wa ga pat
do dododododo, re rerererere
mi mimimimimi, fa fafafafafa *courtesy of LirikLaguIndonesia.net
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
adududuh duh aku percaya
kali ini kau pasti bisa yeah
kuku kutanya ada yang salah
jelas ini luar biasa
hal yang baik tidak mudah, tak seperti kau bicara
mereka mengerti ini terlalu jadi masalah
ketika kau mulai bisa terbiasa untuk dapat
menikmati hari-hari tanpaku di sini
(do) doakan ku harus pergi (re) relakan aku di sini
(mi) misalnya aku kan pulang (fa) fastikan kau tetap menunggu
(sol) soal cinta luar biasa (la) lama-lama bisa gila
(si) siapa yang tahu pasti (do) doakan aku di sini
"Lari pagi.. Pagi berlari.. Pagi-pagi cari pelarian"
Hari ini saya memulai lagi aktivitas lari pagi saat weekend setelah vakum selama 4 bulan. Seperti biasa, ritual saya sebelum berlari stretching, memakai sepatu, jaket, serta menyumpal kuping saya dengan green i-pod, teman setia saya saat senang dan sedih. Setelah semua persiapan selesai, mulailah saya menggerakkan kaki saya untuk maju ke depan, berlari di atas aspal yang baunya masih bercampur dengan embun pagi.
Karena selama 4 bulan ini bobot tubuh saya naik kurang lebihnya 12 kilo, saya menantang diri sendiri untuk menyusuri lebih panjang jalanan kompleks dari biasanya.
Setelah kurang lebih 30 menit saya berlari, tiba-tiba perasaan saya tersentak. Saya merasa lari pagi kali ini sangat berbeda. Entah apa itu, tapi saya merasa ini sangat berbeda. Padahal, saya menggunakan pakaian olah raga yang sama, jaket yang sama pula, pemutar mp3 dengan lagu-lagu yang sama mengalun harmonis mengiringi saya berlari. Sejenak, saya mengurangi kecepatan lari saya dan berusaha merasa. Apa yang berbeda kali ini?
Di tengah kebingungan itu, sebuah lagu mengalun perlahan dari i-pod saya..
It’s the hardest thing I’ll ever have to do
To look you in the eye and tell you I don’t love you
It’s the hardest thing that ever I’ll have to lie
To show no emotion when you start to cry..
(The Hardest Thing – 98 Degrees)
But if I let you go
I will never know
What my life would be holding you close to me
Will I ever see, you smiling back at me
How will I know, If I let you go
(If I Let You Go – Westlife)
Sesaat sebuah rasa terhenyak dalam hati dan pikiran saya..
Terbayang, 4 bulan lalu saya tetap berlari di tengah hujan deras di sebuah pagi. Bak adegan film yang dibuat sedikit dramatis. Saat itu, saya berlari dengan air mata mengalir deras, sederas hujan pagi itu. Sebuah aktivitas lari pagi yang akhirnya menjadi sebuah pelarian paling sempurna yang pernah ada. Pelarian dari emosi yang saat itu bergejolak campur aduk dalam hati saya. Emosi yang membuat saya berlari, dan terus berlari seakan ujung jalan tak pernah ada. Sebuah lari pagi yang tidak hanya mengolah raga saya, namun juga jiwa saya.
Motivasi berbeda, ternyata menimbulkan rasa berbeda pula. Lari pagi saya kali ini, terasa begitu berbeda dan menyenangkan. Dalam lari pagi ini, saya masih sempat memperhatikan beberapa Bapak yang bertugas mengumpulkan sampah warga. Seorang ibu yang baru saja pulang dari pasar. Sekelompok tukang ojek yang dengan setia menunggu para penyewa yang minta diantar ke suatu tempat. Seorang ibu tua tukang sayur, yang dengan wajah bersahaja berjalan mendorong gerobaknya. Dan semua hal yang membuat saya merasa berbeda, karena lari pagi kali ini bukanlah sekedar pelarian. Lari pagi kali ini dipenuhi dengan senyum suka cita yang tak segan saya berikan kepada orang-orang disepanjang lari saya. Senyum yang juga saya berikan untuk diri saya sendiri, karena sebuah rasa bahagia dalam hati. Rasa bahagia, karena lari pagi kali ini begitu berbeda...
At the first time i met you i know , I'll love you...
Diawali dengan senyum..
Diawali dengan tatap kaku..
Diawali dengan asik bersama dunia masing-masing
Tanpa hiraukan rasa di hati
Tak tahu karena apa?
Rasa di hati kini terhiraukan lagi
Hanya ingin terus begini..
Penuh canda.. manja.. gelak.. tawa..
Selalu bersama
Entah sampai kapan..
Hanya berharap ini tak akan pernah berakhir
"Terus, kira-kira ending nya apa? Sad or Happy Ending"
Did you think about the ending?
Should I have to choose it, between happy or sad ending? Is it would be end up?
