Tuesday, January 19, 2010

Bravo Sherlock Holmes !!


 
Setelah menunggu seminggu tanpa aktivitas menonton bioskop akibat sakit mata,  akhirnya sahabatku nekat mengajakku pergi untuk menonton Mr. Holmes. Ternyata pamor sang detektif sangat bersinar, sampai-sampai aku hampir saja tidak mendapatkan tiket untuk melihat aksinya.

Siapa yang tak kenal tokoh khayalan Conan Doyle ini? Dalam setiap novelnya, Holmes digambarkan sebagai seorang detektif yang pintar dan selalu dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Tentu saja Sang Detektif selalu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan cara yang unik. Dan tentunya semua orang ingin melihat bagaimana aksi sang detektif dalam menyelesaikan masalah.

Tadinya saya agak kaget, saat dalam film ini Holmes digambarkan sebagai seorang yang senang mengurung diri dengan ekperimen-ekperimen aneh yang dilakukannya. Sungguh berbeda dengan apa yang saya bayangkan, bahwa Holmes adalah seorang yang berdandan necis dan rapi dan senang bergaul dengan lingkungannya. Tapi tak apa, karena dalam film ini, Warner Bross mampu membuat sosok peneliti yang terkesan “nerd” ini menjadi sangat unik dan mengesankan.

Film ini diawali dengan adegan Holmes dan Watson, sahabatnya, yang berusaha untuk menggagalkan ritual sebuah sekte yang dipimpin oleh Lord Blackwood. Holmes dan Watson berhasil menggagalkan upaya Lord Blackwood yang akan membunuh korban wanita ke-lima untuk ritualnya. Keberhasilan Holmes dan Watson kontan menjadi buah bibir warga Inggris. Belum lagi, ternyata Lord Blackwood yang dianggap sebagai dalangnya pun dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Namun ternyata, cerita tidak berakhir sampai di sini.

Beberapa hari setelah hukuman dilaksanakan, diberitakan bahwa Lord Blackwood bangkit dari kubur yang disaksikan oleh penjaga makam. Jadilah Holmes dan Watson dimintakan pertanggungjawabannya atas kejadian ini. Reputasi mereka berdua pun dipertanyakan. Apalagi Watson yang seorang dokter yang memeriksa keadaan lord Blackwood yang setelah hukuman gantung dinyatakan telah mati. Namun, bukan  Holmes namanya kalau tidak bisa menguak misteri tersebut.

Dari awal sampai akhir film, semua adegan sangat menarik dan penuh ketegangan. Yang paling menarik dari film ini, Holmes tak segan-segan untuk menjelaskan serangkaian cara berpikirnya yang sistematis dalam menghadapi lawannya. Contohnya saja, saat dia harus melumpuhkan penjaga gedung yang dipakai oleh Lord Blackwood untuk ritualnya. Holmes selalu memperkirakan dengan rinci apa saja yang akan dilakukannya dan apa akibatnya bagi sang lawan. Sungguh pola berpikir seorang peneliti sejati.

Selain itu, yang membuat film ini sangat menarik adalah, persepsi penonton terhadap batas ilmu pasti dan ilmu hitam. Dari awal film digambarkan bahwa Lord Blackwood adalah seorang “dukun” yang dengan ilmu hitamnya mampu berbuat apa saja. Namun, di akhir film, ternyata dia tak berbeda dengan Holmes yang juga seorang peneliti dalam bidang ilmu pasti. Bahwa semua keajaiban yang dilakukannya adalah hasil dari ekperimen yang dilakukannya.

Dalam film ini, penonton juga diajak seakan-akan menjadi seorang detektif yang dapat mengidentifikasi semua hal-hal yang muncul dalam film. Di film ini, sutradara tak segan-segan membocorkan sedikit rahasia atau petunjuk-petunjuk dalam kasus ini dan membuat penonton seolah tahu apa yang akan terjadi. Saat menonton film ini, indra dan persepsi saya benar-benar “digempur” oleh serangkaian petunjuk. Seolah-olah saya adalah Holmes yang mampu memperkirakan apa yang dilakukan oleh lawan selanjutnya. Sungguh sangat menarik dan penuh ketegangan tentunya.

Dan yang seru adalah kepekaan Holmes akan segala sesuatu. Menjadi menarik saat Holmes dibawa kepada ketua sekte Lord Blackwood, yang ternyata adalah ayah dari Lord Blackwood. Untuk menemui sang ketua, mata Holmes harus ditutup agar tidak mengetahui ke mana dia akan dibawa. And guess what ???? Holmes exactly know where did they go. Menjadi sebuah ironi yang sangat menggelikan untuk kelompok yang menculiknya bahwa apa yang mereka lakukan untuk mengelabui Holmes sia-sia…

Bravo Sherlock Holmes !!!



                               


Sunday, January 17, 2010

Sang Pemimpi – Menginspirasi Dunia



Tepat seminggu lalu akhirnya saya memutuskan untuk mengejar Sang Pemimpi di bioskop-bioskop yang ada di Jakarta. Tadinya niat ini sempat urung akibat seorang sahabat yang biasa menemaniku nonton bioskop harus beristirahat di rumah akibat terserang virus mata.
Dengan penuh semangat, akhirnya saya berangkat dengan taksi ke mall terdekat dengan rumah saya yang sebelumnya sudah saya ketahui dari internet bahwa mereka masih memutar film ini  di salah satu studio mereka..
Sesaat sampai di loket, sayai langsung membeli tiket untuk satu tempat duduk. Tak lama kemudian pintu bioskop pun terbuka dan saya tidak sabar untuk menyaksikan film lanjutan Laskar Pelangi ini.













Adegan pengejaran Arai, Ikal, dan Jimbron menjadi opening yang sangat menarik untuk film ini. Selanjutnya adegan dilanjutkan dengan riwayat bagaimana Ikal bisa bertemu dengan 2 sahabat remajanya yang akhirnya mewarnai hidupnya dengan penuh mimpi. Yang paling bagus dalam film ini adalah sosok Arai, sepupu Ikal, yang penuh ide gila dalam mewujudkan mimpi yang terkesan muluk menjadi sangat realistis untuk diwujudkan.


