Monday, September 22, 2008

Dunia Baru

Uhmm... Sudah benar-benar lama aku tak masuk dan bercorat-coret di blog ini. Tak terasa 2 tahun sudah tidak pernah kutengok halaman site ini.

Sekarang sudah masuk dunia dan babak baru dalam hidup. Setelah tanggal 23 Juni 2008 meloloskan diri dari lubang tikus yang kusebut dengan ujian akhir skripsi, aku pun berhasil membanggakan kedua orang tua ku dan menjadi sarjana..
Setelah itu aku pun memutuskan untuk menikmati dulu masa kesarjanaanku dengan tak buru-buru mencar kerja..Sebulan kemudian, aku pun sudah berubah status menjadi seorang "Lebah Pekerja'. Tepatnya tanggal 23 Juli 2008. Mulai tanggal itu kucoba lakoni babk baru sebagai seorang Lebah Pekerja dengan obsesi mencari dan mengumpulkan seonggok semi seonggok berlian..hehehehe...

Bekerja..bekerja..bekerja..dan mencari seonggok berlian. Berusaha menjajal ilmu dan pengetahuan selama kuliah dalam dunia baru yang namanya BEKERJA. dan ternyata babk baru ini tidak seindah yang pernah ada dalam mimpi dan angan. Babak baru ini benar-benar penuh dengan peluh dan air mata. Semua orang penuh dengan individualisme. Aku saja yang termasuk seorang individualis masih merasa bahwa babak ini sangat individualis. Di sini benar-benar menuras tenaga dan pikiran. dulu mungkin tiap detik kehidupanku kuusahakan demi berhasilnya tiap detik dalam hidupku. Tapi di sini tiap detik hidupku kuusahakan untuk bos ku.

Beberapa teman bertanya, "Gimana, kerja di sana, happy gak?"
Oh iya, untuk lebih memperjelas aku bekerja di sebuah perusahan konsultan SDM yang main core company ini adalah executive search atau lebih keren disebut Head Hunter.Aku dan tim ku bekerja mempertajam indera untuk mencari dan menemukan para manager atau direktur yang berpikir untuk mencari kesempatan yang lebih baik atau "Looking for another Good Opportunity" biasa kami menyebutnya begitu.
Oh iya, tentang Happy atau tidaknya, aku sendiri pun kadang bingung harus menjawab apa. Aku yangs eorang sarjana baru ini baru sekali ini bekerja, walaupun sebelumnya pernah magang, tapi ini benar-benar berbeda.

Sekali waktu aku berpikir, bukan pekerjaan seperti ini yang aku inginkan. Ini benar-benar di luar harapanku. Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan seorang sarjana baru seperti aku. Diterima bekerja saja sudah untung. Apalagi punya gaji yang cukup di atas standar sarjana lain. Tapi ini berbeda. Jujur saja aku tidak klop dengan suasana yang ada. Pekerjaan yang unstructure (yang cukup membuatku pusing kepala setiap harinya), bos yang terkadang lebih suka datang sore dan pulang malam, dan suasana kerja yang penuh gosip dan intrik (yang seringkali labih seru dibandingkan pekerjaanya). Tapi sekali lagi, apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang sarjana baru seperti aku.

Sebulan pertama aku di sini, aku sudah sakit selama 2 minggu dengan hasil diagnosis dokter yang ternyata hanya SAKIT KARENA STRESS. fiuuhhh...alasan yang agak mistis menurutku. karena sang penyebab tak nampak seperti layaknya hantu. Dan sampai akhirnya aku merasionalisasi babak baru ku ini dengan berucap. "It's not bad. Because I realise that i must find a lot of experiences before i go strong".

So, Am I Happy now?

Monday, June 26, 2006

Tak Pernah Menyesal

Aku kangen Dia yang pernah memeluk ku hangat..
Aku kangen Dia yang sejukkan jiwa dengan tatap matanya..
Aku kangen Dia yang pernah marah akan sifat kanak-kanak ku..
Aku kangen Dia yang pernah beri harapan cairkan hati ini..
Aku kangen duduk di samping Dia yang pernah membuat ku tertawa ceria dan menangis karena cinta..
Aku kangen Dia yang pernah ajar ku arti hidup..
dan Aku tak pernah menyesal untuk selalu kangen Dia walau ada sesal dalam hatinya..
Aku kangen Dia..

