Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Sunday, April 28, 2013

Terlanjur Sayang


...
Apakah diriku yang bersalah?
hingga pisah di depan mata..
Tetapi diriku masih, tetap cinta kamu kasih slamanya
Sampai kapan juga..
...

Thursday, January 26, 2012

Macet di Otak, Macet juga di Hati

Mencari foto-foto atau pun gambar menarik di halaman google merupakan sebuah aktivitas yang menarik untuk saya. Ada sebuah hal menarik saat menemukan gambar-gambar unik di halaman ini. Namun, yang terkadang menjadi menarik ada beberapa gambar sederhana yang banyak memuat makna. Salah satu gambar favorit saya adalah sebuah gambar tentang kemacetan jalan raya yang sebelumnya sudah pernah saya posting dalam blog ini. Lihat : 'Traffic of Life' , August 25th 2011
















Sebenarnya, saat ingin melakukan posting akan gambar ini, banyak hal yang ingin saya tuliskan sebagai narasi gambar tersebut. Namun, beberapa kali mencoba menuangkannya dalam sebuah tulisan, selalu saja terserang block writing.

Beberapa waktu lalu saat mengalami masalah hati, sengaja saya melihat kembali tulisan-tulisan serta gambar yang pernah saya posting ke dalam halaman blog pribadi ini. Saat kembali melihat gambar ini, entah mengapa gambar ini terus muncul dalam benak saya dan terus terngiang. Antara tersindir dan tertampar hati saya melihatnya kembali. Namun, coba saya abaikan saja perasaan itu.

Keesokan harinya, di dalam kemacetan pagi hari ini berlokasi di sebuah angkutan umum, sebuah refleksi akan gambar ini seakan kembali menampar hati saya. Saat berada di tengah kemacetan jalan tak berujung ada rasa kesal. Mungkin kesal karena perjalanan kita menjadi lebih lama sampai dari biasanya. Kesal karena banyak waktu terbuang. Dan lebih kesal lagi, ketika ternyata tidak ada kecelakaan ataupun perbaikan jalan yang menyebabkan terjadinya kemacetan. Selain itu, belum lagi kesal karena lalu lintas yang makin semrawut akibat ulah banyak pengendera yang menyalip dari kanan ataupun kiri kendaraan. Belum lagi suasana di dalam angkutan umum yang penuh dengan asap kendaraan dan juga hawa panas. Dalam keadaan seperti ini ada rasa iri dengan para pengguna kendaraan pribadi yang seakan terlihat lebih nyaman di dalam kendaraan mereka. Namun, seandainya ada kesempatan untuk saya pindah ke kendaraan lain yang lebih nyaman, apakah saya yakin dapat menghindari kemacetan yang ada?

Toh, pindah ke dalam kendaraan yang lain tidak membuat kita lebih cepat sampai ke tujuan kita. Masalah nyaman dan tidak nyaman kan tergantung persepi setiap orang. Dan perasaan nyaman dan tidak nyaman tergantung bagaimana kita bisa menikmati suasana. Bisa dengan tidur sejenak bila memang masih mengantuk, mendengarkan mp3, baca buku, sambil ngobrol bila sedang bersama teman, atau berdoa mendekatkan diri sama Tuhan (woooww, tumben pikiran saya lagi lempeng).

Dan sebuah kesimpulan muncul dalam benak saya (maaf bila terlalu naive, saya pun sedang belajar untuk mencapai ini). Kemacetan adalah sekedar situasi gak menyenangkan dalam perjalanan kita. Namun untuk sampai ke tujuan kemacetan itu harus dilalui kan? Seperti hidup, saat terjadi banyak masalah dan membuatnya seakan tidak ada harapan. Kita harus tetap setia dan tekun menjalaninya. Karena walaupun perlahan, semua itu akan membawa kita sampai ke tujuan.

Sebuah kalimat gak berperasaan menampar hati saya saat menuliskan posting ini :
”Bila sudah tau dalam hidup dan cinta itu selalu muncul masalah. Mengapa kita terus menggerutu atau memilih untuk menyerah. Just Enjoy it  with smile. Because life would give you smile back”

Tuesday, October 11, 2011

I Love You from the Start

Percaya gak sih dengan yang namanya takdir?

Apa bener semua jalan hidup ini sudah diatur oleh Tuhan? Apa benar semua tujuan hidup kita sudah digariskan? Apakah benar jodoh kita telah ditentukan sejak lahir? Bicara soal takdir dan jodoh, setiap orang pasti berbeda-beda pengalaman yaa.

Dalam sebuah perbincangan malam dengan nyokap, doi sempet cerita ‘gosip’ terbaru yang dapat menjadi bahan cerita kita berdua.

‘Tau gak sih, kalau mantanmu tuh sekarang udah punya pacar baru?’

‘Ya elah maa, kan aku udah cerita. Pacarnya sekarang itu temen waktu kuliah. Wong sidang skripsinya aja bareng. Kayaknya waktu dulu di kampus, aku beberapa kali lihat mereka ngobrol sih. Emang kelihatannya udah deket dari dulu. Mungkin dulu belom ada kesempatan kali yah.’

‘Iyaaa.. denger-denger tuh dia sebelum jadian sama kamu udah nembak itu perempuan, tapi di tolak. Udahan gitu jadian deh sama kamu. Eh, sekarang mereka jadian deh.’

‘Iya sih, aku tau kok. Lagian waktu terakhir-akhir sama aku udah terasa banget kok. Hubungannya mereka udah intens banget. Yah, kalo sekarang malah jadian yah mudah-mudahan namanya jodoh.’
----------------------------------------------------------------------------

Di lain kesempatan, seorang teman bercerita tentang nasib percintaannya,

‘Gue akhirnya milih dia jadi cowok gue.’

‘Bagus deh. Secara kan loe temen baik sama dia dari dulu.’

