Friday, April 22, 2011

Life with No Regrets

‘Jadi Paskah tahun ini hasil perenungannya apa nih?’

Dari kalimat tanya yang terlontar dari sebuah chatting melalui Blackberry Messenger, saya memulai perjalanan refleksi saya hari itu.

Memang selama 40 hari masa Pra-Paskah tahun ini, saya banyak menghabiskan waktu saya dengan bekerja keras pagi sampai malam. Moment yang saya ingat selama 40 hari in hanyalah sebatas ritual yang dilaksanakan di Gereja. Sepertinya tidak ada suatu hal yang istimewa yang saya lakukan selama 40 hari ini. Karena jujur, saya masih sibuk dengan kegalauan hati yang kunjung habis. Sehingga makna sebuah masa Pra-Paskah terasa kering dalam hati saya. Tapi ada sebuah pernyataan dari seorang pastor yang saya ingat sampai dengan detik ini.

Saat itu, dalam ruang berukuran 1 x 2 meter, saya bersujud di depan seorang pastor untuk melakukan pengakuan atas dosa yang saya lakukan. Setelah melakukan pengakuan atas beberapa kesalahan, sang pastor mulai memberikan nasihat kepada saya. Namun, di tengah nasihat tersebut, saya memotongnya dengan berucap,

’Oh iya Pastor, ada satu hal yang saya masih pendam. Saya masih belum bisa memaafkan seseorang yang menyakiti hati saya teramat dalam. Saya masih marah dengan dia sampai dengan saat ini.’

Dengan sebuah senyum simpul, Pastor itu mendengarkan kesalahan terbesar saya saat tersebut, lalu dia berucap,

’ Dalam hidup ini, Tuhan dengan baik mau memberikan pengampunannya kepada kita. Kamu senang gak kalau kesalahanmu diampuni oleh Tuhan? Jadi sudah sewajarnya kalau kita diberikan pengampunan oleh Tuhan, kita juga mau membagikan pengampunan itu kepada orang-orang di sekitar kita, terutama yang menyakiti kita teramat dalam.’

Dalam seketika itu, ingin rasanya air mata ini menghambur deras dari sudut mata saya, namun coba saya tahan dengan sepenuh usaha. Ada rasa sesal yang mendalam atas sikap saya ini. Sesal akan banyak hal. Sesal atas sebuah kegagalan ’prestasi’ hidup yang pernah terjadi. Namun, lebih menyesal lagi bahwa selama ini saya menanam rasa marah berlarut dan tidak pernah dengan tulus memberikan pengampunan itu.

Setelah kejadian itu, saya sadar bahwa penyesalan akan menahan kita untuk maju melangkah dalam hidup. Penyesalan hanya akan membuat kita terdiam meratap hidup yang harusnya terus berjalan ke depan. Yah.. karena hari esok lah yang akan dapat kita usahakan,  bukan sebuah masa lalu yang telah menjadi sebuah prasasti hidup yang hanya bisa kita kenang dan menjadikannya sebuah pengalaman dan pelajaran.

Sekarang tugas saya adalah memberikan pengampunan itu kepada mereka yang menyakiti saya teramat dalam. Bukanlah sebuah kata pengampunan yang mudah terlontar dari bibir saya. Namun, pengampunan dengan ketulusan hati ini. Karena suatu hal yang dimulai dengan ketulusan, pasti akan berbuah baik di akhir cerita.

Sunday, April 17, 2011

Bonus of Making Sincere Relationhip

‘Sebenernya, yang lagi loe cari tuh calon suami atau sekedar teman ngobrol sih?’

Sebuah pertanyaan sederhana yang cukup menghujam jantung hati saya. Setelah mendapat pertanyaan itu, seketika saya langsung terdiam layu. Tak menyangka prosesi curhat saya harus diakhiri dengan sebuah pertanyaan yang saya sendiri pun tidak tahu jawabannya. Namun, saat itu saya merasa semakin tersudut dengan pertanyaan itu, saya impulsif menjawab,

‘Yah.. yang gue cari sekarang emang calon suami.. Secara umur udah seperempat abad nih..’

Jawaban impulsif yang terlontar dari bibir saya ini, langsung diamini oleh teman saya ini. Dengan hasil analisa atas perilaku saya selama ini, teman tersebut langsung menambahkan beberapa hasil observasinya terhadap saya.

‘Coba deh, loe pikirin lagi. Ada identitas orang itu yang berbeda sama loe des. Loe kan anaknya serius kalo mau menjadikan seseorang itu temen loe. Loe harus tau dulu semua hal dari A sampai Z nya orang itu. Kalo loe yakin, bahwa sesuai sama criteria, loe baru jalanin. Bener kan? Lagian, gue lihat laki itu gak cocok deh sama loe yang serius dan sulit di direct sama laki-laki’

Damn !! Mendengar penjelasannya yang terlalu premature itu, saya pun semakin layu dan kuncup. Hujanan penilaian terhadap personalitas itu begitu membuat saya enggan berkonsentrasi melanjutkan kerja pada pagi itu. Lalu mulai muncul banyak pertanyaan dalam diri saya.

‘Apakah benar, gue ini orang yang selalu serius dalam menjalani hidup?’

‘Apakah salah, jika saya ingin tahu identitas orang lain, yang sudah saya ketahui bahwa orang tersebut memiliki intensi yang lebih dari sekedar menjadi teman dengan saya?’

‘Apakah benar, saya terkesan begitu keras kepalanya, sehingga terkesan sebagai perempuan yang tidak mau diarahkan oleh mahkluk bernama laki-laki?’