Ada satu adegan di awal film yang membuat saya begitu haru dan terenyuh. Adegan saat Arai kecil memaksa Ikal untuk menyerahkan seluruh tabungan setahun mereka untuk membantu seorang janda satu anak yang miskin dan sering meminta beras kepada ibu Ikal. Jumlah uang tabungan Ikal dan Arai dalam setahun mereka korbankan untuk memberikan modal usaha berjualan kue kepada janda miskin tersebut. Sungguh sebuah perbuatan penuh inspirasi, di mana di jaman sekarang ini banyak orang yang nyaman dengan predikat miskin mereka dan menjadikan status mereka sebagai alat untuk menuai sedekah dari orang lain tanpa mau berusaha. Berbeda dengan 3 Pelopor ini, bagi mereka status miskin mereka memacu mereka untuk semakin berusaha mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka. Tidak ada sedikit pun dalam film terlihat mereka mengeluh dengan status mereka dan terkukung dengan predikat miskin yang mereka miliki. Status miskin inilah yang menjadi pembetulan bagi mereka bahwa mereka harus berusaha tanpa putus asa mengejar mimpi mereka karena butuh modal untuk mewujudkannya.


 






Selain itu semangat masa muda Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh pengorbanan untuk tetap bisa bersekolah betul-betul memberikan inspirasi luar biasa kepada saya. Betapa saya ingat, saat-saat saya bersekolah dulu. Memang saat seumuran mereka, saya bukanlah besar di lingkungan keluarga kaya raya. Keluarga saya merupakan keluarga sederhana yang memiliki orang tua penuh dengan pengorbanan untuk tetap membiayai saya bersekolah di salah satu sekolah favorit di Jakarta. Betapa saya ingat, Ayah saya sampai menimbun banyak hutang demi tetap membiayai anaknya bersekolah. Masih juga hangat di ingatan saya, betapa banyak ancaman yang datang kepada ayah saya saat dia tidak bisa dengan tepat waktu membayar hutangnya untuk biaya sekolah saya. Dan betapa saya ingat berapa kali saya berhutang uang sekolah karena Ayah belum mendapatkan gajinya di bulan itu. Memang saat itu, dalam hati saya tertanam bahwa saya tidak akan mengecewakan Ayah dengan memberikannya nilai-nilai terbaik saya. Tapi saat melihat perjuangan Arai, Ikal, dan Jimbron yang rela mengorbankan waktu dan tenaga mereka bekerja di pasar ikan untuk modal mereka melanjutkan sekolah. Saya menjadi sadar, bahwa keadaan saya pada masa itu bukan apa-apa dibandingkan mereka. Dan saya juga turut bersyukur bahwa saya juga memiliki Ayah dan Ibu Juara Nomor Satu di Dunia.

Sampai saya menjadi sarjana, saya masih bisa belajar dengan tenang sementara semua biaya ditanggung oleh Ayah sepenuhnya. Tidak kurang beliau pun tetap memberikan saya bekal uang yang mungkin saya simpan untuk kebutuhan konsumtif saya, seperti makan dengan teman-teman dan membeli baju baru. Berbeda dengan 3 Sang Pemimpi ini yang rela makan sederhana dan rela berpakaian seadanya untuk menabung demi cita-cita mereka. Sungguh inspirasi yang sangat menarik, ”Semua Keinginan dan Cita-cita Besar akan Ada Jalan Keluarnya. Namun bukan berarti Jalan Keluar Bebas Dari Pengorbanan.”



NO PAIN NO GAIN... Semangat ini semakin kuat menancap dalam diri saya setelah menonton film ini..


Satu hal yang saya sangat suka dari film ini adalah, moto ”Masa Muda Masa yang Berapi-api”.. Salah satu lirik dari lagu Haji Roma Irama yang bila didengar kemudian begitu memicu saya untuk tetap bersemangat dalam menjalankan aktivitas. Di saat saya sedang lelah dan turun semangat., kalimat ini bagaikan mantra bagi saya untuk tetap bersemangat dan terus berprestasi dalam hidup ini.
Terima kasih Para Pelopor, kau tumbuhkan inspirasi untuk ku dan kuyakin juga untuk dunia.


Terima kasih Boii.. !!




"Pelan-Pelan Saja" by Kotak Band






[intro] C F

C Em F G
ku tahu kamu pasti rasa
C F G
apa yang ku rasa
C Em F G
ku tahu cepat atau lambat
Am Dm G
kamu kan mengerti

C Em F G
hati bila dipaksakan
C F G
pasti takkan baik
C Em F G
pantasnya kamu mencintai
Am Dm E Am
yang juga cintai dirimu
F G
cinta kamu

[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku
F Dm C
pelan-pelan saja


C Em F G
tak ada niat menyakiti
C F G
inilah hatiku
C Em F G
pantasnya kamu mencintai
Am Dm E Am
yang juga cintai dirimu
F G
cinta kamu

[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku
F Dm C
pelan-pelan saja

[solo] Am G F E
Am G F E
Am G F

Dm G C
pelan-pelan saja


[chorus]
F G C
lepaskanlah ikatanmu
Dm G C Em
dengan aku biar kamu senang
F G C Am
bila berat melupakan aku

Dm Em F
pelan-pelan saja
Dm G C
pelan-pelan saja

[ending] C F C

F C
pelan-pelan saja

Friday, February 27, 2009

Kalau Aku Donald..berarti kamu Deasy'nya..

Suatu malam di tengah perbincangan bersama dengan teman-temanku, seorang cowok yang adalah sahabat karibku mendatangi kami.

"Hai..lagi pada makan yah...?", katanya

"Yup..iya nih..ayo kita makan bareng yuk. Dirimu sudah makan belum...Udah malam loh..", kataku berusaha ramah padnya

"Ga' ahh..ga' lapar", katanya

"Ok..no problemo.. Baru pulang kantor yah mas..?", kataku berusaha mencari bahan pembicaraan.

"He eh niy... Oh iyah..kenalin, namaku Donald loh..", katanya kepada teman-temanku

"Hahaha...Sok gaya kamu mas...Wong punya nama asli kok diganti Donald", sahutku.

"Iyah..Aku kan donald..kamu deasy'nya...", katanya melanjutkan sambil memberikan senyum manisnya kepadaku.

"WHATTT...!!! Apa kataya...?? Wuah gawat nih kalau temanku tahu orang ini berusaha merayuku bisa gawat aku", pikirku dalam hati

"Uhmmm..ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya yah...", gumamku.

Tak kusangka setelah kurang lebih 5 tahun aku tak bersama dia, ternyata perasaan itu masih ada dalam hatinya.. Antara senang..tapi kok janggal juga yah rasanya...