‘Iya sih. Sebenernya gue udah naksir nih anak dari dulu jaman gue remaja. Jaman masih cupu. Tapi entah tiba-tiba dia ngilang karena masuk asrama. Gue menjalin cinta sama siapa, dia pun sama siapa.. dan sekarang kita ngerasa ternyata saling sayang. Ya udah deh, jadian ajah.’
---------------------------------------------------------------------------

Atau sebuah perbincangan penuh kebingungan antara teman,

‘Kemarin gue pulang kampung halaman yah…  Terus ketemu sama temen satu geng waktu SMA gitu. 
Eh, masa 3 di antara mereka tuh kayak orang tukeran pasangan aja yaaa.. Mantannya si B sekarang suaminya A. Mantannya A sekarang suaminya C dan mantannya C suaminya si B. Gila yaaaa.. emang mereka gak ngerasa aneh yah satu sama lain?’

‘Aneh gimana maksudnya?’

‘Yah aneh lah.. emang gak aneh apa ngebanyain dulu pada mesra-mesraan pas pacaran. Ciuman lah, pelukan lah.. kan aneh’

‘Iya sih kalo di pikir-pikir aneh yah. Secara pasti kan pas mereka remaja saling curhat yah?’

‘Nah itu dia. Secara kan gue dulu satu geng sama mereka. Dari berempat, Cuma gue aja yang nikah sama orang di luar lingkungan pergaulan kita pas remaja.’

‘Yaaahh.. namanya juga dulu masih cinta monyet. Gak nyangka  pas udah dewasa rasanya beda kali. Just only Heaven knows about love, kan.. Kita mah tinggal ngerasain dan ngejalanin’
----------------------------------------------------------------------

Kita gak akan pernah tau yah, kemana hati ini akan mengarah. Kepada siapakah kita akan membagi suka, duka, kangen, manja, marah, sedih bersama. Dalam kamus hidup gue, jatuh cinta itu enaknya emang harus pada pandangan pertama. Dengan orang yang gak pernah kita kenal, saling liat-liatan, kenalan nanya nama, akhirnya ngobrol tentang kesukaan atau kegiatan masing-masing, sampai akhirnya memutuskan untuk barengan menjalani hidup berdua dalam hubungan pacaran.

Inget banget deh jaman remaja dulu sampe ngucap sumpah kalo gue gak akan pernah suka apalagi pacaran sama temen baik. Kebayang aja kan, saat kita udah tau baik buruknya temen kita, bahkan sampe busuk-busuknya kelakuan dan pemikiran dia, ternyata kita jatuh cinta sama dia. Ngobrolin hal-hal romantic sama dia, which is dulu kita goblog-goblog’an bareng. Dan ternyata.. sumpah itu akhirnya balik ke gue. Gak pernah kira, bahwa sekarang gue memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria yang gue udah tau dari kecil. Pria yang berhasil membuat hati ini yakin bahwa gak ada salahnya kok pacaran sama temen sendiri. Malahan bagus, kita udah pernah saling kenal, udah tau sedikit karakter baik dan buruk sampe gokilnya kita.

Jujur, saat remaja dulu memang gue pernah terpesona sama pria ini saat dia berlaga di atas panggung bersama dengan gitarnya. Namun, saat itu kupikir hanyalah sebuah rasa kagum semata dan gak pernah ada niatan untuk melanjutkan ke niat yang lebih serius. Dia pernah menjalin cerita sama siapa dan gue pun punya banyak cerita cinta. Tapi entah kenapa, ada angin atau karena mantra apa, cinta tumbuh dalam persahabatan gue dan dia.

Dan sekarang, setelah hati ini memutuskan untuk menjalin hidup bersama dengan dia. I just realize that I love him from the start.


Monday, September 26, 2011

The Waraku


'The thing that make me realize that I need you.. I love you, mas..'

Monday, September 19, 2011

A Perfect Escape

"Lari pagi.. Pagi berlari.. Pagi-pagi cari pelarian"

Hari ini saya memulai lagi aktivitas lari pagi saat weekend setelah vakum selama 4 bulan. Seperti biasa, ritual saya sebelum berlari stretching, memakai sepatu, jaket, serta menyumpal kuping saya dengan green i-pod, teman setia saya saat senang dan sedih. Setelah semua persiapan selesai, mulailah saya menggerakkan kaki saya untuk maju ke depan, berlari di atas aspal yang baunya masih bercampur dengan embun pagi.

Karena selama 4 bulan ini bobot tubuh saya naik kurang lebihnya 12 kilo, saya menantang diri sendiri untuk menyusuri lebih panjang jalanan kompleks dari biasanya.

Setelah kurang lebih 30 menit saya berlari, tiba-tiba perasaan saya tersentak. Saya merasa lari pagi kali ini sangat berbeda. Entah apa itu, tapi saya merasa ini sangat berbeda. Padahal, saya menggunakan pakaian olah raga yang sama, jaket yang sama pula, pemutar mp3 dengan lagu-lagu yang sama mengalun harmonis mengiringi saya berlari. Sejenak, saya mengurangi kecepatan lari saya dan berusaha merasa. Apa yang berbeda kali ini?

Di tengah kebingungan itu, sebuah lagu mengalun perlahan dari i-pod saya..

It’s the hardest thing I’ll ever have to do
To look you in the eye and tell you I don’t love you
It’s the hardest thing that ever I’ll have to lie
To show no emotion when you start to cry..
(The Hardest Thing – 98 Degrees)

But if I let you go
I will never know
What my life would be holding you close to me
Will I ever see, you smiling back at me
How will I know, If I let you go
(If I Let You Go – Westlife)

Sesaat sebuah rasa terhenyak dalam hati dan pikiran saya..
Terbayang, 4 bulan lalu saya tetap berlari di tengah hujan deras di sebuah pagi. Bak adegan film yang dibuat sedikit dramatis. Saat itu, saya berlari dengan air mata mengalir deras, sederas hujan pagi itu. Sebuah aktivitas lari pagi yang akhirnya menjadi sebuah pelarian paling sempurna yang pernah ada. Pelarian dari emosi yang saat itu bergejolak campur aduk dalam hati saya. Emosi yang membuat saya berlari, dan terus berlari seakan ujung jalan tak pernah ada. Sebuah lari pagi yang tidak hanya mengolah raga saya, namun juga jiwa saya.