Atau, jangan-jangan, teman saya yang baik ini sebenarnya belum begitu mengenal saya apa adanya. Belum mengerti siapa saya sebenarnya. Bahwa dalam dunia profesionalitas, saya harus mencitrakan diri saya sebagai orang yang lebih menggunakan mindset atau kemampuan analisa berpikir ketimbang dengan perasaan. Sehingga teman saya yang baik ini akan jarang sekali melihat saya menggunakan kepekaan perasaan saya selama berinteraksi di dunia professional.

Selain itu, saya yakin bahwa hampir semua orang di belahan dunia ini akan bertanya lebih detail mengenai identitas seseorang saat muncul intensi lebih dalam menjalin sebuah hubungan pertemanan. Intensi yang lebih dari sekedar teman. Karena disadari atau tidak, konsep Bhineka Tunggal Ika yang selalu dipelajari saat sekolah dulu hanya efektif dijalankan dalam konsep pertemanan dan hubungan professional, namun tidak dengan konsep mencari pasangan hidup. Karena sederhananya, dalam mencari pasangan hidup, seseorang tidak hanya menjalin hubungan dengan sang kekasih, namun juga dengan seluruh keluarga dari kekasihnya itu. Dan masih banyak keluarga Indonesia yang ingin bahwa keturunannya dapat menjaga adat istiadat leluhur dengan memiliki pasangan hidup yang sama identitasnya dengan yang mereka miliki. Begitupun dengan keluarga saya yang masih memegang teguh adapt istiadat leluhur dalam menjalankan kehidupan kami. Jadi, kesimpulannya adalah wajar bila saya bertanya dan mempertimbangkan lebih detail identitas dari seseorang yang memiliki intensi lebih terhadap diri saya.

Untuk pertanyaan terakhir, ‘Apakah saya perempuan yang sulit diarahkan oleh mahkluk yang bernama laki-laki?’. Untuk pertanyaan ini, saya menyadari dan mengakui bahwa saya memang seorang perempuan yang selalu mencoba untuk hidup mandiri dan memiliki visi-misi ke depan dalam hidup saya. Namun bukan berarti saya seorang perempuan yang keras kepala yang tidak bisa dan tidak mau diarahkan oleh laki-laki. Saya orang yang amat senang untuk dimanja dan diberi pengertian oleh pasangan saya. Dengan sebuah kesabaran dan pengertian, seorang laki-laki akan dapat berhasil mendapatkan hati dan perasaan saya. Otomatis di tahap tersebut, arahan hidup orang tersebut akan saya selalu saya pertimbangkan. Karena saya pun paham benar, bahwa sebagai perempuan saya adalah second person setelah pasangan saya. Pun, saya paham benar bahwa sebagai adanya kewajiban seorang perempuan menjaga wibawa dari pasangan hidupnya. Jadi tidak ada alasan yang kuat untuk saya tidak mengikuti arahan hidup yang diberikan oleh pasangan saya kelak.

Dari semua hal tersebut muncul kesimpulan lain lagi dalam diri saya. Prosesi curhat dalam lingkungan professional memang tidak akan efektif. Pemilihan pasangan hidup sebaiknya akan saya konsultasikan kepada teman yang memang pernah menjadi saksi mata atas semua perilaku personal saya, bukan teman yang melihat saya dari sudut pandang profesionalitas. Dan tentunya, selalu saya akan menempatkan pertimbangan keluarga sebagai prioritas pertama.

Jadi, daripada kuncup dan layu memikirkan pertanyaan dan analisa prematur teman saya itu, lebih baik saya sibuk membuka diri dan hati saya. Sekedar berteman baik pun tidak ada salahnya dilakukan. Bahwa suatu saat nanti, dari sekian teman laki-laki yang ada akhirnya saya pilih menjadi seorang pasangan hidup, itu adalah sebuah bonus dari ketulusan akan sebuah hubungan pertemanan.

Wednesday, April 13, 2011

My Heart is Open Recruitment

Biasanya setiap bulan, setelah segelintir uang masuk kedalam rekening sebagai upah rodi bekerja, saya selalu menahan diri untuk tidak berbelanja, paling tidak sampai dengan tanggal 15 setiap bulannya. Hal ini selalu saya lakukan, untuk menghindari terjadinya puasa , karena uang hasil kerja lenyap bergantikan sepatu, tas ataupun dres-dress lucu yang semakin memenuhi lemari.

Kalau bicara masalah aktivitas yang paling digemari perempuan sejagad raya ini, pastilah tak akan ada habisnya. Setiap bulan selalu ada saja trend atau model terbaru yang selalu menggoda mata ini untuk mengambil dan membelinya..  Apalagi di jaman serba mudah sekarang ini, dimana hampir semua toko di pusat perbelanjaan selalu dilengkapi dengan bermacam fasilitas bayar yang semakin mempermudah para perempuan untuk berbelanja. Selain itu ada banyak tawaran dari institusi kredit yang siap sedia menyediakan berbagai kartu ajaib. Yah, kartu ajaib yang hanya dilengkapi dengan verifikasi tanda tangan, barang-barang nan lucu pun siap untuk dibawa pulang.

Untungnya, saya bukan tipe perempuan yang senang berbelanja. Saat ingin membeli sebuah barang, selalu ada banyak hal yang dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum akhirnya menggesekkan kartu debit eletronik ke mesin cashier. Secara otomatis, otak ini langsung berimaji dengan banyak pertanyaan. Akan digunakan dengan apa barang ini? Apakah sebelumnya sudah punya barang serupa? Apakah terlihat bagus saat digunakan? Apakah di masa mendatang, barang ini dapat terus dipakai atau sekali pakai akan buang? Apakah harganya masuk akal? Apakah nyaman saat memakainya? Apakah barang ini cocok dengan saya? Apakah barang ini mewakili pribadi saya? Dan yang paling penting untuk dijawab adalah, Apakah barang ini worth it saya miliki karena saya butuh atau sekedar saya kagumi?