Tak Akan Pernah Terganti

...hmmmm...dah lama saya tidak menulis di blog ini...kangen juga deh...
ternyata selama ini banyak peristiwa terjadi yang belum saya ungkapkan di blog ini...
sudah kurang lebih tiga bulan ini saya menjomblo...hmmm...begini toh rasanya sakit akibat cinta...jujur..ini baru pertama kalinya saya bersedih hati yang amat mendalam karena patah hati..memang ini bukan kali pertamanya saya putus hubungan dengan seorang pria..tapi ternyata kali pertamanya saya benar-benar hancur karena cinta...
masih segar dalam ingatan saya betapa saya gak bisa makan...air mata yang gak pernah berhenti mengucur di pipi saya...bahkan sampai-sampai otak dan jiwa ini benar-benar hampa rasanya...

satu hari seorang teman pernah berucap kepada saya..."des..memang yang namanya obat rasanya pahit,tapi untuk bisa sembuh loe harus mau minum obat yang pahit itu." entah kenapa bagai disambar petir di siang hari...ucapan simple tapi penuh makna ini membuat saya berpikir...dan mulai saat itu saya memutuskan untuk MOVE ON dari semua yang ada.

tapi...lagi-lagi ternyata tak semudah membalikkan tempe dalam penggorengan...sampai saat ini pun berat masih terasa di dada saya...kemarin saya pergi untuk berlibur ke carita...dan saya masih ingat betul bagaimana melankolisnya diri ini saat saya teringat pernah duduk berdua dengan dia memandang indahnya pemandangan...dalam hati saya masih berharap suatu keajaiban muncul dan jujur saya masih mengharapkan dia kembali...

ribuan bahkan jutaan kali saya meyakinkan diri bahwa BERPISAH merupakan jalan terbaik bagi kami...dan jutaan kali saya mencoba melupakan rasa ini...namun jutaan kali juga rasa sayang ini terus muncul dan berkecamuk dalam jiwa...

akhirnya saya mengerti...
ternyata dia memang TAK AKAN PERNAH TERGANTI

untuk mas Hendro Ardianto...
aku sayang kamu...

You and I Both



You and I Both
Jason Mraz

Was it you who spoke the words that things would happen but not to me
Oh things are gonna happen naturally
And taking your advice I'm looking on the bright side
And balancing the whole thing
But often times those words get tangled up in lines
And the bright lights turn to night
Until the dawn it brings
A little bird who'll sing about the magic that was you and me

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
What you and I spoke of
Others only dream of the love that I love

See I'm all about them words
Over numbers, unencumbered numbered words
Hundreds of pages, pages, pages forwards
More words then I had ever heard and I feel so alive
Now you and I, you and I
Not so little you and I anymore
And with this silence brings a moral story
more importantly evolving is the glory of a boy

you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm already finally out of

and it's okay if you have go away
just remember the telephone works both ways
and if I never ever hear it ring
if nothing else I'll think the bells inside
have finally found you someone else and that's okay
cause I'll remember everything you sang

you and I both loved what you and I spoke of
and others just read of and if you could see now
well I'm already finally out of words.


dedicated for someone i love much...