Motivasi berbeda, ternyata menimbulkan rasa berbeda pula. Lari pagi saya kali ini, terasa begitu berbeda dan menyenangkan. Dalam lari pagi ini, saya masih sempat memperhatikan beberapa Bapak yang bertugas mengumpulkan sampah warga. Seorang ibu yang baru saja pulang dari pasar. Sekelompok tukang ojek yang dengan setia menunggu para penyewa yang minta diantar ke suatu tempat. Seorang ibu tua tukang sayur, yang dengan wajah bersahaja berjalan mendorong gerobaknya. Dan semua hal yang membuat saya merasa berbeda, karena lari pagi kali ini bukanlah sekedar pelarian. Lari pagi kali ini dipenuhi dengan senyum suka cita yang tak segan saya berikan kepada orang-orang disepanjang lari saya. Senyum yang juga saya berikan untuk diri saya sendiri, karena sebuah rasa bahagia dalam hati. Rasa bahagia, karena lari pagi kali ini begitu berbeda...

*Refleksi 17 September 2011



Wednesday, June 29, 2011

Superman Is Dead





I want to be a superhero. Guess my name!

hmm.. Superman? Spiderman? or Gentongman? :p

Yourman.

*freeze

Monday, May 16, 2011

You are the Unexpected Person


"Rejection doesn't hurt. Expectation does."

Untuk menghabiskan waktu saat akhir pekan, biasanya saya mampir ke pusat perbelanjaan yang banyak tersebar di Jakarta Raya, ini yang sering disebut dengan mall. Dalam keramaian mall ada yang menarik perhatian saya. Senyum-senyum penuh ketulusan yang tak pernah henti mengembang saat menawarkan aplikasi kartu kredit. Entah berapa orang yang telah mereka tawari untuk mengisi aplikasi tersebut. Mungkin ratusan atau bahkan ribuan orang. 

Satu hari dengan iseng saya mencoba untuk berjalan beberapa kali melewati stand aplikasi tersebut. Saat itu, kurang lebihnya 5 kali saya bolak-balik. Begitu terkejutnya saya saat senyum-senyum penuh ketulusan itu tetap mengembang ke arah saya dan dengan semangat yang sama mereka tetap menawari saya untuk melakukan aplikasi produk kartu kredit mereka.

Entah apa yang saya rasakan saat itu. Yang pasti, dada saya tiba-tiba berdegup tak henti, seakan menampar hati ini..

Jelas dalam ingatan saya, setiap tahun baru dengan berbagai pesta perayaannya, saya pun selalu menuliskan resolusi yang ingin saya gapai dalam waktu satu tahun ke depan. Memang, saya bukanlah orang yang masuk dalam golongan Result Oriented. Kalau boleh mengelompokkan diri, saya lebih senang berada dalam kelompok Process Oriented, di mana proses dalam setiap pencapaian menjadi terasa lebih bermakna ketimbang pencapaian itu sendiri. Banyak tantangan yang harus dihadapi sebagai orang yang masuk dalam golongan ini. Saya harus siap menerima setiap kejutan yang ada saat proses berlangsung. Kejutan berupa kegagalan atau keberhasilan dalam sebuah proses pencapaian.

”Apakah saya masih bisa tersenyum dengan tulus dan dengan semangat yang sama tetap berdiri tegak menghadapi kegagalan dalam sebuah proses pencapaian?”

Terkadang dalam proses pencapaian bukanlah kegagalan yang kita takutkan. Kita lebih khawatir bahwa proses yang terjadi tidak sesuai dengan yang apa kita harapkan. Padahal sadar atau tidak, kegagalan adalah sebuah hal wajar terjadi. Kegagalan mengingatkan kita untuk melihat kembali seberapa besar usaha kita. Kegagalan mengingatkan kita kembali untuk berserah Kepada-Nya yang selalu ada saat kita gembira, sedih, galau, berhasil, atau dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Masalahnya adalah, bagaimana sikap kita dalam menggapai sebuah ekspektasi? Apakah kita lebih suka mengejarnya dengan sekuat tenaga, memastikan semua tahap dari proses pencapaian berhasil dijalankan? Ataukah menjalani semua dengan penuh ketulusan. Meyakini bahwa akan berhasil mendapatkan hasil yang terbaik dari proses yang dijalani. Baik atau buruk proses yang dijalani, toh itu hanyalah tahap dalam pencapaian yang menjadikan kita lebih baik lagi dari hari ke hari...

Something Gonna Happen


"Terus, kira-kira ending nya apa? Sad or Happy Ending"

Did you think about the ending?
Should I have to choose it, between happy or sad ending? Is it would be end up?
If you think about the ending, I would prepare my own parachute that help me fall down safely to the ground.


And it's okay if you have to go away
Oh just remember the telephone work in both ways
And if I never ever hear them ring
If nothing else I'll think the bells inside
Have finally found you someone else and that's okay
Cause I'll remember everything you sang..

-Jason Mraz on You and I Both-

Sunday, May 15, 2011

Apple on the Treetop


‘Loe tuh sebagai perempuan terlalu perfect, Mba.. Gue aja adore sama loe. Sebagai perempuan, loe tuh terlalu kuat mba.. Makanya loe harus dapat pasangan yang lebih dari loe segalanya. Lebih dalam hal pengetahuan, idealisme hidup, karir, cara pandang. Yah.. semua hal deh, dia harus lebih dari loe. Dan banyak teman-teman tuh yang adore juga sama loe, seperti gue mengidolakan loe, Mba”

Dari sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh teman saya melalui media chatting BlackBerry Messenger saya mendapatkan kata-kata ini. Terus terang, saat mendapatkan pengakuan dari teman saya ini, bukan rasa senang atau pun tersanjung yang muncul dalam benak dan hati saya. Namun rasa resah dan khawatir yang tiba-tiba terlintas.

Sehebat dan sesempurna itukah saya dimata rekan-rekan saya?Betulkah hanya seorang laki-laki yang sama sempurnanya yang bisa mendapatkan saya? Wuahhh, bakal ribed juga yah hidup gue? Orang bakal ngeri bergaul sama gue nih. Am I too perfect?

Karena ternyata bukan hanya teman saya ini yang berani mengutarakan pendapatnya kepada saya. Suatu hari saya pun pernah mendapatkan penilaian yang sama dari seorang teman yang baru mengenal saya beberapa minggu terakhir ini.