Untuk pertanyaan yang terakhir tadi, seringkali saya membutuhkan waktu 20-60 menit untuk mendapatkan jawabannya (wahhh... lama juga yah? Saya baru sadar).  Ternyata sekedar mencari jawab atas pertanyaan itu otak saya terpaksa untuk bekerja keras. Ternyata untuk menemukan jawaban atas kebutuhan dan sekedar rasa kagum membutuhkan proses yang luar biasa panjang.

Kadang kita merasa tertarik bahkan jatuh cinta terhadap sebuah barang. Rasa ketertarikan kita membuat kita untuk berusaha mencari kelebihan, bahkan keunikan dari barang tersebut. Ketertarikan itu kadang kala membuat kita penasaran lebih lanjut, sehingga beberapa usaha dilakukan, seperti mencari informasi dari internet, tanya ke teman yang berpengalaman, maupun datang langsung ke tokonya untuk bertanya kepada penjual ataupun berinteraksi langsung dengan barang tersebut. Setelah informasi itu ada, lalu kita pun akan berpikir apakah kita langsung membeli untuk memilikinya atau mengurungkan niat sebentar, karena ternyata harganya mahal dan kita belum cukup mampu untuk memilikinya. Mungkin setelah sekian usaha dilakukan, kita akan merasa mampu untuk mendapatkan barang tersebut. Atau mungkin, kita pergi dan tidak jadi membeli, karena kita anggap barang itu tidak cukup berarti kita miliki.

Bila dilihat dari proses persepsi yang sedemikian rumit, mungkin hal inilah yang menjadi jawaban atas kendala saya dalam menentukan pasangan. Saya terkadang butuh waktu yang sangat lama untuk memastikan seseorang akan saya jadikan pasangan atau tidak. Memang lamanya relatif, tergantung interaksi dan kecocokoan dengan orang tersebut. Dan yang paling penting adalah, Apakah laki-laki ini cukup worth it untuk saya menjalin hubungan dengannya atau tidak? Apalagi untuk sebuah hubungan yang serius, banyak hal yang saya proyeksikan dan saya imajikan untuk masa depan. Namun, mengingat umur saya yang sudah tak muda lagi, kadang saya menjadi gundah gulana. Apakah  saya akan melakukan pilihan impulsif dengan banyak orang dan melakukan banyak hubungan trial-eror... atau tetap pada kebiasaan saya dalam memilih.. Kembali merenung dan merasa dalam waktu yang relatif lama untuk mendapatkan satu pilihan yang tepat untuk sebuah masa depan cinta...

Monday, April 11, 2011

Kicauan Monolog #1

10th April 2011

10:16 pm
Terdampar di pojok ruang ini.. Sendiri selalu

10:17 pm
Enjoy talk to myself.. Alone..Again..

10:20 pm
Stuck here, with no movement

11:58 pm
If only there were signs to show me which direction I should go


11th April 2011

05:50 am
Selamat pagi Tuhan pemberi rezeki kehidupan.. Semoga semangat yang Kau berikan selalu berkobar dalam diriku..

06:40 pm
Doohh.. Situ kayak Insert deyh.. Gosyip aja sukanya

06:51 pm
Anjrit.. Tiba-tiba galau sendiri denger lagunya 'You Are My Everything' 98 Degress.. Am I Okay?

07.15 pm
Tanpa rasa sama sekali.. *bingung to the max

07:18 pm
Mati satu, gak tumbuh-tumbuh

07:22 pm
Ingin bicara tak tau katakan apa, pada siapa, karena apa, jadi mengapa, inginkan kapan, akankah dimana, bagaimana caranya

07:22 pm
Hati bicara, bibir terdiam...

07:30 pm
My eyes are no tears to cry

*Kicauan Monolog absurd yang entah untuk siapa dan mengapa.. Hanya terlontar begitu saja..

Sunday, March 27, 2011

My Confession

Beberapa waktu membiarkan diri ini bebas dengan romansa, ternyata dapat membuat otak ini bekerja dengan baik.

Diawali dengan mendengarkan sebuah lagu yang membuat otak ini berpikir logis, yaitu lagu yang dibawakan oleh Maliq & D’Essential berjudul ’Coba Katakan’ dan ’Mata Hati Telinga’. Saat itu, melalui sebuah acara musikal tahunan yang digelar oleh Java Musikindo aku mendengar lagu tersebut. Saat mendengarkan, sebuah tamparan besar mendarat pada hatiku. Setelah itu, coba kucari lagu tersebut melalui alat pencari lagu di internet untuk meresapi arti dari setiap kata dalam syair itu.

Aku tak ingin terus terdiam menanti harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini
-Coba Katakan (Maliq & D’Essential)-

Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga
-Mata Hati Telinga (Maliq & D’Essential)-

Lagu ini memaksaku untuk melakukan flashback ke waktu 3 bulan sebelumnya. Di mana saat itu aku baru saja memutuskan untuk tidak bersama dengan dia yang sudah 4 tahun bersamaku. Yang kuingat, tidak ada rasa sedih, kecewa, atau pun marah dalam hati ini. Yang ada hanya rasa hambar dan hampa.