Wednesday, October 26, 2005

LUAPAN RASA JIWA

Ternyata memang benar sakit gigi lebih baik daripada sakit hati...Hati yang telah terluka sulit untuk kembali menjadi segar berseri...mengapa...???mengapa hal ini terjadi...?
Semua hal seakan menjadi hilang bak embun pagi terkena panas mentari...bak setitik nila yang merusak susu sebelanga...Kata hati ini ingin sudahi semua...tapi mengapa sulit untuk berkata IYA...!!!
Aku tak tahu apa yang telah terjadi.. ternyata rasa yang selama ini ada tak dapat perbaiki semua...aku ingin teriakan semua...ingin kumaki setiap makhluk di dunia..aku butuh pelampiasan. ternyata ini tak semudah yang terbayangkan...orang yang telah lama bersama seakan tak butuh lagi.
setiap orang punya lebih dan kurang masing-masing.. dan aku pun tak pernah ingin merusak ataupun mengacak-acak semua yang pernah tercipta...tapi apakah rasa ini tidak pantas untuk mendapat hak lebih...
AKU BUKAN DEWA...AKU BUKAN MALAIKAT...AKU BUKAN TUHAN... AKU JUGA MANUSIA BIASA YANG PENUH ALPHA DAN DOSA...
kata orang dalam suatu hubungan hanya butuh TOLERANSI...!!!dan begitu pun pikir ku...tapi ternyata ini tidak dapat menjadi modal yang cukup berarti. TOLERANSI tak dapat cairkan hati ini yang sudah terlanjur beku...tak dapat hangatkan dan jadikan ceria hidup yang penuh kelu....sungguh semua hal yang sudah terTOLERANSIkan runtuh akibat bom yang begitu dahsyatnya...runtuh dalam hitungan SATU...walau kucoba untuk berpikir dan merasa...diri ini lebih tinggi daripada hati...
kuakui sulit tuk lepas semua..apalagi dengan semua rencana yang telah terangkai...rasa ini...rasa sayang bercampur benci...
JAHATKAH AKU BILA TETAP BEGINI....LAKNATKAH AKU UNTUK TAK TERSENYUM KEMBALI...IBLISKAH AKU DENGAN SEMUA RASA INI....
KUAKUI SULIT UNTUK SEPERTI DULU...TERTAWA DAN MENANGIS BERSAMA...UNTUK MENGERTI DAN PAHAMI SEMUA...
TERSERAH...MAU BIACARA APA....TAPI WALAUPUN PANAS TELAH MUSNAHKAN SEGARNYA EMBUN...WALAUPUN BELANGA TAK DAPAT KEMBALIKAN RUSAKNYA SUSU...
DALAM HATIKU AKU TETAP SAYANG KAMU

Monday, June 20, 2005

Berjuang untuk Mengerti

Benci rasanya...saat harus selalu kompromi.
Apa ini benar2 rasa hatiku
Apa ini benar2 perasaanku
Apa benar2 kucinta dirinya

Rasanya sulit jalani semua
Penuh liku, rintang, dan ujian

Harus bagaimana lagi
Apakah dengan cara lalu dapat kuatasi semua

Kisruh di hati
Golak benar2 dahsyat
Malas hadapi semua
Harus berpikir
Harus rendahkan ego dan diri
Serendah-rendahnya!!!

Kutahu sulit lepaskanmu
Tapi tak kau pahamikah maksud ini
Kulakukan semua yang terbaik dariku
Agar bangga diri dan semua yang kucinta
Tapi...
Apa yang kudapat
Semuanya berusaha patahkan idealisme yang tercipta

Benarkah ini suka...
Benarkah ini cinta...
Benarkah ini sayang...

Aku tak tahu...
Yang kusadari kadang hati ini berontak dan katakan tidak
Lalu apa yang harus kulakukan
Rasa ini muncul begitu kuat
Dua kubu berseteru rebut sang hati

Say’...
Tahukah kamu...
Kuperjuangkan semua....
Agar kau mengerti...
Dan kuharap...
Engkau mau berjuang untuk mengerti...
Sayangku...

Suatu Persembahan Cinta

Chrisye feat ELEMENT
Jelas diriku
Tlah mencintaimu
Tak pernah kubiarkan
Apapun menyakiti hatimu
Cintaku....

Jelas hatiku
Tlah menyayangimu
Tak pernah ada rasa
Selain dirasakan
cintamu...
cintamu...

Reff:
Kau yang membuat diriku
Merasa berarti
Menjalani segalanya
Ku ingin bersamamu
Ku ingin cintamu
Untuk selamanya

Tulusnya cintamu
Tlah membuat hatiku
Mengerti slama ini
Yang kucari hanyalah
Dirimu.....
Kekasihku....

Bridge :
Tak akan kubiarkan
Kau jauh dari diriku
Hampa yang kurasa tanpamu
Dan tak akan kulepaskan
Semua tentang dirimu
Tak ingin kutanpa dirimu


......MANUSIA......