’Loe terbuat dari apa sih, Dess? First impression gue sama loe tuh perempuan yang mandiri. Bisa menjalani hidup sendiri tanpa orang lain. Perempuan seperti loe akan membuat orang lain penasaran. Namun, sepertinya dahan yang menahan loe itu terlalu kuat dan tinggi yah.’

Sekali lagi muncul pertanyaan yang sama, Am I perfect person? Pertanyaan itu berulang kali terngiang dalam benak dan hati saya.. Selama ini saya menjalani hidup seperti orang pada umumnya. Mencoba mengikuti naluri dalam meraih mimpi.. Menjalani hidup apa adanya.. Mencoba mengusahakan yang terbaik untuk diri dan keluarga. That’s it.. Nothing special I think..

Memang tidak bisa dipungkiri, menyenangkan memang bisa menjadi seseorang yang berarti dan memberikan inspirasi kepada orang lain. Namun, menurut saya, apalah artinya saya bila akhirnya saya hanya bisa bertengger di atas pohon saya dan menjadi begitu tinggi untuk orang lain. Ibarat sebuah apel yang ranum karena matang di pohon, tentunya apel itu akan menjadi berguna bagi orang lain saat sudah dipetik dan dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi orang lain. Entah itu membuat orang lain menjadi lebih sehat akibat mendapatkan vitamin yang terkandungnya atau sekedar rasa bahagia karena mendapatkan rasa manis buah yang matang ranum itu.

Begitu pun saya. Diri ini akan menjadi berguna untuk orang lain bukan karena orang lain melihat saya hebat atau lebih dari orang lain. Mendapatkan banyak decak kagum dan pujian. Namun, saya akan merasa lebih berguna bila bisa menorehkan rasa bahagia dalam hati banyak orang.

Dan berharap akan datang seseorang dengan penuh keberanian memanjat ke atas dahan pohon apel itu dan dengan penuh kesajahaan membawa saya dengan aman sampai ke bawah dan membiarkan diri ini lebih banyak lagi memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitar pohon itu.

*Image diambil dari Profile Picture tetangga sebelah dalam contact list BlackBerry Messenger

Wednesday, April 13, 2011

My Heart is Open Recruitment

Biasanya setiap bulan, setelah segelintir uang masuk kedalam rekening sebagai upah rodi bekerja, saya selalu menahan diri untuk tidak berbelanja, paling tidak sampai dengan tanggal 15 setiap bulannya. Hal ini selalu saya lakukan, untuk menghindari terjadinya puasa , karena uang hasil kerja lenyap bergantikan sepatu, tas ataupun dres-dress lucu yang semakin memenuhi lemari.

Kalau bicara masalah aktivitas yang paling digemari perempuan sejagad raya ini, pastilah tak akan ada habisnya. Setiap bulan selalu ada saja trend atau model terbaru yang selalu menggoda mata ini untuk mengambil dan membelinya..  Apalagi di jaman serba mudah sekarang ini, dimana hampir semua toko di pusat perbelanjaan selalu dilengkapi dengan bermacam fasilitas bayar yang semakin mempermudah para perempuan untuk berbelanja. Selain itu ada banyak tawaran dari institusi kredit yang siap sedia menyediakan berbagai kartu ajaib. Yah, kartu ajaib yang hanya dilengkapi dengan verifikasi tanda tangan, barang-barang nan lucu pun siap untuk dibawa pulang.

Untungnya, saya bukan tipe perempuan yang senang berbelanja. Saat ingin membeli sebuah barang, selalu ada banyak hal yang dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum akhirnya menggesekkan kartu debit eletronik ke mesin cashier. Secara otomatis, otak ini langsung berimaji dengan banyak pertanyaan. Akan digunakan dengan apa barang ini? Apakah sebelumnya sudah punya barang serupa? Apakah terlihat bagus saat digunakan? Apakah di masa mendatang, barang ini dapat terus dipakai atau sekali pakai akan buang? Apakah harganya masuk akal? Apakah nyaman saat memakainya? Apakah barang ini cocok dengan saya? Apakah barang ini mewakili pribadi saya? Dan yang paling penting untuk dijawab adalah, Apakah barang ini worth it saya miliki karena saya butuh atau sekedar saya kagumi?

Untuk pertanyaan yang terakhir tadi, seringkali saya membutuhkan waktu 20-60 menit untuk mendapatkan jawabannya (wahhh... lama juga yah? Saya baru sadar).  Ternyata sekedar mencari jawab atas pertanyaan itu otak saya terpaksa untuk bekerja keras. Ternyata untuk menemukan jawaban atas kebutuhan dan sekedar rasa kagum membutuhkan proses yang luar biasa panjang.

Kadang kita merasa tertarik bahkan jatuh cinta terhadap sebuah barang. Rasa ketertarikan kita membuat kita untuk berusaha mencari kelebihan, bahkan keunikan dari barang tersebut. Ketertarikan itu kadang kala membuat kita penasaran lebih lanjut, sehingga beberapa usaha dilakukan, seperti mencari informasi dari internet, tanya ke teman yang berpengalaman, maupun datang langsung ke tokonya untuk bertanya kepada penjual ataupun berinteraksi langsung dengan barang tersebut. Setelah informasi itu ada, lalu kita pun akan berpikir apakah kita langsung membeli untuk memilikinya atau mengurungkan niat sebentar, karena ternyata harganya mahal dan kita belum cukup mampu untuk memilikinya. Mungkin setelah sekian usaha dilakukan, kita akan merasa mampu untuk mendapatkan barang tersebut. Atau mungkin, kita pergi dan tidak jadi membeli, karena kita anggap barang itu tidak cukup berarti kita miliki.

Bila dilihat dari proses persepsi yang sedemikian rumit, mungkin hal inilah yang menjadi jawaban atas kendala saya dalam menentukan pasangan. Saya terkadang butuh waktu yang sangat lama untuk memastikan seseorang akan saya jadikan pasangan atau tidak. Memang lamanya relatif, tergantung interaksi dan kecocokoan dengan orang tersebut. Dan yang paling penting adalah, Apakah laki-laki ini cukup worth it untuk saya menjalin hubungan dengannya atau tidak? Apalagi untuk sebuah hubungan yang serius, banyak hal yang saya proyeksikan dan saya imajikan untuk masa depan. Namun, mengingat umur saya yang sudah tak muda lagi, kadang saya menjadi gundah gulana. Apakah  saya akan melakukan pilihan impulsif dengan banyak orang dan melakukan banyak hubungan trial-eror... atau tetap pada kebiasaan saya dalam memilih.. Kembali merenung dan merasa dalam waktu yang relatif lama untuk mendapatkan satu pilihan yang tepat untuk sebuah masa depan cinta...