Lalu, aku bertemu dengan kamu.. Yah kamu, dengan mimpi yang kupikir akan kamu tawarkan kepadaku. Saat itu, aku ingat betul bagaimana perasaanku mulai bodoh dan logikaku sama sekali tidak dapat berjalan normal dalam mempersepsikan perhatian yang kamu berikan itu. Sikap mu itu aku persepsikan sebagai sebuah pengharapan untuk ku. Yang dibelakang baru kusadari bahwa hal itu hanyalah sebuah egois ku saja untuk mencari sebuah romansa yang hilang. Yah, romansa 4 tahun yang tiba-tiba hilang seketika. Romansa yang seharusnya ada di sampingku dan temaniku menjalani hidup. Romansa 4 tahun yang terlanjur aku bunuh dan mati. Pencarian yang membuat kita berdua terjebak dalam romansa yang tidak seharusnya kita jalani.

Namun, sampai sekarang aku tak pernah mengerti apa yang ada dalam hatimu saat itu. Karena setiap romansa yang coba kubangun, kamu respon dengan sebuah perhatian dan harapan. Namun, aku tak akan pernah salahkan kamu atas sikapmu.. Tak akan pernah sedikit pun. Karena aku sadar, ini seluruhnya adalah kesalahan persepsiku. Karena saat itu tak kusadari bahwa hatiku sedang sakit dan hancur berkeping. Dan dengan segala egoisku, aku memaksa dirimu untuk mengisi rasa itu.

Dari awal pun aku sadar, tak mungkin menyuburkan harapan ini. Terlalu banyak yang berbeda di antara kita. Walaupun aku terlalu percaya diri dengan mengatakan dalam diri bahwa aku siap berjuang di atas perbedaan ini. Tetap saja, harapan itu hanyalah sebuah fatamorgana dalam pikiranku semata. Karena toh akhirnya kita tidak akan pernah bersama. Bukan karena perbedaan antara kita.. Tetapi karena memang harapan itu tak pernah ada.

Mungkin sampai sekarang, aku tak pernah mengungkapkan ini kepada kamu. Karena biarlah, rasa dan harapan itu terbang bersama asa ku. Sudah cukup bagiku dan segala kebodohanku menorehkan rasa tidak nyaman itu dalam hatimu.

Hanya satu harapanku, engkau menemukan tulisanku ini. Aku hanya berharap bahwa kesalahan ku dapat kamu maafkan dan tetap menjadikannya sebuah kenangan antara kita berdua. Kenangan akan sebuah kebodohan luar biasa yang aku lakukan.

Harapanku, kita dapat baik-baik saja kembali seperti dulu sebelum semua kebodohan ini ada.. Kembali saling menyapa tanpa adanya rasa.. Kembali saling membagi senyum simpul dengan segala ketulusan..


*Untuk kamu, yang pernah menjadi bulan dalam fatamorgana langitku...

Thursday, March 10, 2011

Mata Hati Telinga (by Maliq & d'Essentials)


Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya

Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga

Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan

Back to Reff: 2x

Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga

Sebuah lagu yang akhirnya berhasil membuat gue bangkit dari Galau yang selama ini meraja hati... Stop to blame myself.. 

Tuesday, February 22, 2011

#Random Word 6

Teganya kamu,
Biarkan sayap patah ini habis terkulai kupakai terbang menggapaimu.
Tapi..
Tak pernah kau raih aku dan biarkan aku jatuh telak tanpa sayapku.

*Summary / pesan singkat based on previous blog #random wokrs 5*

#Random Words 5

Saat sayap ini patah
Kupaksakan untuk terus terbang
Tak ingin kujatuh dan terluka parah
Karena ku yakin akan dapat terus terbang
Menuju bintang dan rembulan yang tawarkan rasa

Rasa sakit ini kubiarkan hilang tertiup angin
Rasa sakit ini kuyakin kan kering saat terbang lintasi hamparan samudra raya
Dinginnya malam, tak kuhiraukan
Ku hanya mau gapai indah rembulan dengan segala asa

Kubiarkan sayapku kebal akan luka
Kubiarkan ragaku mati rasa
Kubiarkan hatiku tetap berjuang demi indahnya sang rembulan

Namun, tak kusadari
Rasa sakit ini semakin menggerogoti
Sakit ini semakin membunuh raga
Sakit ini semakin melukai hati

Saat ini aku sadar, aku lelah......
Ku sadar ku tak akan sampai ke sana
Ku merasa ku tak akan gapai bintang dan rembulan

Karena semua itu hanya fatamorgana
Yang terlalu berlebih untuk kurasa
Kukira bintang dan rembulan inginkan aku ke sana
Ternyata mereka terlalu jauh untuk kugapai
Sekuat tenaga ini kuterus terbang hanyalah sia-sia
Yang ada, kukorbankan sayap patah ini
Yang sudah tak tersisa lagi

Kuputuskan untuk menyerah
Terbunuh malam
Dan jatuh dalam kubangan yang dalam
Kuharap sayapku tumbuh lagi
Sambil sendiri dalam perenungan,
Memandang bintang dan rembulan yang semakin redup
Yang tak akan berikan senyum itu lagi padaku

Tapi ku disini kan jadi sahabatmu paling setia
Temani engkau wahai bintang dan rembulan dalam kelamnya malam...

Got failed and fall in love in the same time made me so stupid.

Wednesday, February 16, 2011

#Random Words 4

When we spent times together, I feel so damn happy...
When we seperated, I feel so damn bad...
They say, it will be temporary illusion of love
But, why it takes so long time for me missing you everyday?
Is it called Love..?

Just feel it and go with no expect to any....