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Dengan segala kemampuan plus hati nurani yang diberikan-Nya, manusia dapat berbuat apa saja sesuai dengan ingin dan rasanya.
Tapi egois dan sombong diri manusia membuat semua itu terlihat penuh arogansi yang tinggi. Entah mengapa, ketika seorang manusia merasa memiliki kemampuan jauh di atas sesamanya, seakan – akan dia dapat meremehkan semua makhluk di sekitarnya. Sampai – sampai lupa akan siapa Penciptanya...
Pernahkah kita melihat dan merefleksikan semua perbuatan yang kita lakukan. Apakah itu menoreh sebuah sakit hati pada sekitar kita? Apakah itu memang yang terbaik untuk kita dan sesama? Atau malah perbuatan kita bersifat necrophili, yang dapat menghancurkan hal di sekitar kita?
Suatu ketika dalam keseharian saya, seperti biasanya saya membuka mailling list yang merupakan media bagi anggota fakultas saya. Ketika asyik membaca messages yang baru di-post oleh teman – teman saya, perhatian saya tertuju pada satu message yang pemiliknya ridak saya kenal. Dalam isii pesan itu ternyata anak ini merupakan salah satu calon aggota fakultas kami di tahun ajran yang baru nanti. Dengan kata lain, dia adalah calon mahasiswa yang baru lulus dari SMU tentunya.
Si calon ini ternyata cukup berani “nyemplung” dalam media komunikasi maya kami. Beberapa artikel yang dia post ada yang cukup berbobot ada juga yang sekedar memberi komentar dan perkenalan diri. Tak disangka, tak dinanya, anak ini yang awalnya hanya memberi artikel yang berisi hal – hal tidak jelas, ikut mengomentari hal yang seharusnya belum pantas dia komentari. Tentu saja komentar – komentar yang dilancarkannya itu seketika menimbulkan reaksi yang sangat dahsyat dari kami para penghuni group ini.
Satu per satu dari kami pun berusaha untuk mengkomunikasikan kepada “si calon” untuk berhati-hati bila berbicara. Tanpa mengurangi rasa keterkejutan kami akan perbuatan anak ini, dia malahan menambah panas situasi dengan membalas sikap kami ini dengan sok tahu yang kadarnya lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan sungguh amat percaya diri, anak ini malah berusaha menjual dirinya yang nota bene katanya memiliki kemampuan di bidang supranatural.
Hmmm....hari gini masih ada aja loh yang percaya dengan hal – hal gaib seperti jin, ramalan, dukun, dll. Dan yang membuat kami bertambah sengit adalah “si calon” yang merasa lebih dari kami bukannya merasa insyaf dengan perbuatannya, malahan dia mulai mengancam kami. Berusaha menempatkan dirinya lebih di atas kami.
Sejak kapankah derajat manusia berbeda-beda? Saya rasa manusia diciptakan sama dan setara di mata Tuhan. Dari kejadian yang saya alami itu, saya semakin berpikir dan merefleksikan diri saya. Manusia pasti memiliki kemampuan yang berbeda sesuai dengan apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada tiap individu. Tapi apakah karena perbedaan karunia ini manusia dapat semena-mena terhadap orang di sekitarnya?
Jadikanlah kelebihan dan kekurangan kita sebagai sarana saling melengkapi satu sama lain... Agar jadi indahlah dunia ini...

Jujur TANPA PURA-PURA

(Semua usaha untuk jujur dengan DIRI telah kulakukan semua)

Terkadang sulit untuk dapatkan kejujuran diri
Yang sungguh jujur dari hati nurani
Ketika tahu akan mau sendiri
Belum tentu dapat dorong hati nurani tuk akui

Ternyata...
Jujur terhadap diri lebih sulit daripada terhadap sesama
Saat itu nurani benar-benar dipertaruhkan
Untuk lihat maksud terdalam
Kesampingan egois diri dan sombong hati

Lega rasa saat temukan beraninya rasa
Tuk runtuhkan ego akui semua

Fiuhhh....
Ini loh rasanya kejujuran
Ini loh rasanya bebas pura-pura
Ini loh rasanya ambil konsekuensi

Jujur...
Tidak bohong....
Tanpa pura-pura....
Mengerti semua....
Pahami semua....
Apa adanya....

Selami jiwa dan nurani
Tuk dapatkan indahnya....

Monday, June 13, 2005

TERSERAH...!!!

Kesel...sebel...
Rasanya sulit hidup ini
Saat harus berbagi
Saat harus berkompromi
Saat harus tentukan pilihan

Entah apa rasa di hati
Marah
Benci
Kesal
Jadi satu

Mengapa harus kulalui ini
Tidak bisakah gunakan otak sendiri untuk tentukan tujuan!
Apa yang jadi prioritas!