Jujur saja..dulu aku memang sempat kagum kepadanya. Kami pun sempat jalan bersama beberapa waktu. Namun, manuvernya yang kurang smooth dan terkesan labil, membuat hubungan kami yang dulu sebenarnya tinggal diperjelas statusnya berakhir menggantung.

Aku masih ingat satu adeganku bersama dengan dia.
Saat itu, lima tahun yang lalu,dia mengantarku pulang setelah menonton bioskop bersama. Saat aku akan keluar dari mobil, dia sempat meraih tanganku dan menggemgamnya erat.

"Sy (panggilannya untuk ku)...aku pengen bilang sesuatu..", katanya

"Iyah apa...?" tanyaku menunggu

"Uhmmmm...Uhmmmmmm...Uhmmmm....gimana yah..?", lanjutnya

"Iyah..ada apa..?", tanyaku lagi

"Uhmmm...tidak jadi deh..Lain kali saja", katanya.

Aku tahu pada saat itu dia ingin mengucap suatu hal untukku. Dan aku hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari dia yang sampai sekarang rasa itu tidak pernah ada jawabnya.

Monday, February 23, 2009

Valkyrie on Valentine's Day

Seperti pasangan yang lain merayakan valentine day. Aku dan dia mencoba bergembira merayakan hari kasih sayang ini dengan pergi nonton bersama. (sebenarnya siyh...minggu yang lain kami juga pergi nonton di bioskop..hehehehe).

Tapi kali ini ada yang berbeda, dari nonton di minggu-minggu biasanya.. Setelah research film yang sedang "In" di internet, kami pun memutuskan pergi nonton film Valkyrie yang banyak direkomendasikan untuk ditonton...

Nah...kami cepat-cepat berangkat di salah satu bioskop favorite kami berdua untuk mengejar jadwal film pukul 21.00.

Sesampainya di sana, kami langsung buru-buru menuju meja kasir untuk medapatkan tiket kami.

"Valkyrie, mba untuk 2 orang..", katanya dia

"Wuah, mas sudah agak penuh nih..tinggal 2 layer di depan."

"Yahhhhh.... gimana nih.." spontan kataku

"uhm...di deret ke empat dari bawah ada tempat tuh mba...masih 3 lagi...", kata dia berusaha mengusahakan agar kami tidak duduk mendongak

"Yah mas..ini untuk tiga orang. Kalo mas beli dua, nanti tinggal satu, tidak ada yang beli..Filmnya sedang banyak ditonton orang nih..Yang di depan aja yah untuk berdua.."

"Ini jarak dengan layar berapa meter mba..?", kataku berusaha mencari informasi yang logis untuk meyakinkan diri sendiri.

"6 meter siy mba...Yah, mendongak siy nontonnya, bagaimana jadi gak?"

"Yah..mba..ngga enak kalo nontonnya mendongak.."kata dia.

"Uhm..mba...boleh yah kalo yang di baris empat ini...Pleassseeee.." kata dia melanjutkan (sambil sedikit memelas dan melemparkan senyuman mautnya)

Melihatnya, aku terkejut..Tak biasanya dia begitu memohon dan memelas kepada orang lain...yang belom dikenal lagi...Aku pun ikut-ikutan dia, "iya yah mba..Pleassssseeeee..."

Melihat itu semua si mba berkata..."Uhm yau dah deh..Untuk mba dan mas, saya kasih di baris empat, dua orang yah.."

"Yesss...berhasil rayuan kami...", pikirku dalam hati..

Heheheh..ami pun berhasil mengantongi 2 tiket film itu.. lalu si dia mulai berkata...

"Untung, mbanya kasih niy baris ke 4 nya. Coba kalo gak... aku bakal bilang...Mba..Ini kan malam valentine.. yang dateng pasti pasangan-pasangan. Jadi nda mungkin ada yang dateng bertiga.."

"Kalu Mba-nya tetep nggak mau kasih gimana?"

'Yah, aku beli tiga-tiganya aja deh.."katanya


hihihihihi...geli aku mendengarnya...
Uhmmm...malam ini menjadi cukup berkesan dengan kejadian tadi... Baru kali ini aku melihatnya begitu memelasa dan memohon kepada orang lain untuk mendapatkan sesuatu untuk kami berdua...

Uhmmm..akhirnya benar..Film Valkyrie di Valentine day ini menjadi suatu pengalaman berkesan bagi kami..
Karena tak hanya filmnya yang memang bagus..namun..kejadian di balik itu semua yang membuatnya semakin berkesan...

Friday, February 13, 2009

Sentuhan Kasih di Tengah Dinginnya Malam

Semenjak bekerja di sebuah kantor konsultan, menjadi suatu rutinitas di mana aku pulang larut malam akibat pekerjaan yang tak kunjung selesai. Namun, di bulan-bulan terakhir ini, menjadi satu hal yang tidak menyenangkan karena hampir setiap malam hujan membasahi ibu kota. Dan tentu saja, hujan juga diiringi oleh dinginnya angin malam yang cukup menusuk tulang yang ada di tubuhku ini.

Di tengah gelap dan dinginnya malam itu, aku berjalan sambil berusaha menyembunyikan tubuhku serapat mungkin dalam balutan jaket tebal dan syalku yang kupikir dapat sedikit menghangatkan tubuhku ini.

Lalu dalam sebuah persimpangan jalan, aku menunggu sebuah angkutan hijau yang biasa membawaku dalam hitungan detik..menit..bahkan jam...Malam itu, memang masih terlihat ramai dan bus yang kutumpangi pun masih ramai dibanjiri penumpang. Tak terasa menit berlalu, dan kami pun sampai di persimpangan Megaria dan busku pun melaju ke arah sebuah rumah sakit yang namanya dijadikan sebuah lagu " Saint Carolus"

Di tengah padatnya jalan malam itu, naik seorang gadis yang aku rasa berumur 13-15 tahun naik ke dalam bus kami dengan membawa sebuah gitar kecil.

"Uhmm..Gadis yang kemarin lagi", kataku dalam hati.

Yah...kemarin persis saat aku naik bus yang sama, aku melihat gadis ini bersenandung satu lagu yang menurutku agak kurang sopan diperdengarkan di depan umum.

"Satu pasangan tak cukup..
Dua simpanan juga tak cukup..
memang dasar..Emang dasar...
Dasar Eh Kamu BAJINGAN.."