If you think about the ending, I would prepare my own parachute that help me fall down safely to the ground.
And it's okay if you have to go away Oh just remember the telephone work in both ways And if I never ever hear them ring If nothing else I'll think the bells inside Have finally found you someone else and that's okay Cause I'll remember everything you sang..
-Jason Mraz on You and I Both-
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya
Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia
Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga
Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan
Back to Reff: 2x
Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga
Sebuah lagu yang akhirnya berhasil membuat gue bangkit dari Galau yang selama ini meraja hati... Stop to blame myself..
Hari ini gue pulang dulu.. Makasi udah ditemenin jalan-jalan..
Gonna miss this city... and gonna miss you...'
Barisan kata membentuk dialog yang muncul setelah moment itu hadir dalam hidupku..
Sebenarnya, tak pernah ku duga akan jadi begini..
benar-benar tak pernah terbayangkan.. aku jadi tergila akan sikapmu dan selalu penasaran akan hatimu..
Masih jelas dalam ingatanku, saat kamu sapa aku dengan senyum termanismu..
Kamu tanya kapan kita bisa bertemu... Untuk sekedar memberikan buah tangan untukku..
Aku tak tahu apa maksud mu saat itu... Saat kamu menghampiriku, menjadikan banyak kata sebagai dialog antara aku dan kamu.. Saat kamu menyebut hal itu sebagai sebuah tindakan yang terlalu agresif..
Nope.. I just like you treat me like this..
Datang dalam hidupku.. Penuhi hidupku dengan senyummu yang selalu penuh semangat dan optimisme..
Saat bola mata itu isyaratkan sesuatu yang indah...
Saat kamu perhatikan aku dari jauh.. dan diam-diam beri perhatian lewat pesan singkat melalui BBM..
Kamu mulai sapa hatiku...
Buat jantung ini bergelora saat dekat denganmu..
Kamu beri aku senyum itu..
Kamu beri perhatian itu..
Kamu beri rasa nyaman itu..
Namun.. entah mengapa sekarang kamu lebih banyak diam.. seribu kata..
Namun gesture tubuh itu tak ingin isyaratkan diam..
Entah apa yang ada dalam pikiranmu...
Apakah ada hal yang salah dalam kata atau sikapku..
Kau buat hati ini naik dan jatuh begitu drastis..
Please.. say something to make me knowing better about you..
Saat ini, aku hanya berharap mengenal kamu dan hatimu lebih dalam lagi
Saat ini, aku hanya berharap bisa bicara banyak dengan mu, tentang banyak hal..
Tentang hidupmu.. tentang dirimu.. tentang kesukaanmu.. tentang aktivitasmu.. tentang harapanmu..
Namun.. bila memang kamu tak ingin bicara tentang itu semua dengan ku, katakan saja..
Bila kamu tak ingin aku mengenalmu lebih jauh ungkapkan saja..
Aku tak akan kecewa dengan itu..
Karena 2 bulan ini mengenalmu telah membuat hidupku penuh warna
Buat aku bersabar dan belajar mengertimu apa adanya..
Walaupun, sekarang.. di sini.. Aku selalu menunggu kata darimu..
Menunggu jawaban darimu..
Apakah kita akan mulai mengenal satu sama lain..?
Kisah dalam sebuah penggalan lagu, yang kamu nyanyikan dengan penuh penghayatan saat itu di sampingku..
Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Afgan, seorang penyanyi pop jazz yang punya mata sayu dan suara yang aduhai.. Lagu yang jarang Sissy dengar, dibawakan oleh penyanyinya.. Padahal punya makna yang dalem banget..
Dalam status menjomblo sekarang.. Sissy begitu menikmati lagu ini.. sambil menumbuhkan rasa kangen dengan Ranto orang yang sekarang selalu dia rindu siang dan malam... Sesekali muncul rasa pesimis dalam diri Sissy.. Mungkin gak sih dia bisa bersama Ranto.. Duduk disampingnya dan menghabiskan sisa hidupnya.. Apalagi ditengah kesibukan pekerjaan yang tengah melanda... Yah.. Meski tiada banyak waktu untuk menumbuhkan cinta di antara mereka berdua.. Berbeda saat masih kuliah atau sekolah dulu.. Begitu banyak waktu yang tercipta untuk saling menumbuhkan cinta dengan orang yang Sissy sayangi...
Yahh... berbeda dengan cinta masa remaja dulu.. dimana cinta harus saling memiliki... Dalam cinta versi orang dewasa.. Setiap orang bebas menumbuhkan cinta dalam hatinya.. Entah akan berkembang atau tidak ke arah yang serius.. Yang lebih penting adalah menikmati rasanya cinta itu tumbuh dan bergelora dalam jiwa... Memberikan pengharapan tanpa sebuah penilaian dan ingin memiliki lebih satu sama lain.. Walaupun toh akhirnya bisa saling memiliki.. Tentunya, itu adalah sebuah bonus dari suburnya rasa cinta dalam hati..