Aku...
Benci saat harus memilih
Penuh tanggung jawab
Apalagi menyangkut orang lain dan di luar kehendakku
Apa kata orang saat pilihan itu malah menjerumuskan

Marah
Benci
Kesal

Entah harus kutujukan pada siapa?
Diri sendiri...?
Ini BUKAN masalahku..!!!
Dia...?
Apalagi....!
Wong aku yang tentukan pilihan...

Kisruh di hati
Malas lagi keluarkan kata-kata

TERSERAH...

Tuesday, May 17, 2005

Puisi Tentang Rasa

Rasa....
Datang dan pergi dalam hidupku
Rasa....
Beri arti setiap jejak langkahku
Rasa...
Buat ku tahu akan tiap makna

Ku pikir dapat taklukkan rasa
Lampaui kehendak seluruh rasa
Tutupi semua agar jadi sempurna
Pendam semua agar tak jadi derita

Nyatanya...
Kini kurasa semua
Semua yang dahulu dianggap tak bermakna
Semua yang dahulu terlihat mudah saja
Semua yang wakili egoisnya rasa

Saat cintaimu
Saat sayangimu
Saat rasa kecup indahmu
Saat rasa peluk hangatmu

Kumasuki dunia
Tinggalkan hal maya
Yang telah mengukung rasa hati
Menjadi tinggi diri

Kulihat indahnya dunia
Yang penuh liku dan problematika
Yang penuh dusta Tapi tanpa pura-pura

Sunday, May 15, 2005

MenCINTAi dan diCINTAi orang lain

Satu hal yang tidak dapat kita pungkiri adalah ketika kita telah mulai merasa jatuh cinta pada orang lain. Cinta sejuta maknanya...sejuta rasanya...itu yang dikatakan oleh kebanyakan orang.
Entah kenapa akhir – akhir ini saya semakin menyadari rasanya dicintai dan menyintai. Pengalaman akan dicintai dan mencintai orang lain secara tulus membuat saya belajar untuk mau jujur dan semakin memahami serta mengerti tentang perasaan yang ada di hati saya. Pengalaman dan sensasi ini membuat saya masuk dalam suatu dunia di mana tanpa kepura-puraan. Dunia di mana semua jujur dan saling terbuka satu sama lain agar mudahlah proses pengenalan masing – masing pribadi.
Dalam proses pengenalan pribadi oleh dua insan saling mencintai, yang lazim disebut pacaran ini, pasti akan terjadi macam – macam liku dan dilema. Di artikel saya yang berjudul “...Suka...Cinta...Sayang...”, diungkapkan bahwa pada tahap seseorang mencintai orang lain pasti dia akan mulai merasa untuk tidak mau kehilangan orang lain sebagai ungkapan rasa cintanya. Dengan berbagai usaha orang akan berjuang mati-matian agar dia tidak kehilangan orang yang dicintainya. Salah satunya adalah dengan membiarkan orang lain itu tahu pribadi dan besarnya perasaan pada orang itu. Dan hal tersebut akan dapat terjadi bila ada kejujuran terhadap perasaan dan hati nurani terdalam.
Saya sekarang memiliki seorang teman dekat. Hubungan kami sudah lima bulan berjalan dari 25 November 2004 yang lalu. Tentunya dalam lima bulan ini saya mencoba untuk terbuka dan jujur akan diri saya serta perasaan ini terhadap pacar saya itu. Baru – baru ini secara tidak sengaja saya mengungkap suatu hal yang mungkin menurut orang kebanyakan tidak masuk akal di depannya. Dan seperti kebanyakan orang lainnya, pacar saya terkejut mendengar kenyataan yang saya utarakan itu. Hari itu pun berakhir dengan tidak mengenakkan.
Saya sungguh sangat amat menyesal telah mengungkap hal yang seharusnya tidak perlu dia ketahui, karena hal ini merupakan suatu dari pribadi diri saya yang saya tutupi agar orang dapat memandang saya sebagai seorang manusia biasa seperti pada ukuran normalnya.
Semalaman saya memutar otak dan begitu menyesali kenyataan akan keadaan yang baru menimpa saya. Dan sampailah pada kesimpulan bahwa saya harus menyaring untuk menceritakan siapa saya seperti yang selama ini telah saya lakukan terhadap teman – teman saya.
Keesokan harinya, dengan segala kekalutan hati ini saya curhat pada sahabat saya. Dengan semua uneg – uneg di hati, saya menceritakan hal yang menimpa hubungan saya. Sebelum sahabat saya mengatakan kesimpulan atas masalah saya, saya mendahului dengan mengatakan kesimpulan yang sudah saya rumuskan sepanjang waktu istirahat malam saya. Sahabat saya pun langsung mengiyakan pendapat saya itu. Tapi setelah itu ada satu hal dari pendapat sahabat saya itu yang membuat saya terkejut. Dia mengatakan bahwa dia memang setuju pendapat saya, bila memang masalah itu bukan menimpa pada hubungan saya dan pacar saya, tapi bila saya berhubungan dengan orang lain di sekitar saya. Tapi ini berbeda, saya harus tetap jujur apapun kenyataannya terhadap orang yang menjalin hubungan khusus dengan saya. Ini merupakan proses pengenalan pribadi. Kalau memang ternyata pacar saya tidak dapat menerima kenyataan akan diri saya, berarti memang dia bukanlah orang yang tepat untuk saya.
Karena dalam suatu hubungan antar dua insan yang saling terikat dalam rasa cinta diperlukan kejujuran dan keterbukaan satu sama lain. Sehingga hal ini dapat saling memperkaya satu sama lain.