"Kamu mau apa lagi..
kamu mau yang gimana lagi..
Memang dasar..emang dasar..
Dasar eh kamu BAJINGAN.."

Dari segi suara, memang gadis ini bisa dibilang bagus dengan teknik cengkok dangdutnya yang lumayan dibandingkan dengan artis-artis ibukota, namun aku agak kurang setuju bila diumurnya yang masih bau kencur itu, dia sudah berani menyanyikan lagu-lagu yang isinya sangat kasar menurutku.

Maka, aku pun memutuskan untuk hanya memberikan senyuman saat dia sampai di depanku dan mencoba mengumpulkan uang dariku.Uhhmmm...oke then...Gadis itu turun dari Bus kami.

Dinginnya angin malam membuatku sedikit mengantuk...dan aku berusaha memejamkan mataku untuk mengistirahatkan sebentar tubuhku yang cukup lelah ini.
Tak lama aku mengistirahatkan mata dan pikiranku, naiklah 4 orang anak laki-laki yang masih semangat di tengah dinginnya malam.

"Uhmm..Pengamen lain lagi" pikirku.

Dua dari mereka membawa gitar kecil dan sebuah jembe kecil..Wow..walau masih kecil mereka cukup punya modal menjalani kegiatan ini.

Dengan Penuh semangat mereka menyanyikan dua buah lagi dengan penuh semangat. Dari segi kualitas suara tentunya Gadis sebelumnya lebih berbobot, namun dari segi usaha menarik perhatian penumpang, mereka memang jagonya.

Bagaimana tidak, mereka masih kecil..yah, berumur sekita 6-8 tahun dan dari tingkah polahnya mereka sangat atraktif. Yah..ini terlihat dari para penumpang yang memasang wajah simpati kepada anak-anak itu.
Namu, saat itu aku pun memutuskan untuk tidak memberikan sepeser pun kepada mereka. Karena menurutku akan menjadi suatu tindak pembodohan bagi mereka. Bagaimana tidak, dari segi penampilan, mereka masih bisa memakai baju dengan gambar karakter-karakter kartun yang sekarang ini sedang terkenal ditambah dengan kepemilikan gitar dan jembe kecil yang aku rasa harganya tidaklah murah.

Setelah anak-anak itu turun dari bus kami, baru seratus meter sudah naik lagi pengamen yang ketiga. Dan kali ini makin membuatku tecengang. Bagaimana tidak, yang naik adalah seorang pria yang aku rasa berumur 35 tahun, berpostur kurus tinggi, berkulit putih bersih dan berkaca mata.

"Wuah..keterlaluan sekali"kataku dalam hati.

Laki-laki itu atau lebih tepatnya bapak itu memulai aksinya dalam menyanyi. Namun, suranya sangat kecil dan terdengar seperti berbisik. Dia bernyanyi sambil bertepuk tangan. Itu pun tepukan tangannya sangat lemah dan tak terdengar sama sekali.
Wuah, aku pesimis sekali pengamen yang satu ini akan dapat merebut perhatian dan belas kasih para penumpang. Bagaimana tidak, dia terlihat kurang berusaha dengan suaranya yang sangat lirih dan lemas.

Aku mencoba memperhatikan pengamen itu dan mencoba menebak apa yang membuat dia mengamen. Bukankah dia masih sehat dan bisa mencari pekerjaan lain yang lebih menghasilkan uang.

Dalam diamku memperhatikannya, tiba-tiba aku lihat matanya berkaca dan terlihat menahan tangis dalam hati. Yah.. aku bisa merasakan kesedihan dalam matanya yang sedang menerawang langit-langit bus kami.

Lalu, kuperhatikan lebih lekat lagi, tubuhnya sangat kurus dan terlihat tulang-tulangnya deangn jelas. Bibirnya pun pucat seperti belum makan seharian ini. Lalu kulihat kantung celananya tipis tak berisikan uang receh hasil mengamen.

Aku benar-benar bisa melihat kelelahan dan kesedihan di matanya. Aku membayangkan dia adalah salah satu korban PHk yang sedang marak terjadi dan harus tetap bertahan hidup dengan mengamen walaupun harus menurunkan harga dirinya.
Terlihat benar, bahwa dia tidak biasa mengamen dan sangat lapar malam itu.
Pikiranku langsung melayang membayangkan bagaimana bila ayahku yang berada dalam posisi laki-laki itu. Dan melihat matanya, tiba-tiba aku pun ikut sedih dan ingin menangis. Sungguh sangat menyakitkan hati melihatnya.

Lalu benar saja, para penumpang tak terlihat antusias dan tertarik dengan aksinya malam itu. Namun, perasaan kasih dalam hatiku sangat dalam melihat kesedihan di matanya. Untuk itu, ku coba sedikit membantunya dengan memberikan selembar uang seribu yang mungkin dapat membantunya untuk membeli sedikit makanan di malam yang dingin ini.

Sunday, February 08, 2009

Bertahan



Aku Bertahan
- Rio Febrian -

Sedih…
Ku tahu kini perasaanmu…
kepadaku..

Sedih..
Saat engkau tak yakin kepadaku..
akan cintaku..
Jalan Berliku takkan membuatku..
Menyerah akan cinta kita..
Tatap mataku dan kau akan tahu..
semuanya yang kurasakan..

Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..
aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Tatap mataku dan kau akan tahu…
Semuanya yang kurasakan….

Aku bertahan karna ku yakin cintaku kepadamu..
sesering kau coba tuk mematikan hatiku..
takkan terjadi karna ku tahu kau hanya untukku..
Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Aku bertahan ku akan tetap pada pendirianku
sekeras kau coba tuk membunuh cintaku..
dan aku tahu kau hanya untukku…

Masih Cinta




Masih Cinta
- Kotak -

Intro : A E F#m 2x
E C#m
Tik,.,tik,.,.tik
F#m B
Waktu berdetik
G#m C#m A B
Tak mungkin bisa ku hentikan
E C#m F#m B
Maumu jadi mauku
G#m C#m A B
Pahitpun itu ku tersenyum
A B G#m C#
Kamu tak tahu rasanya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu


E C#m
Tik,.,tik,.,.tik,.,.
F#m B
Air mataku
G#m C#m A B
Biar terjatuh dalam hati
E C#m F#m B
Mau ku tak penting lagi
G#m C#m A B
Biar ku buat bahagiamu


