#m C#
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
F#m Am B A
Jadi diriku, yang masih cinta
interlude : A G#m F#m 2x B
A B G#m C#
Kamu tak tahu hancurnya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu
A B G#m C#
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
F#m Am B E
Jadi diriku, yang masih cinta
Code : F#m A D
Cinta Cuma Satu
Cinta Cuma Satu
- Nindy -
Telah aku maafkan
Semua kesalahanmu
Asal kau mau berjanji
Tidak mengulangnya lagi
* Telah aku terima
Sakitnya dikhianati
Sedalam cintaku ini
Selama hidupku ini
Hatiku cuma ada satu
Sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi
Nanti aku bisa mati
Cintaku cuma sama kamu
Sayangku cuma untuk kamu
Tolong jangan hancurkan lagi
Nanti aku bisa mati
Back to *
Subscribe to:
Posts (Atom)