Dedicated to Hendro Ardianto...you know that i love you much...

Sepenggal Rasa Untuk Sahabat

(dedicated to Olivia Sulistyo, Marsela Lestari, dan Yohanes Rafael Kristanto)

Pada teorinya manusia adalah makhluk sosial yang mau ga mau harus bisa bersosialisasi dan hidup bersama dengan orang lain. Hmmm...memang kadang kita ga bisa langsung menerima atau langsung dekat dengan orang yang baru kita kenal. Dan ga setiap orang bisa dekat dengan kita.
Dalam kesempatan ini, saya ingin mengungkapkan pengalaman saya hidup dengan orang lain. Seumur hidup saya, saya bukanlah orang yang cepat dekat dengan orang lain. Emang sih untuk bergaul dan kenal dengan orang lain bukanlah merupakan hal yang sulit untuk saya. Tapi untuk berhubungan dekat dengan orang lain, baik itu perempuan maupun laik – laki, merupakan hal yang sulit untuk saya. Entah kenapa, sepertinya saya merasa memiliki dunia sendiri.
Untuk kenal dan berbicara dengan orang lain, merupakan hal yang menyenangkan untuk saya. Saya suka mendengarkan orang berbicara tentang mereka, saya suka ber-Sharing tentang pengalaman – pengalaman saya kepada orang lain. Banyak orang yang menganggap saya supel, mudah bergaul, ramah, dan ceria. Tapi sejujurnya saya bukanlah orang yang mudah untuk “ngomong” tentang diri saya. Saya bukanlah tipe peng-OBRAL yang dengan mudahnya bercerita dan curhat ke semua orang.
Saya adalah orang yang mengandalkan intuisi saya dalam berhubungan dengan orang di sekitar saya. Dalam hidup saya sedikit sekali orang yang benar – benar mengenal pribadi saya, selain keluarga saya tentunya. Betapa senangnya saya ketika bertemu orang yang memang mau dekat dengan saya apa adanya tanpa kepur-puraan. Saat saya sedih, dia tanpa basa-basi sepertinya tahu bagaimana membuat saya untuk mengeluarkan serta mengekpresikan perasaan saya. Saat saya merasa jatuh, dia dapat dengan menyenangkannya membangkitkan kembali semangat saya.
Sobat atau sahabat merupakan orang yang sangat berarti dalam hidup saya. Sahabat tahu kapan pasang dan surut hidup saya. Sahabat memberikan banyak inspirasi bagi hidup saya. Terima kasih pada Tuhan yang telah memberikan hidup yang indah dengan mengenal sahabat yang menemani perjalan hidup saya... Saya selalu berdoa pada yang Di Atas agar selalu menlindungi dan menjagamu dalam perjalanan hidupmu...