A B G#m C#
Kamu tak tahu rasanya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu
A B G#m C#
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
F#m Am B A
Jadi diriku, yang masih cinta


interlude : A G#m F#m 2x B


A B G#m C#
Kamu tak tahu hancurnya hatiku
F#m B E
Saat berhadapan kamu
A B G#m C#
Kamu tak bisa bayangkan rasanya
F#m Am B E
Jadi diriku, yang masih cinta


Code : F#m A D

Cinta Cuma Satu




Cinta Cuma Satu
- Nindy -

Telah aku maafkan
Semua kesalahanmu
Asal kau mau berjanji
Tidak mengulangnya lagi

* Telah aku terima
Sakitnya dikhianati
Sedalam cintaku ini
Selama hidupku ini
Hatiku cuma ada satu
Sudah untuk mencintaimu
Tolong jangan sakiti lagi
Nanti aku bisa mati

Cintaku cuma sama kamu
Sayangku cuma untuk kamu
Tolong jangan hancurkan lagi
Nanti aku bisa mati

Back to *

Monday, December 22, 2008

Potret Kehidupan

Di suatu sabtu sore, Pacarku mengajak aku untuk makan malam bersama menghabiskan malam minggu berdua. Karena cuaca dan angin pada sore itu memiliki intensitas yang cukup tinggi, maka kami berdua memutuskan untuk makan di suatu food court di sebuah kawasan Giant Hypertmart yang berada dekat dengan rumahku. Sebetulnya aku kurang suka ke sana, karena aku kurang setuju dengan pembangunan dari tempat perbelanjaan itu. Memang di daerah rumahku, yaitu Pulo Gebang-Cakung, terdapat beberapa kompleks perumahan dari yang medium sampai yang sangat mewah. Dan aku mengerti bahwa tempat perbelanjaan itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan dari para penghuni di beberapa kompleks perumahan itu. Namun, yang sangat aku sesalkan, pusat perbelanjaan itu dibangun di areal yang dekat dengan pemukiman penduduk yang aku tau bahwa tingkat ekonomi mereka di bawah tingkat sejahtera. Aku merasa keberadaan pusat perbelanjaan tersebut memaksa penduduk sekitar, untuk lebih konsumtif dan mengikuti gaya hidup metropolis. Namun, yah apalah arti ketidaksetujuanku. Toh, aku tak bisa berbuat banyak dengan semua keputusan bisnis itu.

Kembali ke makan malam, saat itu, kami berdua tertarik untuk mencicipi dua porsi nasi dan ayam bakar serta seporsi cap cay untuk kami berdua.
Kami berdua sangat menikmati hidangan yang tersedia pada sore itu. Ditambah dengan rasa kangen karena seminggu tidak bertemu. Kami makan dengan lahap sambil berbicang seputar aktivitas kami seminggu terakhir.
Setelah makan selesai, kami memutuskan untuk tetap tinggal di bangku duduk untuk beberapa waktu sambil menurunkan makanan dalam perut kami. Tiba-tiba ditengah perbincangan kami pacarku mengajakku untuk menajamkan observasi kami, terhadap dua anak yang menarik perhatiannya. Memang harus kuakui, semenjak berpacaran denganku yang sarjana Psikologi ini, pacarku sedikit menyerap kemampuanku untuk mengobservasi orang lain. Maka jadilah dia seorang sarjana Teknik Elektro yang memiliki pengawasan tajam terhadap situasi dan kondisi orang lain..

Lalu kami mulai menajamkan konsentarsi untuk observasi. Pacarku memulai instruksinya,

“Coba deh kamu lihat dua anak kecil itu”

“yang mana”, sahutku

“Yang pakai kaos orange dan yang pake kaos hitam”, katanya menambahkan

“Oh yang itu, kanapa mereka?”, lanjutku

“Dari tadi aku perhatiin mereka. Mereka masa' dari tadi muter-muter dan ambil makanan bekas orang lain yang masih sisa di sini”, katanya

“Masa' sih?” jawabku tak percaya.

“Iyah, dari tadi aku perhatiin mereka begitu..tuh..tuh..lihat mereka ambil jus sisa orang yang meja itu. Mereka minum. Jus nya tinggal segini.” katanya menambahkan sambil menunjukkan kira-kira sisa jus yang tersisa di gelas itu dengan ibu jari dan telunjuk dari tangan kirinya.

Lalu kami sepakat untuk tetap tinggal di situ beberapa waktu lagi sambil memperhatikan tingkah kedua anak yang ditunjuk oleh pacarku. Kedua anak itu terlihat berumur 8 atau 9 tahun, yah, sekitar kelas 2 atau 3 SD. Memang sih, aku melihat kalau mereka sempat berjalan keliling area food court tempat kami makan. Namun, bila dilihat dari penampilan mereka yang sangat rapi dan bersih tak terlihat seperti mereka kekurangan uang untuk membeli makanan. Lagipula, aku lihat mereka sesekali berada di tempat bermain yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

Namun, beberapa menit kemudian, aku sempat dikejutkan oleh suatu kenyataan yang langsung kulihat dengan mata kepala ku sendiri.

Dua anak itu mereka sambil bercanda, namun seakan mata mereka begitu sigap dan sedang mengambil ancang-ancang untuk bergerak. Lalu, mereka sambil bercanda berjalan ke arah tengah dari area food court itu. Dengan secepat kilat mereka mengambil sepotong ayam goreng yang sudah setengah termakan sisa dari pemilik makanan sebelumnya. Lalu mereka dengan santainya berjalan keluar area food court untuk menikmati ayam sisa hasil tangkapan mereka. Seketika itu juga aku terkejut melihat apa yang terjadi. Apa yang mereka lakukan? Kemana orang tua mereka? Apa rasanya makan sisa makanan orang lain yang tidak mereka kenal?

Seketika itu juga aku ingin menghampiri mereka dan menanyakan mengapa mereka melakukan hal itu? Rasanya miris hatiku melihat kejadian itu. Kalau mereka memang lapar, aku tak segan membuka dompetku untuk membelikan mereka sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk yang mereka suka.
Aku sudah berdiri dengan dompet di tanganku. Namun, tangan pacarku menahan aku.

“Nanti dulu yank... kita panggil aja anaknya ke sini. Biar bisa kita ajak ngobrol juga. Nih, aku panggil yah.”, katanya, sambil melambaikan tangan.