Thursday, March 10, 2011

Mata Hati Telinga (by Maliq & d'Essentials)


Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya

Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga

Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan

Back to Reff: 2x

Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga

Sebuah lagu yang akhirnya berhasil membuat gue bangkit dari Galau yang selama ini meraja hati... Stop to blame myself.. 

Tuesday, February 22, 2011

#Random Words 5

Saat sayap ini patah
Kupaksakan untuk terus terbang
Tak ingin kujatuh dan terluka parah
Karena ku yakin akan dapat terus terbang
Menuju bintang dan rembulan yang tawarkan rasa

Rasa sakit ini kubiarkan hilang tertiup angin
Rasa sakit ini kuyakin kan kering saat terbang lintasi hamparan samudra raya
Dinginnya malam, tak kuhiraukan
Ku hanya mau gapai indah rembulan dengan segala asa

Kubiarkan sayapku kebal akan luka
Kubiarkan ragaku mati rasa
Kubiarkan hatiku tetap berjuang demi indahnya sang rembulan

Namun, tak kusadari
Rasa sakit ini semakin menggerogoti
Sakit ini semakin membunuh raga
Sakit ini semakin melukai hati

Saat ini aku sadar, aku lelah......
Ku sadar ku tak akan sampai ke sana
Ku merasa ku tak akan gapai bintang dan rembulan

Karena semua itu hanya fatamorgana
Yang terlalu berlebih untuk kurasa
Kukira bintang dan rembulan inginkan aku ke sana
Ternyata mereka terlalu jauh untuk kugapai
Sekuat tenaga ini kuterus terbang hanyalah sia-sia
Yang ada, kukorbankan sayap patah ini
Yang sudah tak tersisa lagi

Kuputuskan untuk menyerah
Terbunuh malam
Dan jatuh dalam kubangan yang dalam
Kuharap sayapku tumbuh lagi
Sambil sendiri dalam perenungan,
Memandang bintang dan rembulan yang semakin redup
Yang tak akan berikan senyum itu lagi padaku

Tapi ku disini kan jadi sahabatmu paling setia
Temani engkau wahai bintang dan rembulan dalam kelamnya malam...

Got failed and fall in love in the same time made me so stupid.

Tuesday, February 15, 2011

Curhat Sahabat : Masa Depan Cinta

Di sebuah pagi, dalam sebuah ruangan 3x5 m
Saat itu matahari masih menyelinap masuk melalui jendela yang ada dalam ruang itu..
Dimulai dengan sebuah cerita dari serangkaian mawar putih dan pink yang diberikan semalam kepada teman saya oleh seorang laki-laki..
Tentu saja rasa penasaran yang tinggi menghinggap untuk tahu bagaimana buket mawar itu diberikan dalam kepada teman saya ini..

Dalam rangkaian kata-kata, teman saya menceritakan bagaimana sang pemuda yang selama ini memberi perhatian kepadanya memberikan kejutan manis, semanis cerita dalam dongeng putri dan pangeran berkuda putih..

Rangkaian mawar itu diberikan untuk memulai rangkaian kejutan manis yang lainnya.
Hamparan bunga sepanjang jalan menuju balkon untuk mereka makan malam..
Keromantisan yang semakin lengkap dengan iringan lagu cinta yang dimainkan dengan seorang pianis handal..
Namun, semua kejadian manis dan romantis itu menimbulkan sebuah kebimbangan baru yang menjalar dalam hati teman saya ini..
Bagaimana tidak, saat ini dia sudah bersama dengan orang lain..
Walaupun, sudah hampir 5 atau 6 bulan ini hubungan mereka merenggang akibat kekecewaan yang pernah ditorehkan oleh laki-laki itu ke dalam hati teman saya ini..
Bagaimana setelah hampir 5 tahun mereka bersama, ternyata banyak hal dan nilai hidup yang berbeda di antara mereka berdua..
Bagaimana ekspektasi di antara mereka berdua dalam melihat masa depan sudah berbeda arah pandangan..

Lalu, bagaimana dengan laki-laki bak pangeran berkuda putih yang memberikan serangkaian keromantisan dalam hati teman saya ini..?
Mulailah dia bercerita, bagaimana selama ini laki-laki itu datang dalam hidupnya..
Awalnya, teman saya merasa dia bukan orang yang akan diberikan kesempatan untuk masuk dalam hidupnya
Namun, ada sesuatu yang berbeda ditawarkan oleh laki-laki ini kepada dia.
Bukan semata-mata menjual dan mengumbar keromantisan..
Namun, laki-laki itu datang dengan sejuta harapan untuk masa depan cinta yang lebih baik.
Sejuta harapan yang didasari oleh nilai-nilai hidup yang akan memampukan sebuah kehidupan cinta yang penuh dengan ketulusan, kejujuran, dan rasa aman..

Mulailah dari sana, saya dan dia mulai menyimpulkan bagaimana seharusnya masa depan cinta
Bagaimana hidup ini akan lebih indah dan sempurna bila seseorang mencintai kita apa adanya
Bagaimana hidup percintaan kadang harus berakhir dengan sebuah logika..
Sebuah logika.. bukan karena ada yang salah dengan cinta yang telah terbangun selama ini..
Namun, logika tentang harapan akan sebuah kehidupan cinta di masa depan..
Yang menyadarkan bahwa tidak semata-mata cinta yang lama telah terjalin selalu berakhir hingga ke
jenjang yang lebih sempurna lagi, yaitu sebuah perkawinan..

Selintas, masih jelas dalam ingatan saya, seorang rekan kerja yang suatu hari memberikan kabar,

"Girls.. Gue mau dilamar nih.."