*Inspiring from 'Hello Stranger'

Tuesday, February 15, 2011

Curhat Sahabat : Masa Depan Cinta

Di sebuah pagi, dalam sebuah ruangan 3x5 m
Saat itu matahari masih menyelinap masuk melalui jendela yang ada dalam ruang itu..
Dimulai dengan sebuah cerita dari serangkaian mawar putih dan pink yang diberikan semalam kepada teman saya oleh seorang laki-laki..
Tentu saja rasa penasaran yang tinggi menghinggap untuk tahu bagaimana buket mawar itu diberikan dalam kepada teman saya ini..

Dalam rangkaian kata-kata, teman saya menceritakan bagaimana sang pemuda yang selama ini memberi perhatian kepadanya memberikan kejutan manis, semanis cerita dalam dongeng putri dan pangeran berkuda putih..

Rangkaian mawar itu diberikan untuk memulai rangkaian kejutan manis yang lainnya.
Hamparan bunga sepanjang jalan menuju balkon untuk mereka makan malam..
Keromantisan yang semakin lengkap dengan iringan lagu cinta yang dimainkan dengan seorang pianis handal..
Namun, semua kejadian manis dan romantis itu menimbulkan sebuah kebimbangan baru yang menjalar dalam hati teman saya ini..
Bagaimana tidak, saat ini dia sudah bersama dengan orang lain..
Walaupun, sudah hampir 5 atau 6 bulan ini hubungan mereka merenggang akibat kekecewaan yang pernah ditorehkan oleh laki-laki itu ke dalam hati teman saya ini..
Bagaimana setelah hampir 5 tahun mereka bersama, ternyata banyak hal dan nilai hidup yang berbeda di antara mereka berdua..
Bagaimana ekspektasi di antara mereka berdua dalam melihat masa depan sudah berbeda arah pandangan..

Lalu, bagaimana dengan laki-laki bak pangeran berkuda putih yang memberikan serangkaian keromantisan dalam hati teman saya ini..?
Mulailah dia bercerita, bagaimana selama ini laki-laki itu datang dalam hidupnya..
Awalnya, teman saya merasa dia bukan orang yang akan diberikan kesempatan untuk masuk dalam hidupnya
Namun, ada sesuatu yang berbeda ditawarkan oleh laki-laki ini kepada dia.
Bukan semata-mata menjual dan mengumbar keromantisan..
Namun, laki-laki itu datang dengan sejuta harapan untuk masa depan cinta yang lebih baik.
Sejuta harapan yang didasari oleh nilai-nilai hidup yang akan memampukan sebuah kehidupan cinta yang penuh dengan ketulusan, kejujuran, dan rasa aman..

Mulailah dari sana, saya dan dia mulai menyimpulkan bagaimana seharusnya masa depan cinta
Bagaimana hidup ini akan lebih indah dan sempurna bila seseorang mencintai kita apa adanya
Bagaimana hidup percintaan kadang harus berakhir dengan sebuah logika..
Sebuah logika.. bukan karena ada yang salah dengan cinta yang telah terbangun selama ini..
Namun, logika tentang harapan akan sebuah kehidupan cinta di masa depan..
Yang menyadarkan bahwa tidak semata-mata cinta yang lama telah terjalin selalu berakhir hingga ke
jenjang yang lebih sempurna lagi, yaitu sebuah perkawinan..

Selintas, masih jelas dalam ingatan saya, seorang rekan kerja yang suatu hari memberikan kabar,

"Girls.. Gue mau dilamar nih.."

"Wuahhh... selamat yah... Akhirnya yahh setelah 7 tahun pacaran, dilamar juga loe sama orang ini"

"Ehh.. ehh.. bukan sama dia gue bakal married.. Sama anaknya temen nyokap gue"

"Haaahhh !!! kok bisa.. Gilakkk loe.. Emang gak cinta loe sama pacar loe yang 7 tahun niihh?"

"Cinta lah.. gilak apah udah 7 tahun.. Tapi dia ternyata bukan orang yang gue cari.. Belum dewasa.. Dia bukan buat gue deh kayaknya.. Kalau sama anaknya temen nyokap yang dijodohin ke gue.. orangnya dewasa.. dan bisa kasih hubungan yang nyaman buat gue.. Dan point yang lebih penting adalah, dia bisa jadi sosok suami yang akan ngemong dan mengarahkan gue sebagai istri.."

"Hmmm.. yah.. yah... Tapi gilak ahhh loe.. coba dipikir lagih.. Emang cinta 7 tahun gak cukup.. Kasihan kaleee tuh orang.. Udah spend time lama sama elo, terus loe tinggalin gituh ajah"

"Lebih kasihan lagih, kalau ternyata pas gue kawin sama dia, kita gak cocok dan dia tersiksa kawin sama gue."

Dari pengalaman teman saya ini, mulailah kami membuka paradigma baru akan sebuah masa depan cinta.
Untuk sebuah masa depan cinta harus dengan dimulai dengan sebuah keberanian yang luar biasa..
Keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri dan keberanian untuk mengungkapkan segala logika
Logika yang mungkin akhirnya harus dimenangkan untuk memberikan ruang kepada hati ini untuk tidak terlampau jauh untuk sakit hati dan akhirnya menyesal telah salah melangkah..
Logika, untuk mengakui ketidakcocokan fundamental yang akan menyebabkan hubungan penuh kompromi karena sebuah keterpaksaan..

Toh.. kita semua tentunya ingin yang terbaik untuk diri kita..
Terbaik bukan semata-mata secara lahiriah..
Namun, lebih penting lagi mendapat yang terbaik dalam kecocokan jiwa dan rasa..
Rasa akan nilai hidup..
Karena dengan nilai-nilai inilah sebuah hidup akan menjadi lebih hidup dengan saling melengkapi.