Lalu, kupikirkan sejenak. Betul juga, lebih baik kita memanggil mereka ke tempat kami daripada saat kuhampiri mereka menjadi ketakutan. Dalam keadaan masih berdiri dan memegang dompet, aku juga ikut melambaikan tangan ke arah mereka. Namun, mereke tidak melihat lambaian tangan kami.

Lalu, aku kembali duduk sambil melihat dan mengawasi ke arah mereka.

“Duh, kasian sekali mereka. Aku gak tega yank melihat mereka makan bekas makanan orang.” kataku.

“sudah aku samperin saja.” lanjutku.Pikirku, lebih naik disangka penculik anak daripada aku tega membiarkan mereka mengambil sisa makanan orang lain dan mengendap-endap seperti pencuri.

“Iyah, bener. Aku cuma takut mereka kebiasaan makan dan ngambil makanan sisa orang. Mungkin ini baru hal kecil, tapi kalau terus begitu, bisa-bisa mereka nekat ngambil di Giant lagi.” kata pacarku menambahkan.

“Ya udah lah, aku samperin mereka ajah. Kita kasih makan. Toh, cuma dua orang ajah. Masih cukup kok uangnya.” kataku lagi.

“aku cuma kasihan. Kan gak tau apa ada penyakit yang terjangkit di bekas makanan itu.” kataku menambahakn, sambil bersiap menghampiri mereka lagi.

Namun, kulihat, ternyata saat ingin kuhampiri, mereka malah menjauh dan masuk kembali dalam arena permainan bersama dengan teman-teman mereka yang lain yang jumlahnya menjadi sekitar 10orang. Mereka kembali masuk dan tertawa bersama yang lain, seakan sudah kembali bertenaga dan siap bertarung dalam arena permainan gratis itu.

Monday, September 22, 2008

Dunia Baru

Uhmm... Sudah benar-benar lama aku tak masuk dan bercorat-coret di blog ini. Tak terasa 2 tahun sudah tidak pernah kutengok halaman site ini.

Sekarang sudah masuk dunia dan babak baru dalam hidup. Setelah tanggal 23 Juni 2008 meloloskan diri dari lubang tikus yang kusebut dengan ujian akhir skripsi, aku pun berhasil membanggakan kedua orang tua ku dan menjadi sarjana..
Setelah itu aku pun memutuskan untuk menikmati dulu masa kesarjanaanku dengan tak buru-buru mencar kerja..Sebulan kemudian, aku pun sudah berubah status menjadi seorang "Lebah Pekerja'. Tepatnya tanggal 23 Juli 2008. Mulai tanggal itu kucoba lakoni babk baru sebagai seorang Lebah Pekerja dengan obsesi mencari dan mengumpulkan seonggok semi seonggok berlian..hehehehe...

Bekerja..bekerja..bekerja..dan mencari seonggok berlian. Berusaha menjajal ilmu dan pengetahuan selama kuliah dalam dunia baru yang namanya BEKERJA. dan ternyata babk baru ini tidak seindah yang pernah ada dalam mimpi dan angan. Babak baru ini benar-benar penuh dengan peluh dan air mata. Semua orang penuh dengan individualisme. Aku saja yang termasuk seorang individualis masih merasa bahwa babak ini sangat individualis. Di sini benar-benar menuras tenaga dan pikiran. dulu mungkin tiap detik kehidupanku kuusahakan demi berhasilnya tiap detik dalam hidupku. Tapi di sini tiap detik hidupku kuusahakan untuk bos ku.

Beberapa teman bertanya, "Gimana, kerja di sana, happy gak?"
Oh iya, untuk lebih memperjelas aku bekerja di sebuah perusahan konsultan SDM yang main core company ini adalah executive search atau lebih keren disebut Head Hunter.Aku dan tim ku bekerja mempertajam indera untuk mencari dan menemukan para manager atau direktur yang berpikir untuk mencari kesempatan yang lebih baik atau "Looking for another Good Opportunity" biasa kami menyebutnya begitu.
Oh iya, tentang Happy atau tidaknya, aku sendiri pun kadang bingung harus menjawab apa. Aku yangs eorang sarjana baru ini baru sekali ini bekerja, walaupun sebelumnya pernah magang, tapi ini benar-benar berbeda.

Sekali waktu aku berpikir, bukan pekerjaan seperti ini yang aku inginkan. Ini benar-benar di luar harapanku. Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan seorang sarjana baru seperti aku. Diterima bekerja saja sudah untung. Apalagi punya gaji yang cukup di atas standar sarjana lain. Tapi ini berbeda. Jujur saja aku tidak klop dengan suasana yang ada. Pekerjaan yang unstructure (yang cukup membuatku pusing kepala setiap harinya), bos yang terkadang lebih suka datang sore dan pulang malam, dan suasana kerja yang penuh gosip dan intrik (yang seringkali labih seru dibandingkan pekerjaanya). Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang sarjana baru seperti aku.

Sebulan pertama aku di sini, aku sudah sakit selama 2 minggu dengan hasil diagnosis dokter yang ternyata hanya SAKIT KARENA STRESS. fiuuhhh...alasan yang agak mistis menurutku. karena sang penyebab tak nampak seperti layaknya hantu. Dan sampai akhirnya aku merasionalisasi babak baru ku ini dengan berucap. "It's not bad. Because I realise that i must find a lot of experiences before i go strong".

So, Am I Happy now?

Monday, June 26, 2006

Tak Pernah Menyesal

Aku kangen Dia yang pernah memeluk ku hangat..
Aku kangen Dia yang sejukkan jiwa dengan tatap matanya..
Aku kangen Dia yang pernah marah akan sifat kanak-kanak ku..
Aku kangen Dia yang pernah beri harapan cairkan hati ini..
Aku kangen duduk di samping Dia yang pernah membuat ku tertawa ceria dan menangis karena cinta..
Aku kangen Dia yang pernah ajar ku arti hidup..
dan Aku tak pernah menyesal untuk selalu kangen Dia walau ada sesal dalam hatinya..
Aku kangen Dia..