Dengar

Sutt...!!!Sutt...!!!Dengar...
Aku mau curhat...curhat...
Sutt...!!!
Hmm...
Gelegar rintih mengaduh menyayat hati,meninggalkan tanda tanya besar akan sebuah kejujuran.
Erangan penderitaan dan kecemasan begitu lirih seolah lembu yang siap dijagal.

Gemuruhnya pesta pora kota metropolitan di tengah alunan nada kemerdekaan
Seakan-akan menyumbat dan menulikan telinga hati yang terlalu sibuk mendengarkan hal-hal yang menguntungkan diri,sampai-sampai tak ada waktu untuk mendengarkan bisik rintihan si kaum rendahan.

Adapun di sisi lain, telinga ini terlalu sibuk menyimak dan menanggapi kabar-kabar burung yang menceritakan borok-borok orang lain tanpa mau melihat dan menyadari borok dan luka sendiri yang kadang lebih lebar menganga dan berbau busuk.

Entah kapan telinga ini mampu mendengar jeritan pedih tanah air Indonesia karena melihat anak-anaknya menjadi budak keegoisan dan ketamakan.
Ya... keegoisan dan ketamakan yang justru membawa kita kepada jurang kehancuran. Kehancuran kita bersama. Inikah cita-cita dan harapan kita akan negeri ini...?

Monday, May 09, 2005

ALAMAK...!!!

Satu kata yang merupakan suatu asimilai yang berarti “allah”-nya “emak”. Kata yang begitu populer di tahun 60-an ini berasal dari bahasa Melayu. Ketika orang mengucapkan “ALAMAK…!!!”, biasanya ini berarti semacam ungkapan keterkejutan akan sesuatu.
Suatu hari, saya berjalan ke sebuah toko buku terkenal di Jakarta. Sesampainya di sana, saya langsung menuju jejeran rak buku yang memuat banyak buku – buku yang mengusung nama fakultas sya, yaitu Psikologi. Setelah puas melihat serta membahas bersama dengan seorang teman baik, kami pun berpindah tempat untuk memuaskan keinginan teman saya mencari rak – rak buku yang berisi karya – karya sastra.
Hmmm….mulailah pencarian kami. Awalnya kami begitu kecewa ketika mengira di toko buku yang terkenal itu tidak kami temukan satu pun karya – karya penulis favorit, yaitu Seno Gumira Ajidarma. Tapi sekelebat, gembiralah hati kami, dari kejauhan melihat sebuah papan tergantung bertuliskan “SASTRA”.
Langsung saja kami bergegas menuju rak buku. Ketika sesampainya di san, saya melihat ada buku – buku karya salah satu penulis favorit saya, Fira Basuki. Dari sekumpulan bukunya, ada satu buku yang menarik perhatian saya. Buku yang tidak terlalu tebal dengan cover gambar sebuah stilleto modis, berjudul “ALAMAK!”
Judul yang begitu singkat itu begitu memikat saya untuk membacanya. Langsung saja saya ambil dan melihat apaka harga sesuai dengan isi kocek saya. Fiuhh..ternyata isi kocek pun mendukung.sehinghga tanpa ragu, saya langsung mengambil dan menunggu teman saya memilih buku yang ingin dibelinya.
Sesampainya di rumah, langsung saja saya buka segel dengan penuh semangat. Saya sudah membayangkan bahwa pasti isi buku ini seperti karya- karay Fira sebelumnya, yang menggambarkan sesuatu lewat hal – hal yang indah tidak seperti penulis favorit teman saya, SGA, yang pesimistis.
Di awal cerita, saya masih menangkap kesan awal say. Tapi…ketika masuk di cerita – cerita selanjutnya, saya benar – benar TERKEJUT..!!!
ALAMAK..!!!Fira berubah drastis! Tapi sungguh amat mendalam rasanya. Dengan gaya baru, dia mengungkap berbagai realita dengan gamblang. Alamak..!!! Ini sungguh karya yang mengagumkan. Dan saya tidak akan pernah menyesal telah membeli buku ini…

Wednesday, April 27, 2005

... 21 April 2005 ...

Air jatuh dengan bebas di atas busa empuk
Lampiaskan perasaan yang campur jadi satu

Kau tahu...
Betapa aku takut kehilanganmu...

Entah beban apa di hati
Intuisi ini begitu hebat memaparkan semua...