Surat Cinta Untukmu

'Pagiii... apa kabar?
Lagi apa di sana?
Have a nice day yah....
Udah makan kan...
Udah pulang..?
Hari ini pasti capek banget yah...
Tapi hari ini lancar kan kerjaannya..?
Yau dah.. sekarang istirahat yahh...
Nite...'

'Pagi... Semangat yahhh..
Hari ini gue pulang dulu.. Makasi udah ditemenin jalan-jalan..
Gonna miss this city... and gonna miss you...'

Barisan kata membentuk dialog yang muncul setelah moment itu hadir dalam hidupku..
Sebenarnya, tak pernah ku duga akan jadi begini..
benar-benar tak pernah terbayangkan.. aku jadi tergila akan sikapmu dan selalu penasaran akan hatimu..

Masih jelas dalam ingatanku, saat kamu sapa aku dengan senyum termanismu..
Kamu tanya kapan kita bisa bertemu... Untuk sekedar memberikan buah tangan untukku..
Aku tak tahu apa maksud mu saat itu... Saat kamu menghampiriku, menjadikan banyak kata sebagai dialog antara aku dan kamu.. Saat kamu menyebut hal itu sebagai sebuah tindakan yang terlalu agresif..
Nope.. I just like you treat me like this..
Datang dalam hidupku.. Penuhi hidupku dengan senyummu yang selalu penuh semangat dan optimisme..
Saat bola mata itu isyaratkan sesuatu yang indah...
Saat kamu perhatikan aku dari jauh.. dan diam-diam beri perhatian lewat pesan singkat melalui BBM..

Kamu mulai sapa hatiku...
Buat jantung ini bergelora saat dekat denganmu..
Kamu beri aku senyum itu..
Kamu beri perhatian itu..
Kamu beri rasa nyaman itu..

Namun.. entah mengapa sekarang kamu lebih banyak diam.. seribu kata..
Namun gesture tubuh itu tak ingin isyaratkan diam..
Entah apa yang ada dalam pikiranmu...
Apakah ada hal yang salah dalam kata atau sikapku..
Kau buat hati ini naik dan jatuh begitu drastis..

Please.. say something to make me knowing better about you..
Saat ini, aku hanya berharap mengenal kamu dan hatimu lebih dalam lagi
Saat ini, aku hanya berharap bisa bicara banyak dengan mu, tentang banyak hal..
Tentang hidupmu.. tentang dirimu.. tentang kesukaanmu.. tentang aktivitasmu.. tentang harapanmu..

Namun.. bila memang kamu tak ingin bicara tentang itu semua dengan ku, katakan saja..
Bila kamu tak ingin aku mengenalmu lebih jauh ungkapkan saja..

Aku tak akan kecewa dengan itu..
Karena 2 bulan ini mengenalmu telah membuat hidupku penuh warna
Buat aku bersabar dan belajar mengertimu apa adanya..
Walaupun, sekarang.. di sini.. Aku selalu menunggu kata darimu..
Menunggu jawaban darimu..
Apakah kita akan mulai mengenal satu sama lain..?


Kisah dalam sebuah penggalan lagu, yang kamu nyanyikan dengan penuh penghayatan saat itu di sampingku..
"Apa salahku
Kau buat begini
Kau tarik ulur hatiku
Hingga sakit yang ku rasa
Apa memang ini yang kamu inginkan
Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku
Katakan yang sebenarnya
Jangan mau tak mau seperti ini"


My Life Character

Kata orang, gue tuh anaknya serius banget..
Padahal, muka gue nih serius gini, cuma dibuat untuk projek pencitraan hidup gue..
Bak Pak Beye yang menggunakan trik pencitraan dalam strategi politiknya, begitu pun gue yang menggunakan trik muka serius dalam stratgei kehidupan gue..

Entah disengaja atau tidak, Tuhan memang membuat segala sesuatu yang ada di dunia ini seimbang..
Muka serius gue diciptakan seimbang dengan proses otak gue yang kadang-kadang lebih banyak output konyolnya dibandingkan dengan seriusnya..

Sebenernya sih dulu cita-cita pengen jadi pelawak macem Nicta Gina alias Jeng Kelin, atau gak Fitri Tropica dengan gaya kejut seluruh tubuh..
Tapi apa daya, gak pernah lolos casting, karena cetakan muka gue lebih pas kalo jadi peran antagonis macem pembunuh berdarah dingin atau gak jadi tokoh teroris di pedalaman afrika yang siap melakukan bom bunuh diri.

Gue sendiri juga bingung yah dengan hidup gue yang tergolong gak pernah serius.. *menurut gue lohh yahhh
Selain itu juga, dengan kapasitas CPU (otak) gue yang kadang lebih banyak lemotnya dibandingin normal, somehow gue berusaha dengan sangat keras untuk menyimbangkan cetakan muka gue yang udah terlanjur diciptakan serius oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Gue kadang membayangkan dunia gue nih, sebagai dunia dengan banyak karaktek animasi dan kartun.. Macem Power Ranger, Cibhi Maruko Chan, Satria Baja Hitam, Saint Seiya, Dragon Ball, Candy-Candy, Totally Spies, dan banyak karakter animasi lainnya.

Kalau gue mengidentikan diri gue sendiri lebih dekat dengan Candy-candy..
Yah.. candy-candy dengan semua karakternya : clumsy, tomboy, ceria, konyol, ugal-ugalan, dan terkadang melowwww bgt....

Tapi di satu sisi, sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan automotif besar di Indonesia, pencitraan menjadi sosok yang serius kerap gue pergunakan untuk menjaga profesionalitas..