"Wuahhh... selamat yah... Akhirnya yahh setelah 7 tahun pacaran, dilamar juga loe sama orang ini"

"Ehh.. ehh.. bukan sama dia gue bakal married.. Sama anaknya temen nyokap gue"

"Haaahhh !!! kok bisa.. Gilakkk loe.. Emang gak cinta loe sama pacar loe yang 7 tahun niihh?"

"Cinta lah.. gilak apah udah 7 tahun.. Tapi dia ternyata bukan orang yang gue cari.. Belum dewasa.. Dia bukan buat gue deh kayaknya.. Kalau sama anaknya temen nyokap yang dijodohin ke gue.. orangnya dewasa.. dan bisa kasih hubungan yang nyaman buat gue.. Dan point yang lebih penting adalah, dia bisa jadi sosok suami yang akan ngemong dan mengarahkan gue sebagai istri.."

"Hmmm.. yah.. yah... Tapi gilak ahhh loe.. coba dipikir lagih.. Emang cinta 7 tahun gak cukup.. Kasihan kaleee tuh orang.. Udah spend time lama sama elo, terus loe tinggalin gituh ajah"

"Lebih kasihan lagih, kalau ternyata pas gue kawin sama dia, kita gak cocok dan dia tersiksa kawin sama gue."

Dari pengalaman teman saya ini, mulailah kami membuka paradigma baru akan sebuah masa depan cinta.
Untuk sebuah masa depan cinta harus dengan dimulai dengan sebuah keberanian yang luar biasa..
Keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri dan keberanian untuk mengungkapkan segala logika
Logika yang mungkin akhirnya harus dimenangkan untuk memberikan ruang kepada hati ini untuk tidak terlampau jauh untuk sakit hati dan akhirnya menyesal telah salah melangkah..
Logika, untuk mengakui ketidakcocokan fundamental yang akan menyebabkan hubungan penuh kompromi karena sebuah keterpaksaan..

Toh.. kita semua tentunya ingin yang terbaik untuk diri kita..
Terbaik bukan semata-mata secara lahiriah..
Namun, lebih penting lagi mendapat yang terbaik dalam kecocokan jiwa dan rasa..
Rasa akan nilai hidup..
Karena dengan nilai-nilai inilah sebuah hidup akan menjadi lebih hidup dengan saling melengkapi.

My Life Character

Kata orang, gue tuh anaknya serius banget..
Padahal, muka gue nih serius gini, cuma dibuat untuk projek pencitraan hidup gue..
Bak Pak Beye yang menggunakan trik pencitraan dalam strategi politiknya, begitu pun gue yang menggunakan trik muka serius dalam stratgei kehidupan gue..

Entah disengaja atau tidak, Tuhan memang membuat segala sesuatu yang ada di dunia ini seimbang..
Muka serius gue diciptakan seimbang dengan proses otak gue yang kadang-kadang lebih banyak output konyolnya dibandingkan dengan seriusnya..

Sebenernya sih dulu cita-cita pengen jadi pelawak macem Nicta Gina alias Jeng Kelin, atau gak Fitri Tropica dengan gaya kejut seluruh tubuh..
Tapi apa daya, gak pernah lolos casting, karena cetakan muka gue lebih pas kalo jadi peran antagonis macem pembunuh berdarah dingin atau gak jadi tokoh teroris di pedalaman afrika yang siap melakukan bom bunuh diri.

Gue sendiri juga bingung yah dengan hidup gue yang tergolong gak pernah serius.. *menurut gue lohh yahhh
Selain itu juga, dengan kapasitas CPU (otak) gue yang kadang lebih banyak lemotnya dibandingin normal, somehow gue berusaha dengan sangat keras untuk menyimbangkan cetakan muka gue yang udah terlanjur diciptakan serius oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Gue kadang membayangkan dunia gue nih, sebagai dunia dengan banyak karaktek animasi dan kartun.. Macem Power Ranger, Cibhi Maruko Chan, Satria Baja Hitam, Saint Seiya, Dragon Ball, Candy-Candy, Totally Spies, dan banyak karakter animasi lainnya.

Kalau gue mengidentikan diri gue sendiri lebih dekat dengan Candy-candy..
Yah.. candy-candy dengan semua karakternya : clumsy, tomboy, ceria, konyol, ugal-ugalan, dan terkadang melowwww bgt....

Tapi di satu sisi, sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan automotif besar di Indonesia, pencitraan menjadi sosok yang serius kerap gue pergunakan untuk menjaga profesionalitas..

Sometimes, I missed to be me as Candy-candy character..
Feel free.. can do what I want..

Daaarrrr.. udah jam 3 sore ajah...
Asyik bengong dan utak atik blog.. Sampe lupa deyhh punya janji deadline sama bos....
Kerjaan belom kepegang sama sekali.. Mood beloman ngumpul nihhhh... Ampyuuunnn deyhhhh..
Oke.. It's time for being serious person againnnn....
huuuuffhhhhh...

Untuk Kamu yang Ada di Sana

Hai kamu di sana..
Aku curiga deh, kayaknya sedari kecil kamu banyak main petak umpet yah..
Dan aku tau, tempat favorit kamu untuk sembunyi..
Kamu suka sembunyi di lemari es kannn..? (a.k.a Kulkas bahasa kerennya)
Atau sedari masa puber, kamu suka bergaul sama tukang es puter dan sempet kepeleset jatuh masuk gentong es nya yah...
Atau waktu mulai kuliah, kamu pasti terobsesi jadi penemu TV Flat yah..

Entah bagaimana sih proses persepsi yang ada di kepala kamu..
Setiap jokes yang aku lontarkan cuman dijawab maksimal 6 kali "HA" sama kamu..
Mungkin lain kali aku main sama kamu, aku bakal ajak kamu berjemur di pantai dehh..
Biat hati kamu tuh encer kayak sop buah...
Atau gak, aku bakalan kasih sunburn cream ke kamu supaya kamu mencair gak jadi patung es lagi disebelah aku.

Ayooo duooonnkkkk ngomong atuh..
Sariawan kang..? atau lagi sakit perut jadi gak bisa ngomong..?
Hahahahahahaha...
Tapi, aku janji akan jadi seorang penemu decoder tv langganan yang isinya channel humor.
Biar bisa di stel di TV Flat mu dan bikin kamu ceria terus sepanjang waktu..