Tuhan tahu segala
Apa daya manusia tak punya kuasa...

Gunung begitu luas sampai yangan ini tak kuasa melampauinya

Monday, April 04, 2005

NAFAS HIDUP

Sumber inspirasi hidup
Tak pernah lelah untuk berhembus
Terus berjuang
Agar hidup tetap hidup

Selalu mencari dan menyerap semua
Tak kenal henti
Agar hidup tetap hidup

Jadikan aku indah
Dengan tahu dunia
Hingga hidup lebih hidup

Monday, March 14, 2005

Perasaan Saja...!!!

Ada apa...
Kenapa...
Saat stabil tak di jiwa
2 kubu saling berontak
Jiwa inginkan DIAM
Hati maksudkan BICARA
Entah apa sebabnya
Rasanya...
Hilang separuh nafas
Patah sebelah sayap
Mungkin ini perasaanku saja...

...Rasanya Benci...

Benci rasanya
Lewati saat ini
Ketika ingingkan kau hadir
Sapa jiwa ini
Tapi tak kudapatkan kau
Entah di mana
Entah mengapa

Benci rasanya
Saat rindu meraja
Tapi tak kudapatkan kau
Entah di mana
Entah mengapa

Benci rasanya
Saat mulut ingin bicara
Tapi hati tak izinkannya
Hampa kurasa
Tempat ramai
Bak kuburan
Sepi...
Mati...

Jika Anak “Menyerang” Balik

Anda boleh terbengong – bengong melihat dan mendengar si kecil menyerang balik omongan Anda. Tapi memang begitulah adanya. Jelas, sebagai orang tua kita harus tetap bertindak bijaksana. Berikut cara yang harus dilakukan.

Anda bicara pada si kecil tapi apa yang terjadi kemudian? Bukannya mendengarkan perkataan anda, eh si kecil malah menyerang balik semua perkataan Anda.sehingga rumah menjadi medan peperangan orang tua vs anak.
Mengapa anak bersikap seperti itu? Pada anak usia satu sampai tiga tahun, anak mulai mengenal dunia secara lebih mendalam dan menyerap apa saja yang ada disekitarnya. Pada masa toddler inilah, anak juga mengalami awal perkembangan psikososialnya. Biasanya pada tahap ini anak cenderung bertambah percaya diri dan memiliki keinginan untuk menunjukkan siapa dirinya, juga memiliki keinginan yang tinggi untuk diperhatikan. Jadi terkadang, kita sebagai orang dewasa melihat hal seperti ini sebagai sikap yang egois atau mau menang sendiri.
Lantas bagaimana sebaiknya orang tua menghadapi hal ini? Langkah pertama, selama tiga hari berturut – turut, catat perkataan anak, lengkap dengan situasi dan bagaimana reaksi Anda terhadap peristiwa tersebut. Ingat baik – baik apa omongan balik anak Anda. Sebab itulah petunjuk mengenai apa yang sebenarnya terpendam dalam benak si kecil. Tujuan tindakan Anda adalah membantu anak mengekspresikan perasaannya secara konstruktif.
Misalnya saja, ketika Anak Anda ingin bermain sesuatu yang menurut Anda berbahaya atau tidak baik untuk mereka, tiba – tiba mereka balik menjawab: “Enggak!” atau “Memangnya kenapa?”
Sebaiknya kita merespon dengann memberi tekanan pada anak dengan mengatakan, “Bukannya lebih baik jika kita tidak melakukannya?” Jangan berteriak apalagi bertindak kasar. Sebab, reaksi Anda menentukan apa yang terjadi kemudian. Orang tua tidak akan bisa sepenuhnya mengontrol anak – anak. Satu – satunya yang dapat Anda kontrol adalah diri Anda sendiri. Jika Anda memberi teladan penguasaan diri, maka anak – anak akan menguasai diri mereka.
Penting untuk diingat, jangan menyerang atau menyalahkan. Jagalah agar komunikasi tetap terbuka dan senantiasa bicara dengan lembut dan ramah. Karena pada masa – masa inilah terbentuk rasa percaya pada anak serta terjadi perkembangan emosi awal anak. Pendekatan personal yang hangat sangat penting. Maka, begitu Anda berteriak atau memaki, mereka akan melakukan hal yang sama.