Sometimes, I missed to be me as Candy-candy character..
Feel free.. can do what I want..

Daaarrrr.. udah jam 3 sore ajah...
Asyik bengong dan utak atik blog.. Sampe lupa deyhh punya janji deadline sama bos....
Kerjaan belom kepegang sama sekali.. Mood beloman ngumpul nihhhh... Ampyuuunnn deyhhhh..
Oke.. It's time for being serious person againnnn....
huuuuffhhhhh...

Untuk Kamu yang Ada di Sana

Hai kamu di sana..
Aku curiga deh, kayaknya sedari kecil kamu banyak main petak umpet yah..
Dan aku tau, tempat favorit kamu untuk sembunyi..
Kamu suka sembunyi di lemari es kannn..? (a.k.a Kulkas bahasa kerennya)
Atau sedari masa puber, kamu suka bergaul sama tukang es puter dan sempet kepeleset jatuh masuk gentong es nya yah...
Atau waktu mulai kuliah, kamu pasti terobsesi jadi penemu TV Flat yah..

Entah bagaimana sih proses persepsi yang ada di kepala kamu..
Setiap jokes yang aku lontarkan cuman dijawab maksimal 6 kali "HA" sama kamu..
Mungkin lain kali aku main sama kamu, aku bakal ajak kamu berjemur di pantai dehh..
Biat hati kamu tuh encer kayak sop buah...
Atau gak, aku bakalan kasih sunburn cream ke kamu supaya kamu mencair gak jadi patung es lagi disebelah aku.

Ayooo duooonnkkkk ngomong atuh..
Sariawan kang..? atau lagi sakit perut jadi gak bisa ngomong..?
Hahahahahahaha...
Tapi, aku janji akan jadi seorang penemu decoder tv langganan yang isinya channel humor.
Biar bisa di stel di TV Flat mu dan bikin kamu ceria terus sepanjang waktu..

Am I weird??? Bodo amat deyhh..
Daripada kamu, patung es yang doyannya koleksi TV flat...
TV Flat Screen emang keren... tapi manusia flat emotion.. huhuhuhuhuhuh... Bikin gemesss deyhhhhh

Monday, February 07, 2011

Cinta dalam Pluralisme

Saya biru dia merah..
Dia hitam saya putih..
Kaya.. miskin.. cantik.. buruk.. jawa.. papua..

Mengapa terlalu terpaku akan banyaknya identitas itu?
Identitas diciptakan untuk mempermudah orang mengenali sesuatu..
Mereka diciptakan untuk mempermudah kita menyebutkan sesuatu..
Namun seringkali si identitas lebih banyak disudutkan dan dimasukkan dalam kotak untuk akhirnya malah membedakan.

Kalau saya merah..berarti saya bukan biru dan tidak akan berubah menjadi biru.. Padahal bila biru dan merah bersatu, dapat menjadi sebuah warna baru yang indah, yaitu ungu dan semakin menambah keragaman yang ada..

Entah apa yang telintas di dalam pikiranmu, saat kau ingin membunuh sang biru, agar dunia hanya berwarna merah..
Apa wujudnya dunia ini bila semua makhluk dan benda di dunia ini hanya memiliki satu warna..
Mungkin tak akan pernah ada matahari dengan sinar keemasannya..
Mungkin tak akan pernah ada rerumputan hijau yang menyapa segar di pagi hari..
Mungkin tak akan pernah ada pelangi dengan senyum me ji ku hi bi ni u-nya..

Mungkin tak akan pernah ada CINTA yang membuat hidup ini bergejolak dan penuh dengan warna..

Padahal.. Tuhan selalu mencipta dengan banyak keragaman..
Laki-laki diciptakan dengan perempuan, makhluk yang sungguh berbeda, untuk dapat memenuhi dunia ini dengan cinta dan keturunan..
Berbagai ras dengan beragam nilai rasa ada agar kebudayaan terus berkembang dipelajari oleh manusia, dan dapat belajar untuk saling bertoleransi

Sekilas, ingatanku melayang ke waktu 6 tahun lalu, di mana ada seorang laki-laki muslim yang menaruh rasa sayangnya terhadap diriku yang seorang nasrani ini..
Ingat jelas dalam ingatanku, bagaimana asyiknya kami saling memahami budaya dan tradisi masing-masing dalam merayakan beberapa hari raya yang kami masing-masing jalani..
Saling mengucap selamat atas hari raya dan ikut serta dalam perayaannya..

Sekilas pun aku teringat betapa senangnya teman-teman keturunan Tionghoa, bahwa mereka sekarang boleh merayakan Imlek dengan tenang dan penuh sukacita..
Dan tentunya.. kami pun yang tidak berdarah Tionghoa ikut senang, karena tentunya kami pun bisa menikmati libur tambahan disela-sela kesibukan pekerjaan kami.. Yahh.. karena Imlek sekarang menjadi salah satu hari libur nasional negara tercinta kami...
Dan bangganya saya menjadi warga Indonesia.. Kami di sini merayakan banyak Hari Raya Tahun Baru, yaitu Tahun Baru Masehi, Tahun Baru Islam, dan Tahun Baru Imlek.. yang tentunya saja semakin menambah angka berwarna merah dalam kalender kerja kami..

Jadi.. tidak bisakah kita berpikir simple dan mensyukuri keberagaman yang ada di sekeliling kita
Dengan saling menghargai.. menghormati.. dan juga mencintai...
Karena dengan CINTA lah.. semua keberagaman itu akan terasa indah sebagai anugrah dari yang Ilahi...