Am I weird??? Bodo amat deyhh..
Daripada kamu, patung es yang doyannya koleksi TV flat...
TV Flat Screen emang keren... tapi manusia flat emotion.. huhuhuhuhuhuh... Bikin gemesss deyhhhhh

Sunday, December 19, 2010

Tidak Ada yang Pernah Sia-sia...

Dari semua pengalaman hidup yang pernah saya jalani, banyak hal yang terjadi dan tidak berjalan dengan semestinya.. Semua kejadian baik dan buruk pasti membawa sebuah hikmah yang khusus diberikan oleh Sang Pencipta agar kita dapat terus bertumbuh dan menjadi dewasa.

Saya percaya bahwa proses hidup yang saat ini sedang dijalani merupakan cara Tuhan untuk terus membuat saya menjadi makin bersinar layaknya sebuah berlian yang harus diasah agar menjadi murni dan indah.

Yang pasti saya tidak akan pernah menyesal atas apa yang saya alami kemarin, hari ini, ataupun bespk. Karena saya yakin, tidak ada yang pernah sia-sia di mata Tuhan..

Setiap kegagalan yang dihadapi merupakan sebuah anugrah untuk kita menatap masa depan lebih baik..

Bukan Akhir Penantian

Tidak terasa, ternyata hubungan yang selama ini diharapkan akan menjadi yang terakhir ternyata bukanlah sebuah akhir penantian.

Tanggal 13, kami merayakan kebersamaan selama 4 tahun dengan sebuah perpisahan. Yah.. perpisahan dan hujan air mata. Somehow, aku berpikir, apakah tepat untuk hubungan ini diakhiri.

4 hari berlalu tanpa canda dan tawa kebersamaan. Tiba-tiba muncul sebuah email yang masuk melalui account Facebook. Seperti telah menjadi sebuah pertanda, email itu menjawab dan menunjukkan bahwa keputusan perpisahan kami benar adanya.

Melalui email yang masuk, mulailah saya melakukan pencarian dari apa yang sebenarnya terjadi. Dari email itulah, saya tau siapa perempuan yang telah secara bodoh memberikan petunjuk ini kepada saya.

Saat itu tanggal 18, saat aku mendapatkan pembuktian kuat atas penyakit yang selama ini diidapnya. Yah.. penyakit mental, yang aku tau dari awal tidak akan pernah sembuh oleh apapun. Penyakit yang dulu pernah membuatku teramat kecewa, namun sekaligus membuat aku bodoh untuk menerimanya kembali.

Harusnya saat pertama kali aku tahu penyakit itu, aku langsung menyudahinya.. Namun, dulu aku masih bodoh dan lugu dan tetap percaya bahwa dia bisa berubah dan sembuh dari penyakit mentalnya. Namun, aku baru tersadar bahwa ini merupakan penyakit kambuhan yang akan terus terjadi sepanjang hidupnya.

So, for now.. I just tired to be a hero for others life.. I need someone who could be my hero.. Ease my pain and get me trust back to others..
I just wanna be an ordinary girl... Just simple ordinary girl, who need pure love in my life.
But, I have never regretted falling in love with anyone.. I have lived and learned from everyone I know, and loved.. I would not change a thing..

Monday, February 23, 2009

Valkyrie on Valentine's Day

Seperti pasangan yang lain merayakan valentine day. Aku dan dia mencoba bergembira merayakan hari kasih sayang ini dengan pergi nonton bersama. (sebenarnya siyh...minggu yang lain kami juga pergi nonton di bioskop..hehehehe).

Tapi kali ini ada yang berbeda, dari nonton di minggu-minggu biasanya.. Setelah research film yang sedang "In" di internet, kami pun memutuskan pergi nonton film Valkyrie yang banyak direkomendasikan untuk ditonton...

Nah...kami cepat-cepat berangkat di salah satu bioskop favorite kami berdua untuk mengejar jadwal film pukul 21.00.

Sesampainya di sana, kami langsung buru-buru menuju meja kasir untuk medapatkan tiket kami.

"Valkyrie, mba untuk 2 orang..", katanya dia

"Wuah, mas sudah agak penuh nih..tinggal 2 layer di depan."

"Yahhhhh.... gimana nih.." spontan kataku

"uhm...di deret ke empat dari bawah ada tempat tuh mba...masih 3 lagi...", kata dia berusaha mengusahakan agar kami tidak duduk mendongak

"Yah mas..ini untuk tiga orang. Kalo mas beli dua, nanti tinggal satu, tidak ada yang beli..Filmnya sedang banyak ditonton orang nih..Yang di depan aja yah untuk berdua.."

"Ini jarak dengan layar berapa meter mba..?", kataku berusaha mencari informasi yang logis untuk meyakinkan diri sendiri.

"6 meter siy mba...Yah, mendongak siy nontonnya, bagaimana jadi gak?"

"Yah..mba..ngga enak kalo nontonnya mendongak.."kata dia.

"Uhm..mba...boleh yah kalo yang di baris empat ini...Pleassseeee.." kata dia melanjutkan (sambil sedikit memelas dan melemparkan senyuman mautnya)

Melihatnya, aku terkejut..Tak biasanya dia begitu memohon dan memelas kepada orang lain...yang belom dikenal lagi...Aku pun ikut-ikutan dia, "iya yah mba..Pleassssseeeee..."

Melihat itu semua si mba berkata..."Uhm yau dah deh..Untuk mba dan mas, saya kasih di baris empat, dua orang yah.."

"Yesss...berhasil rayuan kami...", pikirku dalam hati..

Heheheh..ami pun berhasil mengantongi 2 tiket film itu.. lalu si dia mulai berkata...

"Untung, mbanya kasih niy baris ke 4 nya. Coba kalo gak... aku bakal bilang...Mba..Ini kan malam valentine.. yang dateng pasti pasangan-pasangan. Jadi nda mungkin ada yang dateng bertiga.."

"Kalu Mba-nya tetep nggak mau kasih gimana?"