Tak Akan Pernah Terganti

...hmmmm...dah lama saya tidak menulis di blog ini...kangen juga deh...
ternyata selama ini banyak peristiwa terjadi yang belum saya ungkapkan di blog ini...
sudah kurang lebih tiga bulan ini saya menjomblo...hmmm...begini toh rasanya sakit akibat cinta...jujur..ini baru pertama kalinya saya bersedih hati yang amat mendalam karena patah hati..memang ini bukan kali pertamanya saya putus hubungan dengan seorang pria..tapi ternyata kali pertamanya saya benar-benar hancur karena cinta...
masih segar dalam ingatan saya betapa saya gak bisa makan...air mata yang gak pernah berhenti mengucur di pipi saya...bahkan sampai-sampai otak dan jiwa ini benar-benar hampa rasanya...

satu hari seorang teman pernah berucap kepada saya..."des..memang yang namanya obat rasanya pahit,tapi untuk bisa sembuh loe harus mau minum obat yang pahit itu." entah kenapa bagai disambar petir di siang hari...ucapan simple tapi penuh makna ini membuat saya berpikir...dan mulai saat itu saya memutuskan untuk MOVE ON dari semua yang ada.

tapi...lagi-lagi ternyata tak semudah membalikkan tempe dalam penggorengan...sampai saat ini pun berat masih terasa di dada saya...kemarin saya pergi untuk berlibur ke carita...dan saya masih ingat betul bagaimana melankolisnya diri ini saat saya teringat pernah duduk berdua dengan dia memandang indahnya pemandangan...dalam hati saya masih berharap suatu keajaiban muncul dan jujur saya masih mengharapkan dia kembali...

ribuan bahkan jutaan kali saya meyakinkan diri bahwa BERPISAH merupakan jalan terbaik bagi kami...dan jutaan kali saya mencoba melupakan rasa ini...namun jutaan kali juga rasa sayang ini terus muncul dan berkecamuk dalam jiwa...

akhirnya saya mengerti...
ternyata dia memang TAK AKAN PERNAH TERGANTI

untuk mas Hendro Ardianto...
aku sayang kamu...

You and I Both



You and I Both
Jason Mraz

Was it you who spoke the words that things would happen but not to me
Oh things are gonna happen naturally
And taking your advice I'm looking on the bright side
And balancing the whole thing
But often times those words get tangled up in lines
And the bright lights turn to night
Until the dawn it brings
A little bird who'll sing about the magic that was you and me

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
What you and I spoke of
Others only dream of the love that I love

See I'm all about them words
Over numbers, unencumbered numbered words
Hundreds of pages, pages, pages forwards
More words then I had ever heard and I feel so alive
Now you and I, you and I
Not so little you and I anymore
And with this silence brings a moral story
more importantly evolving is the glory of a boy

you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm already finally out of

and it's okay if you have go away
just remember the telephone works both ways
and if I never ever hear it ring
if nothing else I'll think the bells inside
have finally found you someone else and that's okay
cause I'll remember everything you sang

you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm already finally out of words.


dedicated for someone i love much...

Wednesday, October 26, 2005

LUAPAN RASA JIWA

Ternyata memang benar sakit gigi lebih baik daripada sakit hati...Hati yang telah terluka sulit untuk kembali menjadi segar berseri...mengapa...???mengapa hal ini terjadi...?
Semua hal seakan menjadi hilang bak embun pagi terkena panas mentari...bak setitik nila yang merusak susu sebelanga...Kata hati ini ingin sudahi semua...tapi mengapa sulit untuk berkata IYA...!!!
Aku tak tahu apa yang telah terjadi.. ternyata rasa yang selama ini ada tak dapat perbaiki semua...aku ingin teriakan semua...ingin kumaki setiap makhluk di dunia..aku butuh pelampiasan. ternyata ini tak semudah yang terbayangkan...orang yang telah lama bersama seakan tak butuh lagi.
setiap orang punya lebih dan kurang masing-masing.. dan aku pun tak pernah ingin merusak ataupun mengacak-acak semua yang pernah tercipta...tapi apakah rasa ini tidak pantas untuk mendapat hak lebih...
AKU BUKAN DEWA...AKU BUKAN MALAIKAT...AKU BUKAN TUHAN... AKU JUGA MANUSIA BIASA YANG PENUH ALPHA DAN DOSA...
kata orang dalam suatu hubungan hanya butuh TOLERANSI...!!!dan begitu pun pikir ku...tapi ternyata ini tidak dapat menjadi modal yang cukup berarti. TOLERANSI tak dapat cairkan hati ini yang sudah terlanjur beku...tak dapat hangatkan dan jadikan ceria hidup yang penuh kelu....sungguh semua hal yang sudah terTOLERANSIkan runtuh akibat bom yang begitu dahsyatnya...runtuh dalam hitungan SATU...walau kucoba untuk berpikir dan merasa...diri ini lebih tinggi daripada hati...
kuakui sulit tuk lepas semua..apalagi dengan semua rencana yang telah terangkai...rasa ini...rasa sayang bercampur benci...
JAHATKAH AKU BILA TETAP BEGINI....LAKNATKAH AKU UNTUK TAK TERSENYUM KEMBALI...IBLISKAH AKU DENGAN SEMUA RASA INI....
KUAKUI SULIT UNTUK SEPERTI DULU...TERTAWA DAN MENANGIS BERSAMA...UNTUK MENGERTI DAN PAHAMI SEMUA...
TERSERAH...MAU BIACARA APA....TAPI WALAUPUN PANAS TELAH MUSNAHKAN SEGARNYA EMBUN...WALAUPUN BELANGA TAK DAPAT KEMBALIKAN RUSAKNYA SUSU...
DALAM HATIKU AKU TETAP SAYANG KAMU

Monday, June 20, 2005

Berjuang untuk Mengerti

Benci rasanya...saat harus selalu kompromi.
Apa ini benar2 rasa hatiku
Apa ini benar2 perasaanku
Apa benar2 kucinta dirinya

Rasanya sulit jalani semua
Penuh liku, rintang, dan ujian

Harus bagaimana lagi
Apakah dengan cara lalu dapat kuatasi semua

Kisruh di hati
Golak benar2 dahsyat
Malas hadapi semua
Harus berpikir
Harus rendahkan ego dan diri
Serendah-rendahnya!!!

Kutahu sulit lepaskanmu
Tapi tak kau pahamikah maksud ini
Kulakukan semua yang terbaik dariku
Agar bangga diri dan semua yang kucinta
Tapi...
Apa yang kudapat
Semuanya berusaha patahkan idealisme yang tercipta

Benarkah ini suka...
Benarkah ini cinta...
Benarkah ini sayang...