Tulisan atas keprihatinan matinya Pluralisme di negara Indonesia tercinta ini..
Matinya rasa solidaritas dan tenggang rasa atas saudara sebangga dan setanah air
Khusus didesikasikan untuk teman-teman yang berjuang demi Cinta dalam keberbedaan. :)

Saturday, February 05, 2011

#Random Words 3

Aku...
Kamu...
Dia...
Kalian...
Kita...
Mereka...
Terlalu banyak kata yang terbuai

Ceritamu..
Ceritaku..
Tak pernah putus rasanya bila bicara denganmu
Ada ceria, sedih, konyol, marah, manja,dan cemburu
Semua tumpah jadi satu
Bahkan kadang tak ingat bagaimana mulainya dialog itu

Thursday, February 03, 2011

#Random Words 2

Senyum itu..
Tatap itu...
Hal yang tidak bisa kutolak..

Buat hati ini meleleh dan gemetar gak karuan
Membuat bibir ini kaku tanpa kata
Membuat otak ini mendadak bodoh akan ide

Ku tak tahu.. Rasa apa ini?
Tak ingin menduga apalagi mencoba berharap.
Hanya menikmati rasa ini.. sendiri...


Yakkk.. Anda mulai memasuki waktu Indonesia bagian Galau...

#Random Perception 1

"Mau dijemput?"

"Gak deh.. Bisa sendiri kok."

"Dijemput aja yah.."

"Beneran bisa kok pulang sendiri.. Gak usah repot."

"R u sure?"

"Yup.. I'm sure.."

*Pas pulang..

"Anjrit.. Mendung nehh.. Buru2 jalan dehh.. Tadi kenapa nolak dijemput yah?
Masa sekarang minta jemput sih. Mau ditaroh kemana muke gue?"

*tiba-tiba bbm masuk..

"Udah di jalan?"

"Udah nih.. Baru naik angkot.. Macet plus ujan."

"Dapet tempat duduk gak?"

"Gak nih.. Kaki udah mulai gemeteran lagih."

"Hmmm.. Mau dijemput gak?"

*mikir....

"Gak dehh.. Dilanjutin ngangkot ajah.."

"R u sure?"

"Yup.. try my best.."

"Ya udah kalau udah sampai, kabarin yah.."

*mikir lagih...
Kenapa gue tolak sihh.. Udah ujan.. macet2an.. gak dapet duduk.. kaki gemeteran.. Dan sekarang nyesel.. Kerepotan sendiri dalem angkot..


Dialog absurd ditengah kegalauan...
5 Januari 2011

Tolonglah Cinta

Apa rasanya jatuh cinta (lagi)?
Bagaimana memulai untuk merasa jatuh cinta (lagi)?
Sepertinya dulu, gak perlu usaha keras deh untuk bisa jatuh cinta.
Mengapa sekarang jatuh cinta menjadi suatu hal yang sulit untuk dicerna.
Apakah, karena aku sudah terlalu lama untuk tidak merasakan cinta itu jatuh di depan ku?

Jujur, teman-teman.. aku sungguh bingung.
Benarkah aku sedang jatuh cinta?
Atau... Masih bolehkah aku merasakan jatuh cinta (lagi)?
Sungguh.. aku tak ingin sendiri..
Ingin kurasakan dijatuhi rasa cinta lagi..
Sebuah rasa cinta yang penuh kejujuran dan apa adanya..
Sebuah rasa cinta yang dapat menjagaku..
Hingga hati ini tak kurasakan beku..

Tolong Cinta... Jatuhlah dihadapanku..

I.L.U


















'Disampingmu.. temani dirimu
Demi cintanya, serahkan jiwaku..
Meski tiada banyak waktu, tersisa untuk cinta
Tetap aku...'
Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Afgan, seorang penyanyi pop jazz yang punya mata sayu dan suara yang aduhai.. Lagu yang jarang Sissy dengar, dibawakan oleh penyanyinya.. Padahal punya makna yang dalem banget..

Dalam status menjomblo sekarang.. Sissy begitu menikmati lagu ini.. sambil menumbuhkan rasa kangen dengan Ranto orang yang sekarang selalu dia rindu siang dan malam... Sesekali muncul rasa pesimis dalam diri Sissy.. Mungkin gak sih dia bisa bersama Ranto.. Duduk disampingnya dan menghabiskan sisa hidupnya.. Apalagi ditengah kesibukan pekerjaan yang tengah melanda... Yah.. Meski tiada banyak waktu untuk menumbuhkan cinta di antara mereka berdua.. Berbeda saat masih kuliah atau sekolah dulu.. Begitu banyak waktu yang tercipta untuk saling menumbuhkan cinta dengan orang yang Sissy sayangi...

Yahh... berbeda dengan cinta masa remaja dulu.. dimana cinta harus saling memiliki... Dalam cinta versi orang dewasa.. Setiap orang bebas menumbuhkan cinta dalam hatinya.. Entah akan berkembang atau tidak ke arah yang serius.. Yang lebih penting adalah menikmati rasanya cinta itu tumbuh dan bergelora dalam jiwa... Memberikan pengharapan tanpa sebuah penilaian dan ingin memiliki lebih satu sama lain.. Walaupun toh akhirnya bisa saling memiliki.. Tentunya, itu adalah sebuah bonus dari suburnya rasa cinta dalam hati..

'Disini ku memelukmu..
Hingga tiba akhir masa
menjemputmu..' 

Dalam sebuah lagu I.L.U oleh Afgan

#Random Words 1

Indahnya ratusan kembang api di sini..
Namun lebih indah sebuah senyum mu yang tertuju padaku..
Jujur.. benar-benar indah...

Dalam peringatan old-new 2010-2011..