'Yah, aku beli tiga-tiganya aja deh.."katanya


hihihihihi...geli aku mendengarnya...
Uhmmm...malam ini menjadi cukup berkesan dengan kejadian tadi... Baru kali ini aku melihatnya begitu memelasa dan memohon kepada orang lain untuk mendapatkan sesuatu untuk kami berdua...

Uhmmm..akhirnya benar..Film Valkyrie di Valentine day ini menjadi suatu pengalaman berkesan bagi kami..
Karena tak hanya filmnya yang memang bagus..namun..kejadian di balik itu semua yang membuatnya semakin berkesan...

Monday, September 22, 2008

Dunia Baru

Uhmm... Sudah benar-benar lama aku tak masuk dan bercorat-coret di blog ini. Tak terasa 2 tahun sudah tidak pernah kutengok halaman site ini.

Sekarang sudah masuk dunia dan babak baru dalam hidup. Setelah tanggal 23 Juni 2008 meloloskan diri dari lubang tikus yang kusebut dengan ujian akhir skripsi, aku pun berhasil membanggakan kedua orang tua ku dan menjadi sarjana..
Setelah itu aku pun memutuskan untuk menikmati dulu masa kesarjanaanku dengan tak buru-buru mencar kerja..Sebulan kemudian, aku pun sudah berubah status menjadi seorang "Lebah Pekerja'. Tepatnya tanggal 23 Juli 2008. Mulai tanggal itu kucoba lakoni babk baru sebagai seorang Lebah Pekerja dengan obsesi mencari dan mengumpulkan seonggok semi seonggok berlian..hehehehe...

Bekerja..bekerja..bekerja..dan mencari seonggok berlian. Berusaha menjajal ilmu dan pengetahuan selama kuliah dalam dunia baru yang namanya BEKERJA. dan ternyata babk baru ini tidak seindah yang pernah ada dalam mimpi dan angan. Babak baru ini benar-benar penuh dengan peluh dan air mata. Semua orang penuh dengan individualisme. Aku saja yang termasuk seorang individualis masih merasa bahwa babak ini sangat individualis. Di sini benar-benar menuras tenaga dan pikiran. dulu mungkin tiap detik kehidupanku kuusahakan demi berhasilnya tiap detik dalam hidupku. Tapi di sini tiap detik hidupku kuusahakan untuk bos ku.

Beberapa teman bertanya, "Gimana, kerja di sana, happy gak?"
Oh iya, untuk lebih memperjelas aku bekerja di sebuah perusahan konsultan SDM yang main core company ini adalah executive search atau lebih keren disebut Head Hunter.Aku dan tim ku bekerja mempertajam indera untuk mencari dan menemukan para manager atau direktur yang berpikir untuk mencari kesempatan yang lebih baik atau "Looking for another Good Opportunity" biasa kami menyebutnya begitu.
Oh iya, tentang Happy atau tidaknya, aku sendiri pun kadang bingung harus menjawab apa. Aku yangs eorang sarjana baru ini baru sekali ini bekerja, walaupun sebelumnya pernah magang, tapi ini benar-benar berbeda.

Sekali waktu aku berpikir, bukan pekerjaan seperti ini yang aku inginkan. Ini benar-benar di luar harapanku. Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan seorang sarjana baru seperti aku. Diterima bekerja saja sudah untung. Apalagi punya gaji yang cukup di atas standar sarjana lain. Tapi ini berbeda. Jujur saja aku tidak klop dengan suasana yang ada. Pekerjaan yang unstructure (yang cukup membuatku pusing kepala setiap harinya), bos yang terkadang lebih suka datang sore dan pulang malam, dan suasana kerja yang penuh gosip dan intrik (yang seringkali labih seru dibandingkan pekerjaanya). Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang sarjana baru seperti aku.

Sebulan pertama aku di sini, aku sudah sakit selama 2 minggu dengan hasil diagnosis dokter yang ternyata hanya SAKIT KARENA STRESS. fiuuhhh...alasan yang agak mistis menurutku. karena sang penyebab tak nampak seperti layaknya hantu. Dan sampai akhirnya aku merasionalisasi babak baru ku ini dengan berucap. "It's not bad. Because I realise that i must find a lot of experiences before i go strong".

So, Am I Happy now?

Monday, June 26, 2006

Tak Akan Pernah Terganti

...hmmmm...dah lama saya tidak menulis di blog ini...kangen juga deh...
ternyata selama ini banyak peristiwa terjadi yang belum saya ungkapkan di blog ini...
sudah kurang lebih tiga bulan ini saya menjomblo...hmmm...begini toh rasanya sakit akibat cinta...jujur..ini baru pertama kalinya saya bersedih hati yang amat mendalam karena patah hati..memang ini bukan kali pertamanya saya putus hubungan dengan seorang pria..tapi ternyata kali pertamanya saya benar-benar hancur karena cinta...
masih segar dalam ingatan saya betapa saya gak bisa makan...air mata yang gak pernah berhenti mengucur di pipi saya...bahkan sampai-sampai otak dan jiwa ini benar-benar hampa rasanya...

satu hari seorang teman pernah berucap kepada saya..."des..memang yang namanya obat rasanya pahit,tapi untuk bisa sembuh loe harus mau minum obat yang pahit itu." entah kenapa bagai disambar petir di siang hari...ucapan simple tapi penuh makna ini membuat saya berpikir...dan mulai saat itu saya memutuskan untuk MOVE ON dari semua yang ada.

tapi...lagi-lagi ternyata tak semudah membalikkan tempe dalam penggorengan...sampai saat ini pun berat masih terasa di dada saya...kemarin saya pergi untuk berlibur ke carita...dan saya masih ingat betul bagaimana melankolisnya diri ini saat saya teringat pernah duduk berdua dengan dia memandang indahnya pemandangan...dalam hati saya masih berharap suatu keajaiban muncul dan jujur saya masih mengharapkan dia kembali...

ribuan bahkan jutaan kali saya meyakinkan diri bahwa BERPISAH merupakan jalan terbaik bagi kami...dan jutaan kali saya mencoba melupakan rasa ini...namun jutaan kali juga rasa sayang ini terus muncul dan berkecamuk dalam jiwa...

akhirnya saya mengerti...
ternyata dia memang TAK AKAN PERNAH TERGANTI

untuk mas Hendro Ardianto...
aku sayang kamu...