Aku tak tahu...
Yang kusadari kadang hati ini berontak dan katakan tidak
Lalu apa yang harus kulakukan
Rasa ini muncul begitu kuat
Dua kubu berseteru rebut sang hati

Say’...
Tahukah kamu...
Kuperjuangkan semua....
Agar kau mengerti...
Dan kuharap...
Engkau mau berjuang untuk mengerti...
Sayangku...

Suatu Persembahan Cinta

Chrisye feat ELEMENT
Jelas diriku
Tlah mencintaimu
Tak pernah kubiarkan
Apapun menyakiti hatimu
Cintaku....

Jelas hatiku
Tlah menyayangimu
Tak pernah ada rasa
Selain dirasakan
cintamu...
cintamu...

Reff:
Kau yang membuat diriku
Merasa berarti
Menjalani segalanya
Ku ingin bersamamu
Ku ingin cintamu
Untuk selamanya

Tulusnya cintamu
Tlah membuat hatiku
Mengerti slama ini
Yang kucari hanyalah
Dirimu.....
Kekasihku....

Bridge :
Tak akan kubiarkan
Kau jauh dari diriku
Hampa yang kurasa tanpamu
Dan tak akan kulepaskan
Semua tentang dirimu
Tak ingin kutanpa dirimu


......MANUSIA......

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Dengan segala kemampuan plus hati nurani yang diberikan-Nya, manusia dapat berbuat apa saja sesuai dengan ingin dan rasanya.
Tapi egois dan sombong diri manusia membuat semua itu terlihat penuh arogansi yang tinggi. Entah mengapa, ketika seorang manusia merasa memiliki kemampuan jauh di atas sesamanya, seakan – akan dia dapat meremehkan semua makhluk di sekitarnya. Sampai – sampai lupa akan siapa Penciptanya...
Pernahkah kita melihat dan merefleksikan semua perbuatan yang kita lakukan. Apakah itu menoreh sebuah sakit hati pada sekitar kita? Apakah itu memang yang terbaik untuk kita dan sesama? Atau malah perbuatan kita bersifat necrophili, yang dapat menghancurkan hal di sekitar kita?
Suatu ketika dalam keseharian saya, seperti biasanya saya membuka mailling list yang merupakan media bagi anggota fakultas saya. Ketika asyik membaca messages yang baru di-post oleh teman – teman saya, perhatian saya tertuju pada satu message yang pemiliknya ridak saya kenal. Dalam isii pesan itu ternyata anak ini merupakan salah satu calon aggota fakultas kami di tahun ajran yang baru nanti. Dengan kata lain, dia adalah calon mahasiswa yang baru lulus dari SMU tentunya.
Si calon ini ternyata cukup berani “nyemplung” dalam media komunikasi maya kami. Beberapa artikel yang dia post ada yang cukup berbobot ada juga yang sekedar memberi komentar dan perkenalan diri. Tak disangka, tak dinanya, anak ini yang awalnya hanya memberi artikel yang berisi hal – hal tidak jelas, ikut mengomentari hal yang seharusnya belum pantas dia komentari. Tentu saja komentar – komentar yang dilancarkannya itu seketika menimbulkan reaksi yang sangat dahsyat dari kami para penghuni group ini.
Satu per satu dari kami pun berusaha untuk mengkomunikasikan kepada “si calon” untuk berhati-hati bila berbicara. Tanpa mengurangi rasa keterkejutan kami akan perbuatan anak ini, dia malahan menambah panas situasi dengan membalas sikap kami ini dengan sok tahu yang kadarnya lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan sungguh amat percaya diri, anak ini malah berusaha menjual dirinya yang nota bene katanya memiliki kemampuan di bidang supranatural.
Hmmm....hari gini masih ada aja loh yang percaya dengan hal – hal gaib seperti jin, ramalan, dukun, dll. Dan yang membuat kami bertambah sengit adalah “si calon” yang merasa lebih dari kami bukannya merasa insyaf dengan perbuatannya, malahan dia mulai mengancam kami. Berusaha menempatkan dirinya lebih di atas kami.
Sejak kapankah derajat manusia berbeda-beda? Saya rasa manusia diciptakan sama dan setara di mata Tuhan. Dari kejadian yang saya alami itu, saya semakin berpikir dan merefleksikan diri saya. Manusia pasti memiliki kemampuan yang berbeda sesuai dengan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada tiap individu. Tapi apakah karena perbedaan karunia ini manusia dapat semena-mena terhadap orang di sekitarnya?
Jadikanlah kelebihan dan kekurangan kita sebagai sarana saling melengkapi satu sama lain... Agar jadi indahlah dunia ini...

Jujur TANPA PURA-PURA

(Semua usaha untuk jujur dengan DIRI telah kulakukan semua)

Terkadang sulit untuk dapatkan kejujuran diri
Yang sungguh jujur dari hati nurani
Ketika tahu akan mau sendiri
Belum tentu dapat dorong hati nurani tuk akui

Ternyata...
Jujur terhadap diri lebih sulit daripada terhadap sesama
Saat itu nurani benar-benar dipertaruhkan
Untuk lihat maksud terdalam
Kesampingan egois diri dan sombong hati

Lega rasa saat temukan beraninya rasa
Tuk runtuhkan ego akui semua

Fiuhhh....
Ini loh rasanya kejujuran
Ini loh rasanya bebas pura-pura
Ini loh rasanya ambil konsekuensi

Jujur...
Tidak bohong....
Tanpa pura-pura....
Mengerti semua....
Pahami semua....
Apa adanya....

Selami jiwa dan nurani
Tuk dapatkan indahnya....

Monday, June 13, 2005

TERSERAH...!!!

Kesel...sebel...
Rasanya sulit hidup ini
Saat harus berbagi
Saat harus berkompromi
Saat harus tentukan pilihan

Entah apa rasa di hati
Marah
Benci
Kesal
Jadi satu

Mengapa harus kulalui ini
Tidak bisakah gunakan otak sendiri untuk tentukan tujuan!
Apa yang jadi prioritas!

Aku...
Benci saat harus memilih
Penuh tanggung jawab
Apalagi menyangkut orang lain dan di luar kehendakku
Apa kata orang saat pilihan itu malah menjerumuskan

Marah
Benci
Kesal

Entah harus kutujukan pada siapa?
Diri sendiri...?
Ini BUKAN masalahku..!!!
Dia...?
Apalagi....!
Wong aku yang tentukan pilihan...

Kisruh di hati
Malas lagi keluarkan kata-kata

TERSERAH...